MATERI AJAR HARIAN
Matematika • Seni Rupa • IPAS • Pancasila
Fase B / Kelas 4 Fatimah Az-Zahra — Selasa, 15 September 2026
PELAJARAN 1
Matematika — Mengenal Kelipatan dan Faktor
Identitas
| Nama Guru | : | Dessy Puji Astuti , S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Hari / Tanggal | : | Selasa / 15 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Fatimah Az-Zahra |
| Materi | : | Mengenal Kelipatan dan Faktor |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid mengenal kelipatan dan faktor.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain "cari pasangan" — melingkari bilangan yang sama pada dua daftar kelipatan berbeda yang ditulis di papan tulis.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa mencari kesamaan (persekutuan) antara dua bilangan membantu menyelesaikan masalah sehari-hari, seperti menentukan jadwal yang bertepatan atau membagi barang secara merata.
Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan kelompok "Berburu Bilangan Kembar" menggunakan kartu angka kelipatan dan faktor.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengulas kembali konsep kelipatan dan faktor suatu bilangan, kemudian mengenal konsep kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dari dua bilangan, lalu berlatih menentukan kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dalam soal sederhana.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Ya-Sin (36): 36
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
"Subhaanal-ladzii khalaqal-azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul-ardhu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya'lamuun"
Artinya: "Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."
Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Hari ini kita juga akan mencari "pasangan" atau kesamaan nilai antara dua bilangan, yaitu kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mencari kelipatan dan faktor dari satu bilangan. Hari ini kita akan belajar mencari kelipatan dan faktor yang sama-sama dimiliki oleh dua bilangan.
Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama (bersekutu) dari dua bilangan atau lebih. Caranya: tuliskan kelipatan masing-masing bilangan, lalu cari bilangan yang muncul pada kedua daftar.
| Bilangan | Kelipatan |
|---|---|
| 4 | 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, ... |
| 6 | 6, 12, 18, 24, 30, 36, ... |
Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah 12, 24, 36, ... Kelipatan persekutuan yang paling kecil (12) disebut Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).
Faktor persekutuan adalah faktor yang sama (bersekutu) dari dua bilangan atau lebih. Caranya: tuliskan faktor masing-masing bilangan, lalu cari bilangan yang muncul pada kedua daftar.
| Bilangan | Faktor |
|---|---|
| 12 | 1, 2, 3, 4, 6, 12 |
| 18 | 1, 2, 3, 6, 9, 18 |
Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6. Faktor persekutuan yang paling besar (6) disebut Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).
Contoh Soal 1: Tentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari 3 dan 5!
Pembahasan: Kelipatan 3: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, ... Kelipatan 5: 5, 10, 15, 20, 25, 30, ... Kelipatan persekutuan dari 3 dan 5 adalah 15, 30, dan 45.
Contoh Soal 2: Tentukan faktor persekutuan dari 16 dan 24!
Pembahasan: Faktor 16: 1, 2, 4, 8, 16. Faktor 24: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24. Faktor persekutuan dari 16 dan 24 adalah 1, 2, 4, dan 8.
b. Video Pembelajaran
Kelipatan Persekutuan dari Dua Bilangan – Matematika Kelas 4 SDKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 yang pertama adalah ...
- A. 4
- B. 5
- C. 6
- D. 8
- Faktor persekutuan dari 8 dan 12 adalah ...
- A. 1, 2, 4
- B. 1, 2, 3, 4
- C. 2, 4, 6
- D. 1, 4, 8
- Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 4 dan 10 adalah ...
- A. 14
- B. 20
- C. 40
- D. 10
- Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 18 dan 24 adalah ...
- A. 3
- B. 6
- C. 9
- D. 12
- Dua kelipatan persekutuan pertama dari 6 dan 9 adalah ...
- A. 12 dan 24
- B. 18 dan 36
- C. 9 dan 18
- D. 18 dan 27
II. Isian Singkat
- Faktor persekutuan dari 10 dan 15 adalah ...
- Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 3 dan 4 adalah ...
- Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 20 dan 30 adalah ...
III. Esai
- Dua buah lonceng dibunyikan bersamaan. Lonceng A berbunyi setiap 4 menit, dan lonceng B berbunyi setiap 6 menit. Tentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari 4 dan 6, lalu tentukan pada menit ke berapa kedua lonceng akan berbunyi bersamaan lagi untuk pertama kalinya!
