Rabu, 04 November 2026

Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra Kamis 5 November 2026

 

Pelajaran 1 · Bahasa Indonesia

Imbuhan Ber- · Pertemuan Ke-2

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal: Kamis / 5 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Imbuhan Ber-

Pertemuan Ke: 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, pada elemen Menulis, peserta didik mampu menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam serta menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif untuk menulis sesuai konteks. Materi imbuhan ber- mendukung capaian ini melalui penggunaan kata turunan secara tepat dalam kalimat dan paragraf sederhana.

Rumusan diselaraskan dengan CP Bahasa Indonesia Fase B dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ber- dalam kalimat dengan benar.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: bermain susun kata dan kartu kalimatMeaningful: memakai kata ber- dalam cerita tentang kegiatan sehari-hariJoyful: bertukar cerita dan belajar dengan suasana menyenangkan

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik menganalisis penggunaan imbuhan ber- dalam kalimat, menentukan kata dasar, dan menjelaskan makna kata berdasarkan konteks.
  2. Peserta didik menyunting bentuk yang keliru lalu menulis paragraf pendek dengan beberapa kata ber- yang tepat dan bervariasi.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝٤

Latin: Allażī ‘allama bil-qalam(i).

Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”

Keterkaitan: membaca dan menulis membantu kita belajar serta menyampaikan gagasan. Pemahaman imbuhan ber- membuat kalimat yang ditulis lebih tepat dan mudah dipahami.

2. Pengajaran Materi

Guru membagikan potongan kata dasar dan kartu kalimat. Dalam kelompok kecil, murid memasangkan kata dasar dengan ber-, lalu menguji apakah kata yang terbentuk cocok untuk melengkapi kalimat. Murid membandingkan jawaban dan memberi alasan berdasarkan makna kalimat, bukan hanya menghafal bentuk kata.

3. Materi: menggunakan imbuhan ber- secara tepat

Awalan ber- ditambahkan di depan kata dasar dan ditulis serangkai. Makna kata yang terbentuk ditentukan oleh kata dasar dan konteks kalimat. Awalan ini dapat membentuk kata yang menyatakan melakukan kegiatan, memakai sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah/kebersamaan.

Makna dalam konteksKata dasar → kata ber-Contoh penggunaan
Melakukan kegiatanmain → bermain
lari → berlari
Setelah belajar, anak-anak bermain di halaman.
Memakai/menggunakansepeda → bersepeda
payung → berpayung
Rina berpayung saat berjalan dalam hujan.
Memiliki/mempunyaidaun → berdaun
buah → berbuah
Pohon mangga itu berbuah lebat.
Berada dalam keadaangembira → bergembira
istirahat → beristirahat
Kami bergembira setelah menyelesaikan tugas.
Jumlah/kebersamaandua → berdua
tiga → bertiga
Mereka bekerja bertiga membersihkan pojok baca.

Ingat bentuk khusus: kata dasar kerja membentuk bekerja, bukan berkerja. Kata dasar ajar membentuk belajar, bukan berajar. Bentuk seperti ini perlu diingat; jangan mengubah semua kata ber- dengan aturan yang sama.

Langkah menyunting kata ber-: (1) baca kalimat lengkap; (2) cari kata yang diawali ber-; (3) tentukan kata dasarnya; (4) tanyakan makna yang dibutuhkan kalimat; (5) periksa bentuk baku dan tulis serangkai.

Contoh soal 1 — Pilih berdasarkan konteks: “Karena hujan, Lani ___ saat berjalan pulang.” Pilih kata yang tepat: berpayung atau berambut.
Pembahasan: Jawaban berpayung, sebab konteks hujan memerlukan alat untuk melindungi diri. Berpayung berarti memakai/menggunakan payung.
Contoh soal 2 — Sunting cerita: “Dodi berkerja di kebun. Ia dan kakaknya berdua menanam bibit.” Temukan bentuk yang perlu diperbaiki.
Pembahasan: Berkerja diperbaiki menjadi bekerja. Kata berdua sudah tepat karena menunjukkan dua orang melakukan kegiatan bersama.
Tantangan “Editor Cilik”: Buat satu paragraf 3–4 kalimat tentang kegiatan di sekolah. Gunakan minimal tiga kata ber- dengan makna berbeda. Tukarkan paragraf dengan teman untuk memeriksa kata dasar, makna, dan bentuk bakunya.

4. Video Pembelajaran

Bab 3 Awalan Ber- / Bahasa Indonesia / Lihat Sekitar / Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka — video pembelajaran awalan ber-; halaman YouTube berisi judul, keterangan kelas, dan durasi video.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Dalam kalimat “Fajar berpayung menuju halte karena hujan”, kata berpayung bermakna …

A. memiliki banyak payung   B. menggunakan payung   C. membuat payung   D. menjual payung

2. Kalimat yang memakai bentuk kata baku adalah …

A. Kakak berkerja di perpustakaan.   B. Kakak bekerja di perpustakaan.   C. Kakak ber kerja di perpustakaan.   D. Kakak berkerjaan di perpustakaan.

