Senin, 12 Oktober 2026

Kisi-kisi STS kelas 4 Fatimah Az-Zahra selasa 13 oktober 2026

 Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran : Seni Budaya ( Seni Rupa )

Hari / Tanggal : Selasa / 13 Oktober 2026

Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-ZahRA

Materi : Sumatif Tengah Semester

Pertemuan Ke : 4


No

Kompetensi Dasar / Tujuan Pembelajaran

Materi Pokok

Indikator Soal

Bentuk Soal

Nomor Soal

Level Kognitif

1

Mengenal unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur)

Unsur rupa

Menyebutkan unsur rupa yang digunakan dalam menggambar rumah

Pilihan Ganda

1, 8, 25

C1

2

Mengidentifikasi macam-macam garis

Garis lurus, miring, lengkung, zig-zag

Menentukan jenis garis sesuai gambar atau fungsi

Pilihan Ganda

2, 3, 4, 7, 16, 20

C2

3

Menggambar rumah berdasarkan pengamatan

Gambar rumah tetangga

Menentukan objek dan bagian rumah berdasarkan bentuk geometris

Pilihan Ganda

5, 6, 15, 23, 24, 35

C3

4

Menjelaskan pengertian tekstur

Tekstur nyata dan semu

Membedakan tekstur yang dapat diraba dan tidak dapat diraba

Pilihan Ganda

9, 19, 27, 31, 34

C2

5

Membuat karya daur ulang dari bahan bekas

Daur ulang plastik

Mengidentifikasi manfaat dan contoh karya dari sampah plastik

Pilihan Ganda

10, 11, 12, 13, 14, 17, 18, 21, 22, 26, 28, 29, 30, 32, 33

C2–C3

6

Menjelaskan tujuan kegiatan menggambar

Tujuan menggambar rumah

Menyebutkan manfaat menggambar bagi siswa

Pilihan Ganda

35

C1

7

Mengingat pengetahuan dasar seni rupa

Unsur dasar

Menyebutkan unsur dasar seni rupa

Isian

1, 2, 3

C1

8

Menghubungkan konsep seni rupa dengan lingkungan

Sampah plastik dan tekstur

Menjelaskan jenis sampah dan manfaat daur ulang

Isian

4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

C2–C3

9

Menjelaskan perbedaan tekstur

Tekstur nyata dan semu

Menjelaskan perbedaan tekstur berdasarkan sifatnya

Essay

1

C4

10

Menyadari pentingnya daur ulang

Daur ulang plastik

Menjelaskan alasan pentingnya mendaur ulang sampah plastik

Essay

2

C4

11

Membuat karya sederhana dari bahan bekas

Daur ulang plastik

Menj elaskan langkah-langkah membuat karya dari botol plastik

Essay

3

C3

12

Menyebutkan jenis garis dalam menggambar

Garis

Menjelaskan jenis-jenis garis yang digunakan menggambar rumah

Essay

4

C2

13

Menyadari manfaat seni rupa

Manfaat menggambar

Menjelaskan manfaat menggambar rumah tetangga

Essay

5

C4


MATERI BELAJAR SENI RUPA

KELAS IV ZAINAB – SD AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG

MATERI: UNSUR RUPA, MENGGAMBAR RUMAH, TEKSTUR, DAN DAUR ULANG PLASTIK


BAB 1

UNSUR-UNSUR RUPA

A. Pengertian Unsur Rupa

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni rupa.

Beberapa unsur rupa yang perlu kita kenal adalah:

  1. Garis

  2. Bentuk

  3. Warna

  4. Tekstur

Unsur-unsur tersebut dapat digunakan bersama-sama untuk membuat gambar yang menarik.


B. Garis

Garis adalah goresan yang memanjang dan mempunyai arah.

Garis merupakan salah satu unsur penting dalam menggambar.

