Kamis, 10 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra Jumat 11 September 2026


IPAS — Gaya Magnet

Identitas

Nama Guru:Dessy Puji Astuti S.Pd
Mata Pelajaran:IPAS
Hari / Tanggal:Jumat / 11 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi:Gaya Magnet


Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.

Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)

وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"

Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."

Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.

Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:

  • Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
  • Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.

Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:

  1. Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
  2. Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
  3. Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
  4. Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
  5. Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.

Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).

Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!

Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).

Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.

b. Video Pembelajaran

Video Gaya Magnet IPAS Kelas 4Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
    • A. penggaris plastik
    • B. paku besi
    • C. karet penghapus
    • D. kertas
  2. Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
    • A. tarik-menarik
    • B. tolak-menolak
    • C. tidak terjadi apa-apa
    • D. kedua magnet pecah
  3. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
    • A. tengah magnet
    • B. kedua ujung (kutub) magnet
    • C. seluruh permukaan sama kuat
    • D. hanya di kutub selatan
  4. Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
    • A. termometer
    • B. kompas
    • C. jam dinding
    • D. penggaris
  5. Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
    • A. tidak dijatuhkan berulang kali
    • B. tidak dipukul-pukul
    • C. disimpan di tempat yang aman
    • D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali

II. Isian Singkat

  1. Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
  2. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
  3. Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.

III. Esai

  1. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
  2. Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
Lihat Kunci Jawaban

Kesimpulan

Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan benda magnetis dan non-magnetis melalui percobaan langsung, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami konsep tolak-menolak dan tarik-menarik antar kutub magnet

Seni Rupa — Tekstur

Identitas

Nama Guru:Dessy Puji Astuti S.Pd
Mata Pelajaran:Seni Rupa
Hari / Tanggal:Jumat  / 11 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi:Tekstur
Pertemuan Ke:4

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas 4–6) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek):

"Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Membuat tekstur sesuai rancangan yang dibuat.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bereksperimen langsung meraba dan menciptakan berbagai jenis tekstur menggunakan bahan-bahan di sekitar mereka.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa tekstur ada di mana-mana di sekitar mereka dan dapat diubah menjadi karya seni yang bermakna.

Joyful: kegiatan dikemas dalam sesi "tebak tekstur tertutup mata" sebelum praktik berkarya, sehingga suasana kelas menjadi seru dan penuh rasa ingin tahu.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan jenis-jenis tekstur (nyata dan semu) melalui pengamatan benda di sekitar, kemudian mempelajari teknik-teknik pembuatan tekstur, lalu merancang dan membuat sebuah karya tekstur sederhana sesuai idenya sendiri.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. An-Naml (27): 88 (penggalan)

صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ

"Shun'allaahil-ladzii atqana kulla syai'"

Artinya: "(Itulah) ciptaan Allah yang membuat dengan kokoh dan sempurna tiap-tiap sesuatu."

Keterkaitan: Coba perhatikan permukaan batu, kulit kayu, atau daun di sekitar kita – semuanya memiliki tekstur yang unik dan sempurna sebagai ciptaan Allah. Hari ini kita akan belajar meniru dan bereksperimen dengan keindahan tekstur alam tersebut ke dalam karya seni rupa.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Tekstur adalah corak permukaan suatu benda yang dapat diketahui atau dirasakan dengan cara diraba. Setiap benda – buku, kursi, tanah, bahkan wajah kita – memiliki teksturnya masing-masing, ada yang kasar, halus, atau bergelombang.

Tekstur dibedakan menjadi dua jenis:

  • Tekstur nyata: tekstur yang benar-benar dapat dirasakan permukaannya dengan cara diraba (misalnya tempelan pasir atau kulit kayu di atas kertas).
  • Tekstur semu (maya): kesan bertekstur yang muncul dari hasil gambar/lukisan, meskipun permukaan aslinya tetap rata (misalnya gambar batu yang tampak kasar padahal digambar di atas kertas halus).

Bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat tekstur antara lain pasir, bubuk bata merah, serbuk gergaji kayu, dan tanah liat, biasanya dicampur dengan lem kayu agar dapat menempel dengan baik.

Beberapa teknik pembuatan tekstur:

  • Frottage: meletakkan kertas di atas permukaan benda bertekstur, lalu ditekan dan diarsir dengan pensil/krayon.
  • Grattage: melapisi cat gelap dengan cat terang, lalu digores-gores menggunakan benda runcing (paku, sisir, garpu).
  • Teknik tempel: menempelkan bahan bertekstur kasar (pasir, serbuk kayu) dengan lem secara merata di atas permukaan kertas/papan.