3. “Pohon jambu itu berbuah lebat pada musimnya.” Makna berbuah dalam kalimat tersebut adalah …

A. memakai buah   B. memiliki/menghasilkan buah   C. bermain dengan buah   D. menghitung buah

4. Kalimat “Kami bertiga membuat majalah dinding” menjelaskan tiga orang yang bekerja bersama. Pernyataan yang tepat adalah …

A. bertiga menyatakan jumlah/kebersamaan   B. bertiga menyatakan memakai alat   C. bertiga berarti memiliki tiga majalah   D. bertiga menyatakan keadaan sedih

5. Perhatikan kalimat: “Murid-murid ___ saat kelompoknya berhasil menyelesaikan teka-teki.” Kata yang paling tepat adalah …

A. berdaun   B. bersepatu   C. bergembira   D. berpayung

B. Isian Singkat.

6. Kata dasar dari beristirahat adalah ….

7. Bentuk baku dari kata dasar kerja yang mendapat imbuhan ber- adalah ….

8. Pada kalimat “Mereka berdua membaca buku yang sama”, kata berdua menyatakan makna ….

C. Esai. Tuliskan alasan dan contoh kalimat.

9. Sunting kalimat berikut dan jelaskan dua perbaikan yang kamu lakukan: “Siti berkerja berdua bersama adiknya untuk merapikan buku.”

10. Buat paragraf 3–4 kalimat tentang kegiatan bersama teman. Gunakan tiga kata ber- dengan makna berbeda. Garisbawahi kata-kata tersebut, tuliskan kata dasarnya, lalu jelaskan maknanya dalam paragrafmu.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. B; 2. B; 3. B; 4. A; 5. C.

Isian: 6. istirahat; 7. bekerja; 8. jumlah dua orang yang melakukan kegiatan bersama.

Esai: 9. Contoh perbaikan: “Siti bekerja bersama adiknya untuk merapikan buku.” Perbaikan pertama: berkerja menjadi bekerja. Perbaikan kedua: kata berdua dihilangkan karena frasa “bersama adiknya” sudah menunjukkan bahwa Siti melakukan kegiatan berdua. Kalimat lain yang tetap benar dan tidak mengulang makna dapat diterima. 10. Jawaban beragam. Nilai ketepatan kata ber-, kata dasar, makna, dan keterpaduan paragraf.

Jawaban esai dapat menggunakan susunan kalimat lain selama bentuk kata dan maknanya tepat.

Kesimpulan

Imbuhan ber- ditulis serangkai dengan kata dasar. Maknanya dikenali dari konteks, seperti melakukan kegiatan, menggunakan sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah/kebersamaan. Bentuk khusus seperti bekerja dan belajar perlu diingat. Membaca ulang kalimat membantu kita menyunting kata dengan tepat.

Refleksi Pembelajaran

Pelajaran 1 · Matematika

Sifat-sifat bilangan dan operasinya

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Matematika

Hari / Tanggal: Kamis 5 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Sifat-sifat bilangan dan operasinya

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

CP Matematika Fase B mencakup pemahaman bilangan, termasuk menggunakan sifat-sifat operasi; murid juga mampu menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Materi pertemuan ini berfokus pada bagian tersebut.

Rumusan diringkas dari CP nasional 2025 untuk Fase B (kelas III–IV); keputusan perubahan CP tahun 2026 hanya mengubah CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid menggunakan sifat penjumlahan dan hubungan penjumlahan-pengurangan untuk memeriksa serta menyederhanakan perhitungan bilangan cacah.
  2. Murid menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan atau pengurangan bilangan cacah sampai 100 dan menjelaskan strategi yang digunakan.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: belajar melalui permainan kartu angkaMeaningful: mengaitkan hitungan dengan belanja dan benda sehari-hariJoyful: mencoba strategi bersama dengan suasana gembira

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengenali sifat komutatif, asosiatif, dan identitas pada penjumlahan, serta memahami bahwa urutan pengurangan mengubah hasil.
  2. Murid menggunakan hubungan kebalikan antara penjumlahan dan pengurangan untuk menemukan nilai yang belum diketahui sampai 100 serta memeriksa jawabannya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Ar-Rahman ayat 9

وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ ۝٩

Latin: Wa aqīmū al-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirū al-mīzān.

Terjemahan: “Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.”

Keterkaitan: berhitung dengan teliti dan memeriksa hasil membantu kita bersikap adil, misalnya saat membagi benda atau menghitung barang.

2. Pengajaran Materi

Guru memulai dengan kartu angka. Murid berpasangan, memilih dua kartu, lalu mencoba menukar urutan atau mengelompokkan bilangan untuk melihat apakah hasilnya tetap sama. Setelah itu, murid membahas teka-teki angka yang memiliki kotak kosong.

3. Materi: sifat operasi dan bilangan yang belum diketahui

Bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. Pada penjumlahan terdapat beberapa sifat yang memudahkan perhitungan:

SifatMaknaContoh
Komutatif (pertukaran)Urutan bilangan yang dijumlahkan dapat ditukar; hasil tetap.27 + 18 = 18 + 27 = 45
Asosiatif (pengelompokan)Pengelompokan bilangan yang dijumlahkan dapat diubah; hasil tetap.(12 + 8) + 5 = 12 + (8 + 5) = 25
Identitas penjumlahanMenambahkan 0 tidak mengubah bilangan.46 + 0 = 46

Perhatian: pengurangan tidak memiliki sifat komutatif. 42 − 17 = 25, tetapi 17 − 42 tidak sama dengan 25. Mengubah tanda kurung juga dapat mengubah hasil: (30 − 10) − 5 = 15, sedangkan 30 − (10 − 5) = 25.

