Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd
Mata Pelajaran : IPAS dan Seni Rupa
Hari, Tanggal : Jumat, 14 Agustus 2026
Kelas : 4 Fatimah Az-Zahra
Apresiasi
Bismillahirrahmanirrohim,
Apa kabar anak sholih sholihah ? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu.
Sudahkah anak-anak sarapan pagi ini? Coba perhatikan, makanan yang kita makan sebagian besar berasal dari tumbuhan, bukan? Nasi dari padi, sayur dari daun, buah dari pohon. Pernahkah kalian bertanya, dari mana tumbuhan mendapatkan makanannya sendiri?
Allah Ta'ala adalah Al-Khaliq, Yang Maha Menciptakan tumbuhan dengan begitu istimewa daunnya diciptakan mampu "memasak" makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari, air, dan udara. Allah juga Al-Malik, Yang Maha Memelihara, karena Dia mengatur proses ini berjalan setiap hari tanpa henti di seluruh daun di bumi. Dan yang paling istimewa, Allah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Memberi Rezeki sebab dari proses fotosintesis inilah tumbuhan menghasilkan makanan dan oksigen yang menjadi rezeki bagi manusia dan hewan.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah 'Abasa ayat 24-32,
فلينظر الإنسان إلى طعامه (٢٤) أنا صبينا الماء صبا (۲۵) ثم شققنا الأرْضِ شفا (٢٦) فأنبتنا فيها حبا (۲۷) وعليا وقضبا (۲۸) وَزَيْتُونَا وَنَخْلًا (۲۹) وَحَدَائِق علنا (۳۰) وفاكهة وأنا (۳۱) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ (۳۲)
yang isinya mengingatkan manusia untuk memperhatikan makanannya, bagaimana Allah menurunkan air hujan, menumbuhkan biji-bijian, anggur, sayur-sayuran, zaitun, kurma, dan buah-buahan sebagai bekal kehidupan bagi manusia dan hewan ternak. Ayat ini mengajak kita merenungi bahwa seluruh rantai makanan yang kita nikmati bermula dari tumbuhan dan tumbuhan sendiri "makan" melalui proses yang hari ini akan kita pelajari, yaitu fotosintesis.
Nah, hari ini kita akan belajar bagaimana tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi makanan, dan mengapa proses ini sangat penting bagi kehidupan manusia.
1. IPAS
Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari;
Tujuan Pembelajaran (TP):
- Melalui pengamatan gambar dan video, murid mampu menjelaskan proses fotosintesis sebagai perubahan energi cahaya menjadi energi kimia (makanan) pada tumbuhan dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, muridm mampu mengidentifikasi bahan-bahan yang dibutuhkan tumbuhan untuk berfotosintesis (air, karbon dioksida, cahaya matahari) beserta hasilnya (oksigen dan makanan). (Meaningful)
Melalui perenungan terhadap kebesaran Allah dalam menciptakan proses fotosintesis, murid mampu menunjukkan sikap bersyukur dan peduli terhadap tumbuhan di sekitarnya. (Mindful)
Melalui permainan simulasi "Rantai Energi", murid mampu menunjukkan antusiasme dan semangat dalam memahami mengapa manusia memerlukan tumbuhan. (Joyful)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Murid mengamati gambar/video daun dan tumbuhan hijau, lalu ditanya: "Menurut kalian, apakah tumbuhan juga makan? Dari mana makanannya?"
Guru menjelaskan konsep fotosintesis secara sederhana: tumbuhan mengambil air dari tanah dan karbon dioksida dari udara, lalu dengan bantuan cahaya matahari dan zat hijau daun (klorofil), keduanya diubah menjadi makanan (glukosa) dan oksigen.
Murid diajak menuliskan/menggambar skema sederhana proses fotosintesis: Matahari + Air + Karbon Dioksida Makanan (energi) + Oksigen.
Murid berdiskusi kelompok menjawab pertanyaan: "Apa yang akan terjadi pada manusia dan hewan jika tidak ada tumbuhan di bumi?" mengaitkan hasil fotosintesis (oksigen dan makanan) dengan kebutuhan hidup manusia.
Permainan "Rantai Energi": murid berperan sebagai matahari, tumbuhan, dan manusia/hewan, saling menyambungkan tali/kartu untuk menunjukkan aliran energi dari matahari tumbuhan makhluk hidup lain.
Murid mengerjakan latihan soal untuk menguatkan pemahaman.
Model / Metode: Discovery Learning, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Simulasi/Permainan, Penugasan
Materi Ajar
Fotosintesis
2. Seni Rupa
Materi Pokok: Daur Ulang: Kerajinan dari plastik bekas
Alokasi Waktu: 2 JP/70 menit
Model /Metode pembelajaran: PJBL, tanya jawab
CP
Elemen : Mengalami
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman dua atau lebih unsur rupa dan satu prinsip desain.
TP
Merancang seni kriya berdasarkan bahan sampah plastik yang telah dimilikinya
ATP
Peserta didik dapat Merancang seni kriya berdasarkan bahan sampah plastik yang telah dimilikinya
3. Seni Rupa
Merancang seni kriya dari sampah plastik melibatkan proses kreatif mengubah limbah menjadi barang bernilai estetika dan guna. Pembuatan karya ini membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk merancang seni kriya berdasarkan jenis sampah plastik yang Anda miliki:
1. Kategori dan Ide Kerajinan
Sesuaikan rancangan Anda dengan bentuk dan karakteristik bahan plastik yang tersedia:
- Botol Plastik Bekas: Cocok dijadikan tempat pensil, pot tanaman gantung, celengan, atau lampu
- Kemasan Sachet (Kopi/Deterjen): Dapat dibersihkan, dipotong, dan dianyam menjadi tikar, tas, atau dompet koin.
- Plastik Kresek (Kantong Belanja): Digunting tipis menjadi "benang rajut" dan dirajut menjadi tas atau tatakan gelas.
- Tutup Botol: Sangat baik disusun sebagai mozaik, gantungan kunci, atau hiasan bingkai cermin.
2. Langkah-Langkah Perancangan
Gunakan prinsip dasar seni rupa dan kriya dalam pengerjaan:
- Persiapan: Kumpulkan sampah plastik, cuci hingga bersih dengan air sabun, dan keringkan.
- Tahap Desain (Sketsa): Buat rancangan bentuk produk akhir di atas kertas. Tentukan fungsi benda tersebut dan perkiraan ukurannya.
- Pola dan Pemotongan: Gambar pola pada plastik sesuai sketsa, lalu potong menggunakan alat yang tepat seperti gunting atau cutter.
- Teknik Pembentukan: Rangkai potongan plastik menggunakan teknik menjahit, menganyam, atau merekatkan menggunakan lem tembak.
- Finishing (Sentuhan Akhir): Berikan dekorasi tambahan seperti cat akrilik, manik-manik, atau pita untuk menutupi potongan yang kasar dan menambah nilai seni.