Manfaat membuat tekstur antara lain mempertegas dan memperkuat sebuah karya seni, melatih kita bereksperimen dengan bahan-bahan alami di sekitar, serta melatih indera peraba dan penglihatan secara lebih peka.

Contoh Soal 1: Jelaskan perbedaan tekstur nyata dan tekstur semu, beserta satu contoh masing-masing!

Pembahasan: Tekstur nyata adalah tekstur yang benar-benar dapat dirasakan dengan cara diraba, contohnya tempelan pasir pada kertas yang terasa kasar saat disentuh. Tekstur semu (maya) adalah kesan bertekstur yang hanya muncul dari hasil gambar, contohnya gambar batu yang tampak kasar padahal permukaan kertasnya tetap halus dan rata.

Contoh Soal 2: Jelaskan langkah-langkah membuat tekstur dengan teknik frottage!

Pembahasan: (1) Letakkan selembar kertas tipis di atas permukaan benda bertekstur (misalnya daun atau papan kayu bercorak). (2) Tekan kertas tersebut dengan tangan. (3) Arsir permukaan kertas menggunakan pensil atau krayon hingga corak tekstur benda tersebut muncul di atas kertas.

b. Video Pembelajaran

Video Bereksperimen dengan TeksturSeni Rupa Kelas 4 Bab 3: Bereksperimen dengan TeksturKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Permukaan suatu benda yang dapat diketahui coraknya dengan cara diraba disebut ...
    • A. warna
    • B. tekstur
    • C. bentuk
    • D. ruang
  2. Kesan kasar/halus yang muncul hanya dari hasil gambar, meskipun permukaannya tetap rata, disebut tekstur ...
    • A. nyata
    • B. semu
    • C. kasar
    • D. asli
  3. Berikut ini yang termasuk bahan alami untuk membuat tekstur nyata adalah ...
    • A. plastik dan kaca
    • B. pasir dan serbuk kayu
    • C. kertas HVS polos
    • D. cat poster saja
  4. Teknik membuat tekstur dengan cara meletakkan kertas di atas benda bertekstur lalu diarsir disebut teknik ...
    • A. grattage
    • B. tempel
    • C. frottage
    • D. ebru
  5. Manakah urutan langkah teknik grattage yang benar?
    • A. Menempel pasir → melapisi cat → menjemur
    • B. Melapisi cat gelap dengan cat terang → menggores permukaannya
    • C. Mengarsir kertas → menempel di papan
    • D. Mencelupkan kertas ke cat → mengangkatnya

II. Isian Singkat

  1. Tekstur yang dapat dirasakan langsung dengan cara diraba disebut tekstur ...
  2. Teknik membuat tekstur dengan cara menggores cat gelap yang sudah dilapisi cat terang disebut teknik ...
  3. Salah satu manfaat membuat tekstur adalah melatih indera ... dan penglihatan.

III. Esai

  1. Sebutkan tiga bahan alami di sekitarmu yang bisa digunakan untuk membuat karya tekstur, lalu jelaskan cara menempelkannya agar melekat kuat pada kertas!
  2. Rancanglah sebuah ide karya tekstur sederhana menggunakan salah satu teknik (frottage, grattage, atau tempel). Jelaskan bahan, alat, dan langkah-langkahnya!
Lihat Kunci Jawaban

Kesimpulan

Tekstur adalah corak permukaan benda yang terdiri atas tekstur nyata (dapat diraba) dan tekstur semu (hanya kesan dari gambar). Tekstur dapat dibuat dari bahan-bahan alami melalui berbagai teknik seperti frottage, grattage, dan teknik tempel.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan tekstur nyata dan tekstur semu, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam praktik menempelkan bahan agar hasil karyanya lebih rapi.

Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra. Kamis, 10 September 2026

 

Materi Pembelajaran Kelas 4 FATIMAH aZ-ZAHRA

Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd

Hari / Tanggal : Kamis / 10 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra

Mata Pelajaran : Matematika & Bahasa Indonesia

Materi : Pembagian porogapit (Matematika) & Awalan Me- (B.Indonesia)

Pertemuan Ke : 

Petualangan Berhitung:
Pembagian Porogapit! 🧮✨

Belajar Matematika Hari Ini — Seru & Menyenangkan!

identitas 
👩‍🏫 Guru
Dessy Puji Astuti, S.Pd
📖 Mapel
Matematika
🏫 Kelas / Fase
4 Fatimah Az-Zahra / B
🧩 Materi
Pembagian Porogapit
🔁 Pertemuan Ke : 19

🎯Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B — Elemen Bilangan:

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000, serta mampu melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika, termasuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi tersebut.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Matematika: Menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000 dengan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

🧭Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

🧘 Mindful💡 Meaningful🎉 Joyful
  • Mindful — Siswa mengamati dengan teliti setiap langkah porogapit (bagi, kali, kurang, turun) lewat video dan contoh di papan tulis.
  • Meaningful — Siswa mempraktikkan pembagian porogapit melalui soal cerita sehari-hari, seperti membagi rata permen atau buku, agar memahami maknanya, bukan sekadar menghafal langkah.
  • Joyful — Siswa bermain "Estafet Porogapit" berkelompok di papan tulis sambil mendapat tepuk semangat setiap kelompok berhasil menemukan hasil bagi.