Penjumlahan dan pengurangan saling berhubungan sebagai operasi kebalikan. Hubungan ini membantu mencari bilangan yang belum diketahui:

  • Jika □ + 24 = 61, maka □ = 61 − 24 = 37.
  • Jika 73 − □ = 29, maka □ = 73 − 29 = 44.
  • Jika □ − 18 = 26, maka □ = 26 + 18 = 44.
Contoh soal 1 — Persediaan buku: Perpustakaan memiliki 36 buku cerita dan menerima kiriman 28 buku lagi. Berapa jumlah buku sekarang?
Penyelesaian: 36 + 28 = (36 + 20) + 8 = 64. Jadi, ada 64 buku. Kita dapat memeriksa dengan 28 + 36 = 64.
Contoh soal 2 — Teka-teki: □ + 35 = 82. Bilangan apakah yang tepat?
Penyelesaian: 82 − 35 = 47. Pemeriksaan: 47 + 35 = 82. Jadi, □ = 47.
Tantangan “Temukan Angkanya!”
Buat satu kalimat matematika dengan kotak kosong, tukarkan dengan teman, lalu minta teman menjelaskan cara mengecek jawabannya. Pastikan semua bilangan dan hasilnya tidak lebih dari 100.

4. Video Pembelajaran

Sifat Operasi Hitung | Distributif, Asosiatif dan Komutatif — pengayaan mengenali sifat operasi hitung.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.

1. Nisa menghitung 38 + 26. Agar mudah, ia menukar urutan menjadi 26 + 38. Sifat yang digunakan adalah …

A. komutatif   B. identitas   C. pengurangan   D. pembagian

2. Rafi mengelompokkan 15 + 5 + 22 menjadi (15 + 5) + 22. Hasilnya 42. Alasan pengelompokan tersebut tidak mengubah hasil adalah sifat …

A. komutatif   B. asosiatif   C. identitas pengurangan   D. pembagian

3. Ibu memiliki 68 telur. Sebanyak 29 telur digunakan. Kotak kosong pada 68 − □ = 39 adalah …

A. 29   B. 30   C. 39   D. 97

4. Toko memiliki 47 pensil. Setelah menerima beberapa pensil, jumlahnya menjadi 82. Kalimat yang tepat untuk mencari pensil kiriman adalah …

A. 47 + □ = 82   B. 82 + □ = 47   C. 47 − 82 = □   D. 82 − 47 = 82

5. Dito berkata, “30 − 8 sama dengan 8 − 30 karena urutan bilangan boleh ditukar.” Tanggapan yang tepat adalah …

A. benar, semua operasi dapat ditukar   B. salah, sifat komutatif berlaku pada penjumlahan, bukan pengurangan   C. benar jika ditambah nol   D. salah karena 30 − 8 = 38

B. Isian Singkat.

6. 19 + 34 = 34 + □. Bilangan yang tepat adalah ….

7. □ − 27 = 45. Bilangan yang tepat adalah ….

8. Lengkapi strategi: 56 + 0 = □. Sifat yang digunakan disebut sifat ….

C. Esai. Tuliskan langkah dan alasanmu.

9. Perpustakaan kelas mempunyai 54 buku. Kelas menerima sejumlah buku hingga jumlah seluruhnya 90. Berapa buku yang diterima? Tuliskan kalimat matematika dan cara memeriksa jawaban.

10. Siti menyelesaikan 76 − □ = 28 dengan menjawab 48. Jelaskan mengapa jawaban Siti benar dan tunjukkan satu cara untuk memeriksanya.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. A; 2. B; 3. A; 4. A; 5. B.

Isian: 6. 19; 7. 72 (karena 45 + 27 = 72); 8. 56, identitas penjumlahan.

Esai: 9. 54 + □ = 90, jadi □ = 90 − 54 = 36. Pemeriksaan: 54 + 36 = 90. 10. Benar, sebab 76 − 48 = 28; pemeriksaan balik 28 + 48 = 76.

Jawaban esai dapat menggunakan strategi lain selama perhitungan dan alasannya benar.

Kesimpulan

Penjumlahan memiliki sifat komutatif, asosiatif, dan identitas. Pengurangan bergantung pada urutan bilangan. Hubungan penjumlahan dan pengurangan dapat dipakai untuk menemukan bilangan yang belum diketahui dan mengecek hasil.

Refleksi Pembelajaran


Selasa, 03 November 2026

Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-zahra Rabu 4 November 2026

 

Pelajaran 1 · Seni Rupa

Wawasan tentang seni cetak

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Hari / Tanggal: Rabu 4  November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Wawasan tentang seni cetak

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

CP Seni Rupa Fase B mencakup kemampuan mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada benda/karya, merefleksikan dan mengapresiasi karya diri serta teman dengan kosakata seni yang sesuai, mengenali dan menguji coba alat/bahan serta prosedur penggunaannya, membuat karya berdasarkan pengalaman dan pengamatan, serta menghasilkan karya yang mewakili perasaan atau harapan.

Rumusan diringkas dari CP Seni Rupa Fase B dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.

Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid menjelaskan hubungan teknik seni cetak/penggandaan dengan penyebaran gambar dan pengetahuan melalui penerbitan.
  2. Murid merancang dan membuat cetakan sederhana dengan bahan aman yang tersedia, lalu menjelaskan unsur rupa dan pesan karyanya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: bereksperimen membuat pola cetakMeaningful: memahami bagaimana gambar dan tulisan dapat disebarkanJoyful: berkarya dan mengapresiasi hasil teman

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati contoh hasil cetak, mengidentifikasi cara gambar atau tulisan diperbanyak, serta menghubungkan penerbitan dengan akses masyarakat terhadap informasi.
  2. Murid memilih alat dan bahan, membuat rancangan pola cetak sederhana, menghasilkan karya, kemudian menceritakan pesan dan prosesnya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝٤

Latin: Alladzī ‘allama bil-qalam.

Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”

Keterkaitan: tulisan membantu menyimpan pesan dan pengetahuan. Teknik cetak memungkinkan gambar atau tulisan diperbanyak sehingga dapat dibaca dan dipelajari lebih banyak orang.

2. Pengajaran Materi

Guru menunjukkan buku, kartu bergambar, kemasan, atau pola cetak sederhana. Murid mengamati bagian yang berulang dan menduga bagaimana gambar yang sama dapat dibuat berkali-kali. Guru mengaitkan pengamatan itu dengan buku dan bahan bacaan yang diterbitkan.

3. Materi: seni cetak, penerbitan, dan penyebaran ilmu

Seni cetak adalah kegiatan menghasilkan gambar atau tulisan melalui proses memindahkan bentuk dari suatu permukaan/cetakan ke media lain, misalnya kertas atau kain. Cetakan dapat digunakan berulang kali sehingga pola atau gambar yang sama bisa dibuat lebih dari satu.

IstilahMaknaContoh sederhana
Cetakan/matriksPermukaan atau alat yang membawa pola untuk dipindahkan.Potongan kentang berukir sederhana, spons berpola, atau stensil.
CetakProses memberi warna pada cetakan lalu menekankannya ke media.Stempel warna pada kertas.
PenerbitanProses menyiapkan, memperbanyak, dan menyebarkan bahan bacaan atau informasi.Buku, majalah, poster, dan lembar informasi.

Sebelum teknik cetak berkembang luas, naskah atau gambar perlu disalin satu per satu dengan tangan sehingga memerlukan waktu. Berbagai teknik cetak memungkinkan salinan dibuat lebih banyak. Ketika teknologi penerbitan berkembang, buku, gambar, dan informasi dapat disebarkan kepada lebih banyak pembaca. Jadi, hubungan seni cetak dengan ilmu pengetahuan adalah: gagasan ditulis atau digambar → dibuat dalam bentuk yang dapat diperbanyak → diterbitkan dan disebarkan → lebih banyak orang dapat belajar.

Gambar cetak juga membawa informasi visual. Poster kesehatan, peta, diagram, sampul buku, dan ilustrasi membantu pembaca memahami pesan. Karya cetak yang baik mempertimbangkan garis, bentuk, warna, pola, pengulangan, keterbacaan, serta tujuan pesannya.

Langkah membuat karya cetak aman

  1. Tentukan pesan atau tema, misalnya ajakan membaca atau menjaga kebersihan.
  2. Rancang pola sederhana dengan bentuk yang mudah dikenali.
  3. Pilih bahan aman: spons, gulungan karton berpola, stensil kertas tebal, atau sayuran bertekstur. Jika memakai kentang/ketela, bagian pemotongan dilakukan oleh guru/orang dewasa; murid tidak memakai pisau tajam.
  4. Oleskan sedikit cat yang aman dan dapat dicuci pada permukaan pola.
  5. Tekan cetakan tegak di atas kertas, angkat perlahan, lalu ulangi dengan jarak atau warna yang direncanakan.
  6. Biarkan kering. Amati apakah pola terbaca dan apakah hasil cetak sesuai dengan pesan.

Unsur rupa yang diamati: bentuk (apa yang tercetak), garis (tepi atau arah pola), warna (warna yang dipilih), tekstur (kesan permukaan), dan pola/pengulangan. Setelah berkarya, murid dapat mengapresiasi dengan kalimat: “Saya melihat …; bagian yang paling jelas adalah …; pesan karya ini ….”

Contoh soal 1: Sebuah sekolah ingin menyebarkan pesan “Ayo Membaca” melalui 30 kartu bergambar yang seragam. Mengapa teknik cetak berguna?
Jawaban: Satu pola/cetakan dapat digunakan berkali-kali sehingga kartu serupa dapat dibuat lebih cepat dan pesan menjangkau lebih banyak murid.
Contoh soal 2: Kamu membuat cetak daun berwarna hijau untuk poster taman. Unsur rupa apa yang membantu penonton mengenali daun?
Jawaban: Bentuk dan tekstur urat daun, dibantu warna serta pengulangan pola.
Tantangan “Cetak dan Ceritakan”: Buat satu kartu cetak bertema ilmu atau kebiasaan baik. Ulangi pola minimal tiga kali. Berpasangan, jelaskan pesan, bahan yang digunakan, dan bagian karya yang paling berhasil. Beri tanggapan sopan kepada teman.

