Selasa, 08 Oktober 2024

Materi AjarKelas 4B. Rabu, 9 Oktober 2024

  Hari/Tanggal               : Rabu, 9 Oktober 2024

Kelas                            : IV B

Muatan Pelajaran         : 

1. IPAS                            : Gaya di Sekitar Kita 

2. Bahasa Indonesia       : Lihat Sekitar 

3. P5                               Tema Kewirausahaan Pernak-pernik cantik berbahan Flanel

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah…

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

 Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan ujian hari ini! Jangan lupa tingkatkan iman dan takwa dengan selalu rajin melaksanakan solat 5 waktu, murojaah, sholat sunah Dhuha.




IPAS 
Tujuan Pembelajaran : 



Transformasi  Energi Di Sekitar Kita

Energi adalah daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan yang dilakukan manusia. 

Sehingga, energi sangat sering dan selalu digunakan manusia untuk melakukan pekerjaan. 

Energi dapat digunakan secara langsung ataupun mengalami perubahan dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. 

Misalnya energi gerak menjadi energi panas, energi panas menjadi energi listrik, dan sebagainya. 

Pada pelajaran IPAS kelas 4 SD Kurikulum Merdeka Belajar, kita akan belajar menyebutkan contoh perubahan energi dalam kegiatan sehari-hari. 

Contoh Perubahan Energi

Berikut ini beberapa contoh perubahan energi dalam kegiatan sehari-hari. 

1. Menggunakan setrika listrik untuk merapikan pakaian (energi listrik menjadi panas). 

2. Mengisi daya baterai ponsel (energi listrik menjadi kimia).  

3. Menyalakan lampu (energi listrik menjadi cahaya). 

4. Menggunakan hair dryer (energi listrik menjadi panas). 

5. Menggunakan oven (energi listrik menjadi panas). 

6. Penggunaan flash kamera (energi cahaya menjadi kimia). 

7. Penggunaan panel surya (energi cahaya menjadi listrik). 

8. Menggosokkan kedua telapak tangan. 

9. Menyalakan mesin (energi gerak menjadi panas). 

10. Menjemur pakaian (energi cahaya menjadi panas).

11. Bermain angklung (energi gerak menjadi bunyi). 

12. Menggunakan kincir angin (energi gerak menjadi energi listrik). 

13. Bermain layang-layang (energi angin menjadi energi gerak). 

14. Bermain seruling (energi angin menjadi energi bunyi). 

15. Menendang bola (energi gerak untuk menyebabkan perpindahan). 

16. Bersepeda (energi kimia menjadi energi gerak).

17. Berjala (energi kimia menjadi energi gerak).

18. Berlari (energi kimia menjadi energi gerak).

19. Menyalakan kendaraan (energi kimia menjadi energi gerak).

20. Menyalakan senter (energi kimia menjadi energi cahaya).

----

Bahasas Indonesia 

Tujuan Pembelajaran :

Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan menyimak cerita yang dibacakan, peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menyampaikan kembali simpulannya dengan tepat.


BAHASA INDONESIA

Teks prosedur adalah sebuah karya tulis berisi petunjuk teknis. Umumnya, teks prosedur dijadikan panduan untuk menyusun, membuat, atau melakukan sesuatu.

Seperti apa contoh-contoh teks prosedur? Sebelum cari tahu contohnya, cari tahu dulu struktur dan ciri-ciri teks prosedur, yuk!

Struktur Teks Prosedur

Berikut adalah struktur teks prosedur:


1. Judul

Judul biasanya sebagai petunjuk tentang apa yang akan dibuat berdasarkan teks prosedur.

2. Tujuan

Bagian ini berisi tujuan dan merupakan pernyataan pembuka dalam teks prosedur.

3. Alat dan Bahan

Bagian ini berisi alat atau bahan yang dibutuhkan.

4. Langkah-langkah

Bagian ini berisi langkah atau petunjuk yang harus dilakukan dalam melakukan atau membuat sesuatu.

Ciri-Ciri Teks Prosedur

Berikut ciri-ciri teks prosedur:

  • Berisi langkah-langkah atau cara pembuatan.
  • Menggunakan kalimat perintah.
  • Terdapat penjelasan yang sangat detail.
  • Menggunakan konjungsi.
  • Menggunakan kata kerja aktif.
  • Penggunaan kata keterangan.


Kaidah Kebahasaan dalam Teks Prosedur

Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dalam teks prosedur:

  • Menggunakan kata ajakan seperti, sepantasnya, sebaiknya, hendaknya, sebaiknya, seharusnya, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata perintah misalnya, tunjukkan, ceritakan, hindari, jadilah, pastikan, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata kerja aktif misalnya, memasak, membungkus, menyiram, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan topik bahasan.
  • Menggunakan jenis kata hubung penjumlahan seperti kata, kemudian, setelah, berikutnya, selanjutnya, dan sebagainya. 
  • Mendeskripsikan petunjuk atau cara penggunaan alat seperti bahan atau alat yang dipakai, jumlah, ukuran, warna, dan sebagainya.

Contoh-Contoh Teks Prosedur

1. Judul

Judul biasanya sebagai petunjuk tentang apa yang akan dibuat berdasarkan teks prosedur.

2. Tujuan

Bagian ini berisi tujuan dan merupakan pernyataan pembuka dalam teks prosedur.