🛠️Model, Metode & Media Pembelajaran

Model & Metode

Pendekatan Konkret-Piktorial-Abstrak (CPA) dipadukan dengan Problem Based Learning, sehingga siswa memahami konsep pembagian dari benda nyata, gambar, baru kemudian ke bentuk porogapit yang abstrak.

Media & Alat Peraga

  • Video pembelajaran "Pembagian Porogapit" 🎬
  • Kelereng/lidi/kancing sebagai benda konkret 🔵
  • Papan porogapit di papan tulis 📋
  • Kartu angka dan spidol warna-warni 🖊️
  • Lembar kerja siswa (LKS) 📄
  • Proyektor/laptop untuk memutar video 💻

🌤️Pendahuluan — Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat, ya! 😊 Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan sampai lupa, ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya — Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, dan Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. 🤲

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (kadar yang tepat)."
QS. Al-Qamar (54): Ayat 49

🔄 Review Materi Sebelumnya (Porogapit Puluhan : Satuan)

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali cara membagi bilangan puluhan dengan satuan:

  • 84 : 4 = ....
  • 96 : 3 = ....

🎬Inti Pembelajaran

📺 Yuk, tonton video pembelajarannya dulu!

"Belajar Matematika Kelas 4 SD — Pembagian dengan Porogapit (Bersusun)"

▶️ Tonton Video

Setelah kemarin kita belajar membagi bilangan puluhan dengan satuan, sekarang kita naik level, yuk! 🚀 Hari ini kita akan belajar membagi bilangan yang lebih besar (ratusan) dengan cara porogapit, alias pembagian bersusun.

🌈 Langkah-langkah Porogapit

Ingat rumus ajaib ini: Ba - Ku - Ku - Tu (Bagi, Kali, Kurang, Turun) yang diulang terus sampai angkanya habis dibagi! 🪄

1. BagiBagi angka pertama dengan bilangan pembagi.
2. KaliKalikan hasil bagi dengan bilangan pembagi.
3. KurangKurangi angka tadi dengan hasil kali.
4. TurunTurunkan angka berikutnya, lalu ulangi dari langkah 1.
Contoh: 246 : 2 = ...? 
     1 2 3
   ______
 2 | 2 4 6
    -2
    ---
     0 4
      -4
      ---
       0 6
        -6
        ---
         0
Jadi, 246 : 2 = 123 🎉

🏠 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Bu guru punya 246 buah apel yang akan dibagikan rata ke 2 keranjang. Setiap keranjang berisi 123 apel. 🍎
  • Ayah membagi 369 lembar kertas origami untuk 3 kelompok secara rata. 📄
  • Kak Sinta membagikan 488 permen ke 4 kotak secara sama banyak. 🍬

📝Asesmen Formatif

Mudah

1. 48 : 4 = ....

Mudah

2. 96 : 3 = ....

Sedang

3. 246 : 2 = ....

Sedang

4. Ibu mempunyai 375 permen yang akan dibagikan sama rata kepada 5 anak. Setiap anak mendapat ... permen.

Sukar

5. 728 : 7 = ....

🔑 Kunci Jawaban
  1. 12
  2. 32
  3. 123
  4. 75 permen
  5. 104

🌟Kesimpulan

Pembagian porogapit dikerjakan dengan empat langkah yang diulang-ulang: Bagi, Kali, Kurang, Turun. Semakin sering berlatih, semakin cepat dan lancar kita menghitung, walaupun bilangannya semakin besar. Yuk, terus semangat berlatih porogapit! 🔢💪

PELAJARAN 2

Bahasa Indonesia — Awalan Me-

Identitas

Nama Guru:Dessy Puji Astuti, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal:Kamis / 10 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi:Awalan Me-
Pertemuan Ke:2

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."

Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "detektif kata" untuk menemukan kata berimbuhan me- yang salah tulis dalam sebuah teks pendek, lalu membetulkannya bersama kelompok.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa memahami pengecualian aturan awalan me- (kata bersuku satu dan kata serapan) membuat tulisan mereka semakin baku dan mudah dipahami pembaca.