4. Video Pembelajaran

Membuat Stempel dari Kentang dan Ketela | Fase B Kelas IV · Kanal Vivi Wahyuni; contoh praktik cetak sederhana.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.

1. Sebuah perpustakaan ingin membuat 40 penanda buku dengan gambar yang sama. Cara yang paling efisien adalah …

A. menggambar ulang satu per satu tanpa contoh   B. menggunakan satu cetakan beberapa kali   C. membuat setiap buku dari awal   D. menulis pesan berbeda pada seluruh kartu

2. Mengapa teknik cetak membantu penyebaran ilmu pengetahuan?

A. karena salinan tulisan/gambar dapat dibuat lebih banyak   B. karena buku menjadi tidak perlu dibaca   C. karena semua informasi pasti benar   D. karena cetakan menghapus isi tulisan

3. Untuk membuat pola bintang berulang dengan rapi, bagian yang paling penting dipersiapkan adalah …

A. cetakan/matriks berpola bintang   B. kertas yang sudah dibasahi   C. gunting berlari   D. cat yang dituang berlebihan

4. Hasil cetak poster sulit dibaca karena tulisan tertutup banyak pola. Perbaikan terbaik adalah …

A. menambah pola di atas tulisan   B. membuat pola lebih sederhana dan menyisakan ruang untuk tulisan   C. menggunakan semua warna sekaligus   D. mencetak tanpa melihat rancangan

5. Murid ingin mengukir kentang untuk membuat stempel. Langkah keselamatan yang tepat adalah …

A. mengukir dengan pisau tajam sendiri   B. meminta bantuan guru/orang dewasa untuk memotong   C. berlari sambil membawa pisau   D. mengoles cat pada tangan lalu menepuk teman

B. Isian Singkat.

6. Permukaan atau alat yang membawa pola untuk dipindahkan saat proses cetak disebut ….

7. Sebutkan satu contoh bahan bacaan/informasi yang disebarkan melalui penerbitan: ….

8. Salah satu unsur rupa yang dapat membantu gambar cetak mudah dikenali, misalnya bentuk, garis, warna, atau ….

C. Esai. Sertakan alasan dan gagasanmu.

9. Kelasmu membuat poster ajakan hemat air yang akan ditempel di beberapa tempat. Jelaskan rancangan pola cetak yang akan kamu pilih, bahan aman yang digunakan, dan mengapa gambar serta tulisan perlu dibuat jelas.

10. Jelaskan urutan bagaimana sebuah gagasan dapat sampai kepada banyak orang melalui tulisan, teknik cetak, dan penerbitan. Berikan satu contoh informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. B; 2. A; 3. A; 4. B; 5. B.

Isian: 6. Cetakan/matriks; 7. buku, majalah, poster, atau lembar informasi; 8. tekstur atau pola (jawaban lain yang tepat juga diterima).

Esai: 9. Contoh: pola tetes air atau daun dari spons/stensil, cat yang dapat dicuci, diulang secukupnya; tulisan “Tutup Keran” dibuat jelas agar pesan terbaca. Kentang boleh digunakan apabila dipotong oleh orang dewasa. 10. Gagasan ditulis/digambar, disiapkan sebagai bentuk cetak, diperbanyak, lalu diterbitkan/disebarkan sehingga lebih banyak orang dapat membacanya; contoh poster cuci tangan atau buku pengetahuan.

Terima jawaban lain selama rancangan sesuai tema, aman, dan alasan tentang penyebaran pesan tepat.

Kesimpulan

Seni cetak memindahkan pola dari suatu cetakan ke media dan memungkinkan gambar atau tulisan diperbanyak. Penerbitan membantu menyebarkan bacaan dan pengetahuan ke lebih banyak orang. Karya cetak yang efektif memakai bentuk, warna, garis, dan pola secara terencana, serta dibuat dengan alat dan bahan yang aman.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid dapat menjelaskan manfaat penggandaan gambar/tulisan dan mencoba merancang pola cetak. Sebagian murid masih memerlukan bimbingan menyederhanakan desain agar pesan mudah dibaca dan menggunakan alat/bahan secara aman.

Pelajaran 1 · Imbuhan Ber-

Bahasa Indonesia · Pertemuan ke-1

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal: Rabu  4 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Imbuhan Ber-

Pertemuan Ke: 1

Catatan kalender: pada permintaan awal tertulis Selasa, sedangkan 4 November 2026 jatuh pada hari Rabu.

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, elemen Menulis menargetkan murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam serta menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif untuk menulis sesuai konteks. Pembelajaran imbuhan ber- mendukung capaian tersebut melalui latihan membentuk kata dan menggunakannya secara tepat dalam kalimat.

CP diringkas dari Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Perubahan CP tahun 2026 mencakup Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan rumusan Bahasa Indonesia ini.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan/imbuhan ber- dalam kalimat dengan benar, sesuai makna dan konteksnya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: berlatih melalui permainan susun kataMeaningful: memakai kata ber- dalam cerita dan pengalaman nyataJoyful: belajar bersama dengan suasana menyenangkan

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenali imbuhan ber-, memisahkan kata dasar dan imbuhan, serta menyimpulkan makna kata ber- melalui contoh dalam kalimat.
  2. Peserta didik memilih bentuk kata ber- yang tepat, memperbaiki penggunaan yang keliru, dan menulis kalimat sesuai konteks.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝٤

Latin: Allażī ‘allama bil-qalam(i).

Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”

Keterkaitan: ayat ini mengingatkan pentingnya tulisan dalam belajar. Dengan memahami imbuhan ber-, murid dapat memilih kata dan menyusun kalimat tertulis dengan lebih jelas dan tepat.

2. Pengajaran Materi

Guru membacakan cerita pendek tentang kegiatan di sekolah. Murid menandai kata yang diawali ber-, lalu menyebutkan kata dasarnya dan menjelaskan maknanya berdasarkan kalimat. Setelah itu, murid mencoba menyusun kata ber- untuk melengkapi cerita sederhana.

3. Materi: memahami imbuhan ber-

Imbuhan adalah bunyi atau bentuk yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru dan menambah atau mengubah maknanya. Jika ditambahkan di depan kata dasar, imbuhan itu disebut awalan. Awalan ber- ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Makna kata ber- perlu dipahami dari kalimat. Makna yang sering dijumpai antara lain melakukan kegiatan, memakai atau menggunakan sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan tertentu, serta menunjukkan jumlah atau kebersamaan.

Makna dalam konteksKata ber-Contoh kalimat
Melakukan kegiatanberlari, bermain, berenangRani berlari mengelilingi lapangan.
Memakai atau menggunakanbersepeda, berbaju, bersepatuFahmi bersepeda ke taman.
Memiliki atau mempunyaiberambut, berdaun, beruangPohon mangga itu berdaun lebat.
Berada dalam keadaanbergembira, bersedihAnak-anak bergembira saat bermain.
Menunjukkan jumlah/kebersamaanberdua, bertigaMereka bekerja berdua menyusun buku.

Cara membentuk dan menggunakan kata ber-

  1. Temukan kata dasar, misalnya main.
  2. Tambahkan awalan ber- dan tulis serangkai: bermain.
  3. Masukkan kata itu ke dalam kalimat yang sesuai: “Kami bermain congklak saat istirahat.”
  4. Baca kembali kalimat dan pastikan bentuk kata serta maknanya tepat.

Perhatikan bentuk khusus: beberapa kata mempunyai bentuk baku yang perlu diingat. Kata dasar kerja membentuk kata bekerja (bukan berkerja). Kata dasar ajar membentuk kata belajar (bukan berajar). Bentuk kata lainnya tetap harus dipilih sesuai kata dasar dan kaidah bahasa Indonesia.

Contoh soal 1 — Kenali bagian kata: Pada kalimat “Dimas bersepeda ke rumah nenek”, tentukan kata ber- dan kata dasarnya.
Pembahasan: Kata ber- adalah bersepeda. Kata dasarnya sepeda. Dalam kalimat ini, bersepeda berarti melakukan kegiatan dengan menggunakan sepeda.
Contoh soal 2 — Perbaiki kalimat: “Ibu berkerja di kebun setiap pagi.” Apakah penulisannya sudah tepat?
Pembahasan: Belum tepat. Kata dasar kerja membentuk kata baku bekerja. Kalimat yang benar: “Ibu bekerja di kebun setiap pagi.”
Aktivitas “Detektif Ber-”: Berpasangan, cari tiga kata ber- dalam cerita atau bacaan kelas. Catat kata dasar dan maknanya. Pilih satu kata, lalu buat kalimat baru yang maknanya mudah dipahami teman.

4. Video Pembelajaran

Awalan Ber (Pengertian, Perubahan Bentuk, dan Fungsi) | Materi Bahasa Indonesia | Imbuhan Ber — video pembelajaran tentang bentuk dan fungsi imbuhan ber-.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Dalam kalimat “Aisyah bersepeda ke perpustakaan”, kata bersepeda paling tepat bermakna …

A. memiliki sebuah sepeda saja   B. melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda   C. memperbaiki sepeda   D. menjual sepeda

2. Kalimat yang menggunakan bentuk kata baku adalah …

A. Ayah berkerja di kebun.   B. Ayah bekerja di kebun.   C. Ayah berkerjaan di kebun.   D. Ayah ber kerja di kebun.

3. “Pohon jambu di halaman sekolah berbuah lebat.” Makna kata berbuah pada kalimat tersebut adalah …

A. sedang membuat buah   B. mempunyai/menghasilkan buah   C. memakai buah   D. menghitung buah

4. Riko menulis, “Kami berdua mengerjakan poster.” Ia ingin menjelaskan bahwa dua anak bekerja bersama. Mengapa kata berdua tepat digunakan?

A. menunjukkan jumlah orang yang melakukan kegiatan bersama   B. menunjukkan alat yang dipakai   C. menunjukkan kegiatan berlari   D. menunjukkan keadaan sedih

5. Setelah hujan reda, murid-murid ___ bersama di halaman sekolah. Kata ber- yang paling sesuai untuk melengkapi kalimat adalah …

A. bermain   B. bersepatu   C. berambut   D. berbuah

B. Isian Singkat. Lengkapi jawaban dengan tepat.

6. Kata dasar dari bermain adalah ….

7. Bentuk baku dari ber + ajar adalah ….

8. Pada kalimat “Mereka bertiga membersihkan kelas”, kata bertiga menunjukkan makna ….

C. Esai. Tuliskan jawaban dengan alasan yang jelas.

9. Perbaiki penulisan imbuhan dalam kalimat berikut, lalu jelaskan kesalahannya: “Kakak berkerja di kebun. Sepulang kerja, Kakak bersepeda menuju rumah.”