Dengan garis, kita dapat membuat:

  • Bentuk rumah

  • Atap

  • Pintu

  • Jendela

  • Pohon

  • Jalan

  • Pagar

  • Awan


C. Macam-Macam Garis

1. Garis Lurus

Garis lurus adalah garis yang tidak membelok.

Contoh:

────────────

Garis lurus dapat digunakan untuk menggambar:

  • Dinding rumah

  • Pintu

  • Jendela

  • Pagar

  • Jalan


2. Garis Miring

Garis miring adalah garis yang mempunyai arah miring.

Contoh:

////////

Garis miring dapat digunakan untuk menggambar:

  • Atap rumah

  • Lereng

  • Bagian tertentu dari bangunan


3. Garis Lengkung

Garis lengkung adalah garis yang bentuknya membelok atau melengkung.

Contoh:

∿∿∿∿

Garis lengkung dapat digunakan untuk menggambar:

  • Awan

  • Bukit

  • Bentuk tanaman

  • Hiasan


4. Garis Zig-Zag

Garis zig-zag adalah garis yang mempunyai banyak sudut dan arah yang berubah-ubah.

Contoh:

*/////*

Garis zig-zag dapat digunakan sebagai:

  • Hiasan

  • Motif

  • Bentuk tertentu pada gambar


BAB 2

BENTUK DAN MENGGAMBAR RUMAH

A. Bentuk dalam Seni Rupa

Bentuk adalah wujud suatu objek yang dapat kita lihat.

Dalam menggambar rumah, kita dapat menggunakan berbagai bentuk geometris.

Contohnya:

Persegi panjang

Dapat digunakan untuk:

  • Dinding rumah

  • Pintu

  • Jendela

Segitiga

Dapat digunakan untuk:

  • Atap rumah

Persegi

Dapat digunakan untuk:

  • Jendela

  • Bagian bangunan

Lingkaran

Dapat digunakan untuk:

  • Hiasan

  • Matahari

  • Bagian tertentu pada gambar


B. Menggambar Rumah Tetangga

Menggambar rumah sebaiknya dilakukan berdasarkan pengamatan.

Artinya, kita melihat objek secara langsung kemudian menggambarnya.

Perhatikan:

  1. Bentuk rumah.

  2. Bentuk atap.

  3. Letak pintu.

  4. Letak jendela.

  5. Warna rumah.

  6. Pagar.

  7. Tanaman di sekitar rumah.

  8. Jalan di depan rumah.

  9. Bentuk lingkungan sekitar.


C. Langkah Menggambar Rumah

Langkah 1

Amati rumah yang akan digambar.

Langkah 2

Perhatikan bentuk utama rumah.

Langkah 3

Gambarkan bagian utama rumah menggunakan garis sederhana.

Langkah 4

Tambahkan pintu, jendela, atap, pagar, dan bagian lainnya.

Langkah 5

Tambahkan lingkungan sekitar rumah.

Langkah 6

Berikan warna sesuai hasil pengamatan atau sesuai kreativitas.


D. Menggambar Rumah dengan Bentuk Geometris

Rumah dapat dibuat dari gabungan beberapa bentuk.

Contoh sederhana:

Persegi panjang + segitiga + persegi panjang + persegi

Persegi panjang → badan rumah

Segitiga → atap

Persegi panjang → pintu

Persegi → jendela

Jadi, benda yang kita lihat sehari-hari dapat digambar dengan memanfaatkan bentuk-bentuk sederhana.


BAB 3

WARNA

A. Pengertian Warna

Warna adalah unsur rupa yang memberikan kesan tertentu pada sebuah karya.

Warna membuat gambar menjadi lebih menarik.

Contohnya:

  • Merah

  • Kuning

  • Biru

  • Hijau

  • Jingga

  • Ungu

  • Cokelat


B. Warna pada Gambar Rumah

Ketika menggambar rumah, kita dapat mengamati warna:

  • Atap

  • Dinding

  • Pintu

  • Jendela

  • Pagar

  • Tanaman

  • Langit

  • Jalan

Penggunaan warna dapat membuat gambar terlihat lebih hidup.