- Bu Ani mempunyai 18 apel dan 24 jeruk yang akan dibagikan sama rata ke beberapa keranjang tanpa sisa. Tentukan faktor persekutuan dari 18 dan 24, lalu tentukan jumlah keranjang paling banyak yang bisa digunakan!
Kesimpulan
Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama dimiliki oleh dua bilangan atau lebih, sedangkan faktor persekutuan adalah faktor yang sama dimiliki oleh dua bilangan atau lebih. Kelipatan persekutuan terkecil disebut KPK, dan faktor persekutuan terbesar disebut FPB.
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 2
Seni Rupa — Bendera Hias
Identitas
| Nama Guru | : | Dessy Puji Astuti, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Seni Rupa |
| Hari / Tanggal | : | Selasa / 15 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Fatimah Az-Zahra |
| Materi | : | Bendera Hias |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek), Unit 4 "Membuat Bendera Hias dari Kertas":
"Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain "tebak bendera" — mencocokkan gambar berbagai bendera dengan fungsinya masing-masing secara berkelompok.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa bendera bukan sekadar hiasan, melainkan juga simbol identitas dan pembawa pesan tertentu.
Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan memilah kartu gambar bendera ke dalam kategori bentuk dan fungsi yang tepat, ditemani musik ceria saat berdiskusi kelompok.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengamati berbagai contoh bendera di sekitarnya, kemudian mengidentifikasi bentuk-bentuk bendera (persegi panjang, segitiga, dan bentuk khusus), lalu mengklasifikasikan bendera-bendera tersebut berdasarkan fungsinya (bendera negara, bendera hias, dan bendera isyarat).
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Fatir (35): 27 (penggalan)
وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ
"Wa minal-jibaali judadum biidhuw wa humrum mukhtalifun alwaanuhaa wa garaabiibu suud"
Artinya: "Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya, dan ada (pula) yang hitam pekat."
Keterkaitan: Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan alam dengan beraneka warna, seperti merah, putih, dan hitam. Warna-warna ini juga sering digunakan manusia untuk membuat lambang atau bendera, seperti warna merah dan putih pada bendera Indonesia yang masing-masing memiliki makna tersendiri.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Bendera adalah sehelai kain (atau bahan lain) yang diberi warna dan/atau lambang tertentu, biasanya dikibarkan pada tiang sebagai tanda atau lambang sesuatu. Bendera merupakan produk seni rupa yang mengandung unsur desain (rancangan), warna, dan komposisi (susunan elemen agar terlihat serasi dan indah), sekaligus mengandung unsur budaya sebagai lambang identitas suatu negara atau kelompok.
| Bentuk Bendera | Contoh Penggunaan |
|---|---|
| Persegi panjang | Bendera negara, seperti bendera Merah Putih Indonesia |
| Segitiga (pataka/umbul-umbul) | Hiasan atau panji pada acara perayaan |
| Bentuk khusus | Misalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya |
| Jenis Bendera (Fungsi) | Contoh |
|---|---|
| Bendera negara | Bendera Merah Putih – lambang identitas dan kedaulatan bangsa |
| Bendera organisasi/daerah | Bendera sekolah, bendera pramuka – lambang identitas kelompok |
| Bendera hias | Umbul-umbul warna-warni – mempercantik suasana perayaan |
| Bendera isyarat | Bendera start balapan, bendera di pelabuhan – sebagai tanda/sinyal |
Bendera Merah Putih Indonesia memiliki makna khusus: warna merah melambangkan keberanian, dan warna putih melambangkan kesucian.
Contoh Soal 1: Sebutkan tiga bentuk bendera yang kamu ketahui, beserta satu contoh penggunaannya masing-masing!
Pembahasan: (1) Persegi panjang – digunakan pada bendera negara seperti bendera Merah Putih. (2) Segitiga (pataka/umbul-umbul) – digunakan sebagai hiasan pada acara perayaan. (3) Bentuk khusus – misalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya.
Contoh Soal 2: Klasifikasikan bendera-bendera berikut berdasarkan fungsinya: bendera Merah Putih, umbul-umbul warna-warni untuk pesta ulang tahun, dan bendera start pada perlombaan lari!
Pembahasan: Bendera Merah Putih berfungsi sebagai lambang identitas negara. Umbul-umbul warna-warni berfungsi sebagai hiasan untuk mempercantik acara. Bendera start berfungsi sebagai isyarat/tanda dimulainya perlombaan.
b. Video Pembelajaran
Seni Rupa Kelas 4 Unit 4 – Membuat Bendera HiasKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Bendera yang berfungsi sebagai lambang identitas suatu negara disebut bendera ...