10. Bayangkan kamu sedang mengikuti kegiatan di sekolah. Tulislah tiga kalimat pendek yang saling berkaitan dan gunakan sedikitnya tiga kata ber- dengan makna yang berbeda. Garisbawahi kata ber- yang kamu gunakan, lalu jelaskan maknanya.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. B; 2. B; 3. B; 4. A; 5. C.

Isian: 6. main; 7. belajar; 8. jumlah tiga orang yang melakukan kegiatan bersama.

Esai: 9. “Kakak bekerja di kebun. Sepulang kerja, Kakak bersepeda menuju rumah.” Bentuk baku kata dari dasar kerja adalah bekerja, bukan berkerja. 10. Contoh: “Kami berkumpul di kelas. Siti berbaju olahraga. Kami bergembira saat bermain.” Makna: berkumpul = berada bersama; berbaju = memakai baju; bergembira = berada dalam keadaan gembira.

Jawaban esai dapat bervariasi. Nilai ketepatan bentuk kata, kecocokan makna dengan konteks, dan kejelasan kalimat.

Kesimpulan

Awalan ber- ditulis serangkai dengan kata dasar dan membentuk kata baru. Maknanya ditentukan oleh konteks, misalnya melakukan kegiatan, memakai sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah. Bentuk tertentu memiliki penulisan khusus, seperti bekerja dan belajar. Gunakan kata ber- dalam kalimat yang jelas dan sesuai makna.

Refleksi Pembelajaran

Pendidikan Pancasila: Hak dan Kewajiban

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal: Rabu 4 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Hak dan Kewajiban

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, murid mengidentifikasi dan melaksanakan aturan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal; mengidentifikasi serta menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah. Materi ini berfokus pada hak dan kewajiban murid di lingkungan sekolah.

CP diringkas dari Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Keputusan No. 020 Tahun 2026 mengubah bagian CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan Pendidikan Pancasila. Naskah CP resmi 2025 · Perubahan CP 2026.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat mengidentifikasi dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga sekolah.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: Murid mengikuti permainan kartu “Hak, Kewajiban, atau Keduanya?” berdasarkan situasi di sekolah. Meaningful: Murid menghubungkan materi dengan aturan kelas dan pengalaman nyata sebagai warga sekolah. Joyful: Murid bermain peran dalam kelompok untuk memperagakan perilaku yang menghormati hak dan menjalankan kewajiban.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi contoh hak dan kewajiban warga sekolah serta menjelaskan perbedaannya melalui situasi sehari-hari.
  2. Murid memilih dan mempraktikkan perilaku yang menjalankan kewajiban sekaligus menghormati hak orang lain di sekolah.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu kita bertambah menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Pencipta, Allah Maha Memelihara, dan Allah Maha Pemberi rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala — kutipan bagian relevan Surah Al-Mā’idah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā wa lā ta‘āwanū ‘alal-iṡmi wal-‘udwān.

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Sumber teks, transliterasi, dan terjemahan: Al-Qur’an NU Online, Al-Mā’idah 5:2.

Keterkaitan: Warga sekolah hidup bersama dan saling membutuhkan. Menjalankan kewajiban, seperti menjaga kebersihan dan mematuhi kesepakatan kelas, merupakan bentuk kerja sama yang membantu setiap murid menikmati haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman.

2. Pengajaran Materi

Pengertian hak dan kewajiban

Hak adalah sesuatu yang patut diterima atau dinikmati seseorang. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan tanggung jawab. Di sekolah, hak dan kewajiban berjalan berdampingan. Hak seorang murid tidak boleh digunakan untuk mengganggu hak murid lain.

Situasi sekolahContoh hakContoh kewajiban
Kegiatan belajarMendapat penjelasan dan kesempatan bertanya.Mendengarkan saat orang lain berbicara dan mengikuti pembelajaran.
Lingkungan kelasMenggunakan ruang belajar yang aman dan bersih.Menjaga kebersihan dan merawat fasilitas bersama.
PergaulanDihormati serta tidak dirundung atau dibeda-bedakan.Menghormati teman, tidak mengejek, dan menyelesaikan perbedaan dengan santun.
Fasilitas sekolahMenggunakan buku, perpustakaan, dan alat belajar sesuai aturan.Mengembalikan barang pada tempatnya dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Bagaimana hak dan kewajiban saling terkait?

Contohnya, setiap murid berhak belajar di kelas yang bersih. Agar hak itu terjaga, semua warga kelas berkewajiban membuang sampah pada tempatnya dan menjalankan piket. Kewajiban bukan hukuman; kewajiban membantu kehidupan bersama berlangsung tertib, adil, dan aman.

Langkah mengambil keputusan dalam situasi sekolah

  1. Kenali situasinya. Apa yang terjadi dan siapa yang terlibat?
  2. Tentukan hak siapa yang perlu dihormati dan kewajiban apa yang harus dilakukan.
  3. Pilih tindakan yang aman, adil, sesuai aturan, dan tidak merugikan orang lain.
  4. Jika masalah belum selesai, bicarakan dengan santun dan mintalah bantuan guru atau orang dewasa tepercaya.