3. Alat dan Bahan

Bagian ini berisi alat atau bahan yang dibutuhkan.

4. Langkah-langkah

Bagian ini berisi langkah atau petunjuk yang harus dilakukan dalam melakukan atau membuat sesuatu.

Ciri-Ciri Teks Prosedur

Berikut ciri-ciri teks prosedur:

  • Berisi langkah-langkah atau cara pembuatan.
  • Menggunakan kalimat perintah.
  • Terdapat penjelasan yang sangat detail.
  • Menggunakan konjungsi.
  • Menggunakan kata kerja aktif.
  • Penggunaan kata keterangan.


Kaidah Kebahasaan dalam Teks Prosedur

Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dalam teks prosedur:

  • Menggunakan kata ajakan seperti, sepantasnya, sebaiknya, hendaknya, sebaiknya, seharusnya, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata perintah misalnya, tunjukkan, ceritakan, hindari, jadilah, pastikan, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata kerja aktif misalnya, memasak, membungkus, menyiram, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan topik bahasan.
  • Menggunakan jenis kata hubung penjumlahan seperti kata, kemudian, setelah, berikutnya, selanjutnya, dan sebagainya. 
  • Mendeskripsikan petunjuk atau cara penggunaan alat seperti bahan atau alat yang dipakai, jumlah, ukuran, warna, dan sebagainya.

Contoh-Contoh Teks Prosedur

Contoh Teks Prosedur 1:

(Judul) Membuat Puppet Bobo

(Tujuan) Membuat puppet Bobo untuk perlengkapan mendongeng.

(Alat dan Bahan)

Kita Memerlukan:

  • Lembaran bergambar bobo dan keluarga yang ada di majalah Bobo no 49,50, dan 51
  • Stik es krim, tusuk sate, sumpit, atau sedotan yang kaku
  • Tusuk gigi
  • 4 lembar kertas karton ukuran A4
  • Lem putih
  • Gunting

(Langkah-Langkah) Ini Rahasia Membuatnya:

  1. Olesi kertas karton dengan lem, lalu tempelkan lembaran bergambar Bobo dan keluarganya, serta properti lainnya.
  2. Guntinglah gambar mengikuti garis putus-putus di sekitar gambar.
  3. Guntinglah semua gambar tokoh. Begitu juga properti lainnya.
  4. Tempelkan stik es krim, tusuk sate, sumpit, atau sedotan yang kaku di belakang potongan gambar.
  5. Untuk gambar yang kecil gunakan tusuk gigi yang masih utuh atau yang sudah dipotong dua.

Nah, sekarang kita punya puppet atau wayang!

Teman-teman, kalau tidak punya bahan-bahan seperti di atas, kita bisa menggunakan gambar-gambar Bobo dan keluarganya yang lain yang ada di majalah Bobo.

Contoh Teks Prosedur 2:

(Judul) Membuat Kincir Angin

(Tujuan) Siswa bisa memahami cara membuat kincir angin dan pengetahuan dasar mengenai Pembangkin Listrik Tenaga Angin.

(Alat dan Bahan) Alat dan Bahan:

  • Gunting
  • Penggaris
  • Sedotan minuman
  • Kertas HVS
  • Plastisin
  • Pensil
  • Pembolong kertas
  • Benang kasur 60 cm
  • Uang logam
  • Penjepit kertas

(Langkah-Langkah) Langkah-Langkah Membuat Kincir Angin:

  1. Potong kertas HVS dengan ukuran 15 cm x 15 cm.
  2. Gambar garis diagonal menggambar huruf "X" dari keempat sudutnya.
  3. Gunakan uang logam untuk menggambar lingkaran di bagian tengah kertas yang sudah digambar garis diagonal tadi.
  4. Lubangi sudut-sudut kertas menggunakan pembolong kertas.
  5. Buatlah lubang di bagian tengah lingkaran dengan menggunakan ujung pensil yang runcing.
  6. Potong garis diagonal sampai di tepi garis lingkarang yang sudah kita gambar.
  7. Masukkan sedotan melalui lubang di tengah dan lipat sudut-sudut kertas yang sudah dilubangi ke dalam sedotan hingga menyatu.
  8. Sumbat kedua ujung sedotan menggunakan plastisin. Ini bertujuan untuk menahan kincir angin agar tetap pada tempatnya.
  9. Ikat benang kasur kira-kira 5 cm dari ujung sedotan. Ikat ujung benang yang lainnya ke penjepit kertas.
  10. Kemudian hembuskan kincir angin dan amati apa yang terjadi.
Itulah contoh-contoh teks prosedur. Teman-teman sekarang bisa membuatnya sendiri di rumah.

P5



KEGIATAN LIFE SKILL
PRAKTIK BERLATIH MENJAHIT 
dicontohkan oleh guru di kelas.







Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan diberikan kemudahan dalam memperoleh ilmu 

Kesimpulan kegiatan hari ini: Alhamdulillah kegiatan belajar di kelas hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Anak-anak memahami dengan baik materi pecahan bilangan dengan baik untuk pelajaran IPAS, bahasa indonesia, dan P5 sudah tuntas




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisi kisi SAS Kelas. Jumat, 29 November 2024

KISI KISI SAS  Hari, tanggal: Jumat, 29 November 2024  Kelas               : 4B SUMATIF AKHIR SEMESTER 1 (Ganjil)                           ...