- A. hias
- B. negara
- C. isyarat
- D. organisasi
- Warna merah pada bendera Indonesia melambangkan ...
- A. kesucian
- B. keberanian
- C. kedamaian
- D. kemakmuran
- Bentuk bendera yang paling umum digunakan sebagai bendera negara adalah ...
- A. lingkaran
- B. segitiga
- C. persegi panjang
- D. bintang
- Umbul-umbul warna-warni yang dipasang saat acara ulang tahun berfungsi sebagai ...
- A. lambang negara
- B. hiasan/dekorasi
- C. alat komunikasi
- D. tanda bahaya
- Unsur seni rupa yang berkaitan dengan susunan warna dan bentuk pada bendera agar terlihat serasi disebut ...
- A. komposisi
- B. tekstur
- C. gerak
- D. ruang
II. Isian Singkat
- Warna putih pada bendera Indonesia melambangkan ...
- Bendera berbentuk segitiga yang sering digunakan sebagai hiasan atau panji disebut ...
- Bendera yang digunakan sebagai tanda dimulainya sebuah perlombaan disebut bendera ...
III. Esai
- Amati bendera sekolahmu atau bendera organisasi yang kamu ketahui. Jelaskan bentuk, warna, dan fungsinya!
- Jika kamu diminta merancang sebuah bendera hias untuk mewakili kelasmu, jelaskan bentuk, warna, dan lambang apa yang akan kamu gunakan beserta alasannya!
Kesimpulan
Bendera adalah produk seni rupa yang mengandung unsur desain, warna, dan komposisi, serta memiliki berbagai bentuk (persegi panjang, segitiga, bentuk khusus) dan fungsi (bendera negara, organisasi, hias, dan isyarat) yang berbeda-beda.
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 3
IPAS — Gaya Magnet
Identitas
| Nama Guru | : | Dessy Puji Astuti, S.Pd., |
| Mata Pelajaran | : | IPAS |
| Hari / Tanggal | : | Selasa / 15 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Fatimah Az-Zahra |
| Materi | : | Gaya Magnet |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.
Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)
وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ
"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"
Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."
Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:
- Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
- Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.
Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:
- Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
- Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
- Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
- Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
- Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.
Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).
Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!
Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).
Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!
Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.
b. Video Pembelajaran
Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
- A. penggaris plastik
- B. paku besi
- C. karet penghapus
- D. kertas
- Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
- A. tarik-menarik
- B. tolak-menolak
- C. tidak terjadi apa-apa
- D. kedua magnet pecah
- Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
- A. tengah magnet
- B. kedua ujung (kutub) magnet
- C. seluruh permukaan sama kuat
- D. hanya di kutub selatan
- Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
- A. termometer
- B. kompas
- C. jam dinding
- D. penggaris
- Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
- A. tidak dijatuhkan berulang kali
- B. tidak dipukul-pukul
- C. disimpan di tempat yang aman
- D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali
II. Isian Singkat
- Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
- Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
- Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.
III. Esai
- Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
- Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
Kesimpulan
Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 1
Pendidikan Pancasila — Aturan di Lingkungan Sekitar
Identitas
| Nama Guru | : | Dessy Puji Astuti, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Pendidikan Pancasila |
| Hari / Tanggal | : | Selasa / 15 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Fatimah Az-Zahra |
| Materi | : | Aturan di Lingkungan Sekitar |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara; mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari; serta melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama dan menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain peran (role play) mensimulasikan situasi mematuhi dan melanggar aturan di rumah maupun di sekolah.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa aturan dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, bukan untuk mengekang kebebasan.
Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan kelompok "Pohon Aturan" — setiap kelompok menempelkan kertas berisi aturan buatan sendiri pada gambar pohon besar di papan tulis.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik memahami pengertian aturan dan mengidentifikasi contoh-contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
- Peserta didik menyusun (membuat) sebuah aturan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, lengkap dengan tujuannya.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. An-Nisa (4): 59 (penggalan)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ
"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu athii'ullaaha wa athii'ur-rasuula wa ulil-amri minkum"
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."
Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk taat kepada Allah, Rasul, dan orang yang memiliki wewenang mengatur kita, seperti orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemimpin di masyarakat. Hal ini sejalan dengan materi hari ini tentang pentingnya memahami dan mematuhi aturan di lingkungan sekitar kita.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Aturan adalah patokan, petunjuk, perintah, atau ketentuan yang harus dipatuhi dan dijalankan dengan baik, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Tujuan adanya aturan adalah agar tercipta ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bagi semua orang.
| Lingkungan | Contoh Aturan | Tujuan |
|---|---|---|
| Rumah | Merapikan tempat tidur; mengetuk pintu sebelum masuk kamar; membuang sampah pada tempatnya | Agar rumah nyaman dan setiap anggota keluarga saling menghargai |
| Sekolah | Hadir tepat waktu; memakai seragam sesuai jadwal; menghormati guru dan teman | Agar tercipta suasana belajar yang tertib dan nyaman |
| Masyarakat | Ikut kerja bakti; menyapa tetangga; mematuhi rambu lalu lintas | Agar tercipta kerukunan dan keamanan bersama |
Jika aturan dilanggar, dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kekacauan, bahkan sanksi atau teguran bagi yang melanggar. Sebaliknya, aturan yang baik biasanya dibuat melalui musyawarah bersama, bersifat jelas, mudah dipahami, dan adil untuk semua pihak.
Contoh Soal 1: Sebutkan tiga contoh aturan yang berlaku di lingkungan sekolahmu, beserta tujuannya!
Pembahasan: (1) Datang tepat waktu – agar pembelajaran berjalan tertib dan tidak mengganggu teman. (2) Memakai seragam sesuai jadwal – agar tercipta kerapian dan kedisiplinan. (3) Tidak membuat gaduh di kelas – agar suasana belajar nyaman bagi semua siswa.
Contoh Soal 2: Buatlah satu aturan sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumahmu, lalu jelaskan tujuannya!
Pembahasan: Contoh aturan: "Setiap anggota keluarga harus mematikan lampu saat meninggalkan ruangan." Tujuannya untuk menghemat listrik dan membiasakan hidup hemat dalam keluarga. (Jawaban siswa dapat bervariasi, dinilai dari kejelasan aturan dan alasan yang logis.)
b. Video Pembelajaran
Norma dan Peraturan – Pendidikan Pancasila Kelas 4Klik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Aturan yang berlaku di suatu tempat bertujuan untuk menciptakan ...
- A. kebingungan
- B. ketertiban dan kenyamanan bersama
- C. persaingan antarwarga
- D. perbedaan pendapat
- Berikut ini contoh aturan di lingkungan sekolah adalah ...
- A. menonton televisi sebelum tidur
- B. memakai seragam sesuai jadwal
- C. menyapu halaman rumah
- D. mengunci pintu kamar
- Jika seorang siswa terlambat datang ke sekolah tanpa alasan yang jelas, dampak yang mungkin terjadi adalah ...
- A. mendapat pujian dari guru
- B. mendapat teguran dan tertinggal pelajaran
- C. dinaikkan kelas
- D. mendapat hadiah
- Cara terbaik untuk membuat kesepakatan aturan bersama di kelas adalah melalui ...
- A. paksaan dari satu siswa
- B. musyawarah bersama
- C. keputusan sepihak tanpa diskusi
- D. mengikuti aturan sekolah lain begitu saja
- Manakah berikut ini yang BUKAN merupakan contoh aturan di lingkungan masyarakat?
- A. ikut kerja bakti membersihkan lingkungan
- B. menjaga ketertiban saat ronda malam
- C. mengerjakan PR sebelum tidur
- D. mematuhi rambu lalu lintas di jalan
II. Isian Singkat
- Aturan di lingkungan sekolah dibuat dengan tujuan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ...
- Sebutkan satu contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumahmu!
- Cara yang baik untuk membuat kesepakatan aturan bersama adalah melalui ...
III. Esai
- Bandingkan satu contoh aturan di lingkungan rumah dan satu contoh aturan di lingkungan sekolah, lalu jelaskan persamaan tujuan dari kedua aturan tersebut!
- Jika kamu menjadi ketua kelas, buatlah satu aturan baru untuk kelasmu beserta alasan dan cara agar semua teman mau mematuhinya!
Kesimpulan
Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Aturan yang baik dibuat melalui musyawarah bersama dan berlaku adil bagi semua orang.
Refleksi Pembelajaran
Sebagian besar murid sudah mampu menyebutkan contoh-contoh aturan di lingkungan sekitar dengan baik, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam menyusun aturan baru beserta alasan yang logis.