Contoh Soal Materi

Contoh 1. Raka ingin membaca buku perpustakaan untuk tugas. Sebutkan hak Raka dan dua kewajibannya saat memakai buku.

Contoh jawaban: Raka berhak menggunakan buku perpustakaan sesuai aturan. Ia berkewajiban menjaga buku agar tidak rusak dan mengembalikannya tepat waktu.

Contoh 2. Setelah kegiatan membuat prakarya, kelas menjadi kotor. Beberapa murid ingin langsung bermain. Apa tindakan yang menunjukkan keseimbangan hak dan kewajiban?

Contoh jawaban: Murid membersihkan sisa bahan dan mengembalikan alat terlebih dahulu, lalu menggunakan waktu bermain sesuai kesepakatan. Dengan begitu, kelas kembali nyaman untuk semua.

Video Pembelajaran

HAK DAN KEWAJIBAN || PPKN KELAS 4 - BAB 2 || KURIKULUM MERDEKA

Video oleh BIMBEL ONLINE. Judul, deskripsi, dan topiknya diperiksa. Guru dapat meminta murid mencatat satu hak dan satu kewajiban yang dicontohkan dalam video.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

Misi kelas: Jadilah “Detektif Warga Sekolah”! Analisis situasi, tentukan hak dan kewajiban yang terkait, lalu pilih tindakan yang paling bertanggung jawab.

A. Pilihan Ganda

1. Saat diskusi, Dini ingin menyampaikan pendapat. Tindakan yang paling baik agar hak Dini dan teman-temannya sama-sama dihormati adalah …

  1. Dini berbicara terus tanpa memberi kesempatan teman lain.
  2. Dini mengangkat tangan, menyampaikan pendapat dengan santun, dan mendengarkan giliran teman.
  3. Dini meninggalkan kelas ketika teman berbicara.
  4. Dini meminta teman tidak bertanya.

2. Kelas mendapat hak menggunakan bola sekolah. Setelah bermain, bola tertinggal di lapangan. Kewajiban yang paling berkaitan dengan hak tersebut adalah …

  1. Membawa bola pulang.
  2. Mengembalikan bola ke tempat penyimpanan dan melaporkan jika rusak.
  3. Menyembunyikan bola agar tidak dipakai kelas lain.
  4. Membiarkannya di lapangan.

3. Niko melihat temannya diejek karena berbeda bahasa daerah. Tindakan yang paling sesuai dengan hak dan kewajiban warga sekolah adalah …

  1. Ikut mengejek supaya dianggap lucu.
  2. Mengabaikan karena bukan urusannya.
  3. Menghentikan ejekan dengan aman, mengajak teman menghormati perbedaan, dan meminta bantuan guru bila perlu.
  4. Menyebarkan cerita itu di grup kelas.

4. Beberapa murid mengusulkan piket hanya dilakukan oleh murid yang duduk paling depan. Agar keputusan lebih adil, kelas sebaiknya …

  1. Menerima usul tanpa berdiskusi.
  2. Membuat jadwal bergiliran yang disepakati dan membagi tugas secara wajar.
  3. Menghapus kegiatan piket.
  4. Meminta satu murid membersihkan seluruh kelas setiap hari.

5. Seorang murid merusak alat peraga saat bermain, lalu berkata bahwa ia tetap berhak memakai alat sekolah. Penilaian terbaik terhadap pernyataan itu adalah …

  1. Benar, hak memakai fasilitas berarti boleh melakukan apa saja.
  2. Kurang tepat; hak menggunakan fasilitas harus disertai kewajiban menjaga dan bertanggung jawab atas kerusakan.
  3. Benar jika tidak ada guru.
  4. Salah karena murid tidak pernah boleh memakai alat sekolah.

B. Isian

1. Sesuatu yang patut diterima atau dinikmati seseorang disebut ….

2. Kewajiban murid setelah meminjam buku perpustakaan adalah ….

3. Tuliskan satu tindakan yang dapat dilakukan jika hak seorang teman untuk belajar dengan aman terganggu.

C. Esai

1. Kelasmu memiliki hak menggunakan taman sekolah saat istirahat. Namun, setelah digunakan, banyak bungkus makanan tertinggal. Jelaskan hak dan kewajiban yang terlibat, lalu usulkan dua langkah agar taman tetap nyaman bagi semua.

2. Kelompokmu membuat aturan bahwa hanya murid yang aktif menjawab boleh memakai alat praktik. Apakah aturan itu adil? Jelaskan alasanmu dan usulkan aturan yang lebih baik.

Kesimpulan

Hak adalah sesuatu yang patut diterima, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan tanggung jawab. Di sekolah, hak belajar, merasa aman, dan menggunakan fasilitas berjalan bersama kewajiban mengikuti aturan, menjaga lingkungan, merawat fasilitas, serta menghormati hak orang lain.

Refleksi Pembelajaran

Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra Kamis 5 November 2026

  Pelajaran 1 · Bahasa Indonesia Imbuhan Ber- · Pertemuan Ke-2 Identitas Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesi...