Nama
Guru
: Dessy Puji Astuti, S.Pd
Mata
Pelajaran : Matematika , IPAS ,PKN
san Seni rupa
Hari,
Tanggal :
Selasa 21 juli 2026
Kelas
: 4 Fatimah Az-Zahra
Assalamu'alaikum
warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar
anak sholih sholihah…
Semoga
semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Mari
kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan
diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan ujian hari ini! Jangan
lupa tingkatkan iman dan takwa dengan selalu rajin melaksanakan solat 5 waktu,
murojaah, sholat sunah Dhuha.
MATEMATIKA
Bilangan
Cacah sampai 10.000
A.
Pengertian Bilangan Cacah
Bilangan
cacah adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan banyaknya benda. Bilangan
cacah dimulai dari angka 0 kemudian dilanjutkan 1, 2,
3, 4, 5, dan seterusnya.
Contoh:
0, 1, 2,
15, 327, 2.145, 9.999, 10.000
Bilangan
cacah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk:
- menghitung jumlah siswa,
- menghitung uang,
- menghitung buku,
- mengetahui nomor rumah,
- mengetahui jumlah penduduk.
B.
Membaca Bilangan sampai 10.000
Bilangan
dibaca sesuai nilai tempatnya.
|
Lambang
Bilangan |
Cara
Membaca |
|
18 |
delapan
belas |
|
325 |
tiga
ratus dua puluh lima |
|
1.480 |
seribu
empat ratus delapan puluh |
|
3.709 |
tiga
ribu tujuh ratus sembilan |
|
8.465 |
delapan
ribu empat ratus enam puluh lima |
|
10.000 |
sepuluh
ribu |
Perhatikan!
Tanda
titik (.) digunakan sebagai pemisah ribuan.
Contoh:
5.276
dibaca:
"Lima
ribu dua ratus tujuh puluh enam."
C.
Menulis Bilangan sampai 10.000
Kita juga
harus mampu menulis lambang bilangan dari kalimat.
Contoh:
- Tiga ribu lima ratus dua belas
ditulis
3.512
- Sembilan ribu delapan puluh
tujuh
ditulis
9.087
- Dua ribu seratus empat
ditulis
2.104
D.
Nilai Tempat Bilangan
Setiap
angka mempunyai nilai sesuai letaknya.
Contoh:
Bilangan 6.483
|
Nilai
Tempat |
Angka |
Nilainya |
|
Ribuan |
6 |
6.000 |
|
Ratusan |
4 |
400 |
|
Puluhan |
8 |
80 |
|
Satuan |
3 |
3 |
Jadi,
6.483 =
6.000 +
400 + 80 + 3
Contoh
lain
Bilangan 9.725
|
Ribuan |
Ratusan |
Puluhan |
Satuan |
|
9 |
7 |
2 |
5 |
Nilai
angka:
9 = 9.000
7 = 700
2 = 20
5 = 5
E.
Membandingkan Bilangan
Bilangan
dibandingkan mulai dari nilai tempat terbesar.
Contoh
5.634 dan
5.461
Ribuan
sama-sama 5.
Bandingkan
ratusannya:
6 ratus
> 4 ratus
Maka
5.634 >
5.461
Contoh
lain
7.120 dan
6.999
Karena
7 ribu
> 6 ribu
Maka
7.120
lebih besar.
F.
Mengurutkan Bilangan
Dari
yang terkecil
2.345
2.678
3.201
4.100
Dari
yang terbesar
9.876
8.950
7.465
6.210
G.
Menguraikan Bilangan
Bilangan
dapat diuraikan berdasarkan nilai tempat.
Contoh
8.347
=
8.000
300
40
7
Contoh
5.280
=
5.000
200
80
0
H.
Number Sense (Intuisi Bilangan)
Number
sense adalah kemampuan memahami bilangan secara mudah tanpa harus selalu
menghitung satu per satu.
Contoh
Mana yang
lebih banyak?
7.540 atau
7.450
Tanpa
menghitung kita tahu
7.540
lebih besar karena angka ratusannya lebih besar.
Contoh
lain
Mana yang
lebih dekat ke 10.000?
9.980
atau
9.250
Jawaban:
9.980
lebih dekat ke 10.000.
I.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Bilangan
digunakan untuk:
- menghitung jumlah siswa di
sekolah;
- mengetahui jumlah uang
tabungan;
- menghitung jumlah buku
perpustakaan;
- membaca nomor rumah;
- mengetahui jumlah penduduk
suatu daerah;
- menghitung hasil panen petani.
Contoh:
Perpustakaan
memiliki 4.385 buku.
Kantin
sekolah menjual 2.750 botol minuman dalam satu bulan.
Tabungan Andi sebesar 8.450 rupiah.
Contoh
Soal
1.Bacalah bilangan berikut!
6.482
Jawab:
2.Enam ribu empat ratus delapan puluh dua
Tulislah
dalam bentuk angka!
"Lima
ribu tujuh ratus tiga belas."
Jawab:
5.713
3.
Bilangan
manakah yang lebih besar?
4.675 atau
4.657
Jawab:
4. 4.675
Tentukan
nilai angka 8 pada bilangan 8.529!
Jawab:
5.8.000
Urutkan
dari yang terkecil!