BAB 4

TEKSTUR

A. Pengertian Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda.

Tekstur dapat memberikan kesan:

  • Halus

  • Kasar

  • Licin

  • Berbulu

  • Bergelombang

  • Keras

Contoh:

Kulit pohon terasa kasar.

Kaca terasa halus dan licin.


B. Tekstur Nyata

Tekstur nyata adalah tekstur yang dapat dilihat dan dapat dirasakan dengan cara diraba.

Contoh:

  • Kulit pohon

  • Batu

  • Pasir

  • Kain kasar

  • Kulit buah tertentu

Jika kita melihat permukaan batu yang kasar dan ketika diraba memang terasa kasar, itu merupakan tekstur nyata.


C. Tekstur Semu

Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat seperti memiliki permukaan tertentu, tetapi ketika diraba permukaannya tidak sesuai dengan kesan yang terlihat.

Contohnya dapat ditemukan pada:

  • Gambar batu

  • Gambar kayu

  • Lukisan permukaan kasar

Misalnya, kita menggambar batu sehingga terlihat kasar. Ketika gambar tersebut diraba, kertas tetap terasa relatif halus.

Jadi:

Terlihat kasar tetapi ketika diraba tidak kasar → tekstur semu.


D. Perbedaan Tekstur Nyata dan Semu

Tekstur NyataTekstur Semu
Dapat dilihatDapat dilihat
Dapat dirabaKesan rabanya tidak sesuai dengan tampilan
Sifat permukaan benar-benar adaSifat permukaan hanya tampak dalam gambar
Contoh: batu asliContoh: gambar batu

Cara mudah mengingat:

NYATA = terlihat dan terasa ketika diraba.

SEMU = hanya tampak seperti tekstur tertentu.


BAB 5

DAUR ULANG PLASTIK

A. Apa Itu Sampah Plastik?

Sampah plastik adalah benda berbahan plastik yang sudah tidak digunakan dan dibuang.

Contohnya:

  • Botol plastik

  • Gelas plastik

  • Kantong plastik

  • Kemasan makanan

  • Sedotan plastik

  • Wadah plastik

Sampah plastik perlu dikelola dengan baik karena tidak mudah terurai secara alami.


B. Mengapa Sampah Plastik Perlu Didaur Ulang?

Daur ulang adalah kegiatan mengolah barang bekas menjadi barang yang dapat digunakan kembali atau menjadi karya baru.

Daur ulang plastik penting karena dapat:

  1. Mengurangi jumlah sampah.

  2. Menjaga kebersihan lingkungan.

  3. Mengurangi pencemaran.

  4. Memanfaatkan barang bekas.

  5. Menghasilkan karya yang bermanfaat.

  6. Melatih kreativitas.


C. Contoh Karya dari Plastik Bekas

Plastik bekas dapat dimanfaatkan menjadi berbagai karya sederhana.

Contohnya:

  • Pot tanaman

  • Tempat pensil

  • Hiasan

  • Celengan

  • Tempat alat tulis

  • Vas sederhana

  • Mainan sederhana


D. Langkah Umum Membuat Karya dari Botol Plastik

Contoh: Pot Tanaman dari Botol Plastik

Alat dan bahan:

  • Botol plastik bekas

  • Gunting

  • Spidol

  • Tanah

  • Tanaman

  • Hiasan sesuai kebutuhan

Langkah:

1. Bersihkan botol

Cuci botol agar bersih.

2. Tandai bagian yang akan dipotong

Gunakan spidol untuk menentukan bagian botol yang akan digunakan.

3. Potong botol

Potong dengan hati-hati. Untuk siswa, bagian yang membutuhkan alat tajam sebaiknya dilakukan dengan bantuan orang dewasa.

4. Hias botol

Warnai atau hias sesuai kreativitas.

5. Isi dengan media tanam

Masukkan tanah atau media tanam.