Joyful: pembelajaran dikemas dengan kuis cepat tepat berkelompok menggunakan kartu jawaban, disertai tepuk "Luluh-Tidak Luluh" sebagai penanda jawaban benar.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengulas kembali aturan dasar awalan me- dan peluluhan huruf k, t, s, p, kemudian mempelajari dua aturan khusus (kata dasar bersuku kata satu dan kata serapan berkonsonan rangkap), lalu berlatih menerapkan seluruh aturan tersebut dalam kalimat dan teks pendek.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Ahzab (33): 70

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا

"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

Keterkaitan: Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar aturan dasar awalan me-. Hari ini kita akan memperdalam aturannya agar semakin "sadidan" (benar dan tepat) dalam berbahasa, termasuk memahami kata-kata yang tampak seperti pengecualian.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Sebagai penguatan, mari kita ulas kembali secara singkat: awalan me- berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung huruf awal kata dasar, dan huruf k, t, s, p akan luluh jika langsung diikuti huruf vokal.

Selain aturan dasar tersebut, ada dua aturan khusus yang perlu kita pahami:

Aturan KhususPenjelasanContoh
Kata dasar bersuku kata satuMendapat sisipan bunyi "-nge-" agar mudah diucapkan, huruf awal TIDAK luluh.cat → mengecat; bom → mengebom; tik → mengetik; las → mengelas
Kata serapan berkonsonan rangkap di awalJika huruf k, p, t, s pada kata dasar diikuti oleh konsonan lain (bukan vokal), maka huruf tersebut TIDAK luluh.kritik → mengkritik (kr); praktik → mempraktikkan (pr); transfer → mentransfer (tr)

Contoh Soal 1: Manakah bentuk yang benar, "mengkritik" atau "mengeritik"? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Bentuk yang benar adalah mengkritik. Kata dasar "kritik" berawalan gugus dua konsonan "kr" (bukan k diikuti vokal), sehingga huruf k tidak luluh meskipun diberi awalan me- (meng-).

Contoh Soal 2: Kata dasar "cat" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi apa? Jelaskan aturannya!

Pembahasan: Menjadi mengecat. Kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata mendapat sisipan bunyi "-nge-" ketika diberi awalan me-, agar lebih mudah diucapkan.

b. Video Pembelajaran

Video Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kata dasar "tik" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. metik
    • B. mentik
    • C. mengetik
    • D. mengtik
  2. Kata dasar "transfer" jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. mentransfer
    • B. menransfer
    • C. mentranfer
    • D. mengtransfer
  3. Kata dasar "praktik" jika diberi awalan me- dan akhiran -kan menjadi ...
    • A. memraktikkan
    • B. mempraktikkan
    • C. mepraktikkan
    • D. mengpraktikkan
  4. "Adik ... origami menjadi bentuk burung." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
    • A. melipat
    • B. mengelipat
    • C. menlipat
    • D. memlipat
  5. Manakah kalimat berikut yang PALING TEPAT penggunaan awalan me-?
    • A. Kakak sedang mengecat pagar rumah.
    • B. Kakak sedang mecat pagar rumah.
    • C. Kakak sedang mengcat pagar rumah.
    • D. Kakak sedang mencat pagar rumah.

II. Isian Singkat

  1. Kata dasar "bom" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
  2. Kata dasar "cek" jika diberi awalan me- menjadi ...
  3. Huruf k pada kata "kritik" tidak luluh karena diikuti oleh huruf ... (bukan huruf vokal).

III. Esai

  1. Jelaskan mengapa kata dasar bersuku kata satu seperti "cat", "bom", dan "las" mendapat sisipan "-nge-" ketika diberi awalan me-! Berikan satu contoh tambahan!
  2. Mengapa kata "kritik" tidak berubah menjadi "mengeritik" (k luluh), melainkan tetap menjadi "mengkritik"? Jelaskan alasannya!

Kesimpulan

Selain aturan dasar peluluhan huruf k, t, s, p, awalan me- memiliki dua aturan khusus: kata dasar bersuku kata satu mendapat sisipan "-nge-" (misalnya cat → mengecat), dan kata dasar dengan gugus konsonan rangkap di awal tidak mengalami peluluhan (misalnya kritik → mengkritik).

Refleksi Pembelajaran


Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra Jumat 11 September 2026

IPAS — Gaya Magnet Identitas Nama Guru : Dessy Puji Astuti S.Pd Mata Pelajaran : IPAS Hari / Tanggal : Jumat / 11 September 2026 Fase / Kela...