4.523
3.998
5.100
2.765
Jawab:
2.765
3.998
4.523
5.100
2. IPAS
mengidentifikasi sumber dan bentuk
energi yang ada di lingkungan sekitar
Sumber
energi adalah segala sesuatu di alam yang dapat menghasilkan energi, baik
secara langsung maupun melalui proses transformasi. Bentuk energi adalah
wujud dari energi tersebut saat bekerja (misalnya: gerak, panas, cahaya).
Keduanya diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori utama Sumber
EnergiSumber energi terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni yang dapat
diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui:
· Sumber Energi Terbarukan: Sumber
energi yang tidak akan habis dan dapat digunakan terus-menerus. Contohnya
meliputi:
- Matahari (Surya): Sumber
energi terbesar di bumi.
- Angin: Udara yang
bergerak dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
- Air (Hidro): Aliran atau
terjunan air untuk turbin.
- Panas Bumi
(Geothermal): Energi dari inti panas di dalam bumi.
- Biomassa &
Biofuel: Bahan bakar hayati dari makhluk hidup.
- Sumber Energi Tak
Terbarukan: Sumber energi yang jumlahnya terbatas dan akan habis,
sehingga tidak dapat diperbarui dalam waktu singkat. Contohnya:
- Minyak Bumi & Gas Alam
- Batu Bara
- Nuklir (Uranium)
2. Bentuk
Energi
Energi hadir dalam berbagai bentuk
yang dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Bentuk-bentuk utama
meliputi:
- Energi Kinetik: Energi
yang dimiliki oleh benda yang sedang bergerak. Contoh: angin, air
mengalir.
- Energi Potensial: Energi
yang tersimpan pada benda karena posisi atau kedudukannya. Contoh: air di
atas bendungan.
- Energi Panas
(Termal): Energi yang terkait dengan suhu benda. Contoh: panas
matahari, api.
- Energi Kimia: Energi yang
tersimpan dalam ikatan bahan kimia. Contoh: energi pada makanan, bahan
bakar minyak (BBM), dan baterai.
- Energi Listrik: Energi
yang dihasilkan oleh pergerakan muatan listrik. Contoh: peralatan
elektronik di rumah.
- Energi Cahaya: Energi
yang dibawa oleh gelombang cahaya. Contoh: lampu, cahaya matahari
- Energi Nuklir: Energi
yang tersimpan dalam inti atom.
3.
PANCASILA
Keragaman
mata pencaharian Masyarakat sesuai kondisi daerah tempat tinggal
Macam-Macam Keragaman di Indonesia
Bentuk keragaman tersebut meliputi:
1. Suku Bangsa: Terdapat ratusan
suku di Indonesia, seperti Suku dan Suku Asmat. Jawa Suku Batak, Suku Bugis,
2. Agama: Indonesia mengakui 6
agama resmi, yaitu Islam, Kristen, dan Khonghucu. Katolik, Hindu, Buddha,
3. Bahasa Daerah: Setiap suku
biasanya memiliki bahasa daerahnya masing-masing, seperti Bahasa Sunda, Bahasa
Minangkabau, dan Bahasa Bugis.
4. Budaya
dan Adat Istiadat: Meliputi pakaian tradisional, rumah adat, tarian daerah,
alat musik, hingga makanan khas daerah.
4. Seni
Rupa
Menggambar
Rumah Tetangga
Capaian Pembelajaran
:
Pada akhir fase B, peserta didik
mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan, pengalaman,
perasaan, dan minatnya dengan mengaplikasikan unsur-unsur rupa dan prinsip
desain, serta menggunakan alat dan bahan dasar yang tersedia secara mandiri.
Peserta didik juga mampu menjelaskan suatu karya dan proses penciptaannya
dengan menggunakan kosakata seni rupa yang telah dipelajari
Tujuan
Pembelajaran :
Peserta
didik dapat mengenal lingkungan sosial dan fisik (arsitektur rumah) dan sekitar
(tetangga)
1. Unsur Seni:
- Garis
- Bentuk
- Warna
- Tekstur
2. Prinsip Menggambar:
- Proporsi
- Komposisi
- Perspektif
3. Menggambar Rumah Tetangga:
-
Mengamati rumah tetangga dengan memperhatikan detail-detail seperti bentuk,
ukuran, dan warna.
- Menggambar rumah tetangga dengan
menggunakan unsur seni dan prinsip menggambar.
Aktivitas Pembelajaran:
1.
Mengamati Rumah Tetangga: Siswa mengamati rumah tetangga dengan memperhatikan
detail-detail seperti bentuk, ukuran, dan warna.
2.
Menggambar Rumah Tetangga: Siswa menggambar rumah tetangga dengan menggunakan
unsur seni dan prinsip menggambar.
3. Pameran
Karya: Siswa memamerkan karya mereka dan memberikan umpan balik kepada
teman-teman.
Penilaian:
-
Kemampuan siswa dalam mengamati dan menggambarkan rumah tetangga.
-
Kemampuan siswa dalam menggunakan unsur seni dan prinsip menggambar.
-
Kreativitas dan keunikan karya siswa.
Tips dan
Variasi:
- Siswa
dapat menambahkan detail-detail seperti lingkungan sekitar rumah, seperti
pohon, taman, atau jalan.
- Siswa
dapat menggunakan berbagai media seperti pensil, crayon, atau cat air untuk
menggambar rumah tetangga.
- Siswa
dapat bekerja sama dengan teman-teman untuk menggambar rumah tetangga secara
berkelompok.
Dengan
materi ajar ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan observasi dan kreativitas
dalam menggambar, serta memahami unsur seni dan prinsip menggambar.