6. Tanam tanaman

Masukkan tanaman ke dalam pot.

Hasilnya, botol bekas dapat berubah menjadi karya yang berguna.


BAB 6

TUJUAN DAN MANFAAT MENGGAMBAR

A. Tujuan Menggambar Rumah

Menggambar rumah berdasarkan pengamatan bertujuan untuk:

  1. Melatih kemampuan mengamati.

  2. Mengenal bentuk benda di sekitar.

  3. Mengenal garis dan bentuk.

  4. Melatih keterampilan menggambar.

  5. Mengembangkan kreativitas.

  6. Menggambarkan objek yang ada di lingkungan.


B. Manfaat Menggambar bagi Siswa

Menggambar memiliki banyak manfaat.

1. Melatih kreativitas

Siswa dapat menuangkan ide melalui gambar.

2. Melatih ketelitian

Siswa belajar memperhatikan bentuk, ukuran, dan bagian-bagian objek.

3. Melatih kemampuan mengamati

Siswa belajar melihat objek dengan lebih teliti.

4. Mengekspresikan diri

Gambar dapat digunakan untuk menyampaikan ide dan perasaan.

5. Mengembangkan keterampilan seni

Semakin sering berlatih, kemampuan menggambar dapat berkembang.


BAB 7

HUBUNGAN SENI RUPA DENGAN LINGKUNGAN

Seni rupa dapat dibuat dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar kita.

Contohnya:

Rumah

Dapat menjadi objek untuk menggambar.

Pohon

Dapat menjadi objek untuk mengamati bentuk dan tekstur.

Batu

Dapat digunakan untuk mengamati tekstur kasar.

Botol plastik

Dapat dimanfaatkan sebagai bahan karya daur ulang.

Dengan demikian, lingkungan di sekitar kita dapat menjadi sumber inspirasi dalam berkarya.


BAB 8

RINGKASAN WAJIB DIINGAT

UNSUR RUPA

Unsur rupa yang dipelajari:

Garis – Bentuk – Warna – Tekstur


MACAM-MACAM GARIS

Lurus – Miring – Lengkung – Zig-zag


BENTUK GEOMETRIS PADA RUMAH

Segitiga → atap

Persegi panjang → dinding/pintu

Persegi → jendela


TEKSTUR

Tekstur nyata → dapat dilihat dan diraba sesuai sifatnya.

Tekstur semu → kesan tekstur hanya terlihat pada gambar.


DAUR ULANG PLASTIK

Daur ulang plastik dapat:

Mengurangi sampah + menjaga lingkungan + melatih kreativitas + menghasilkan karya.


CONTOH KARYA DARI PLASTIK

  • Pot tanaman

  • Tempat pensil

  • Celengan

  • Hiasan

  • Vas

  • Tempat alat tulis


MANFAAT MENGGAMBAR

Menggambar dapat:

Melatih kreativitas, ketelitian, pengamatan, keterampilan, dan ekspresi diri.


BAB 9

PERSIAPAN MENGHADAPI SOAL

Jika soal bertanya tentang unsur rupa

Ingat:

Garis, bentuk, warna, tekstur.

Jika soal menunjukkan gambar garis

Perhatikan bentuknya:

Lurus / miring / lengkung / zig-zag.

Jika soal tentang rumah

Perhatikan bentuk geometris:

Atap → segitiga

Dinding → persegi/persegi panjang

Pintu → persegi panjang

Jendela → persegi/persegi panjang

Jika soal tentang tekstur

Tanyakan:

"Apakah sifat permukaannya benar-benar dapat dirasakan ketika diraba?"

Jika ya → tekstur nyata.

Jika hanya tampak seperti memiliki tekstur tertentu → tekstur semu.

Jika soal tentang plastik

Ingat:

Plastik bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya yang berguna.

Jika soal tentang menggambar

Ingat manfaatnya:

Mengamati – Berkreasi – Berlatih – Mengekspresikan diri.

Minggu, 11 Oktober 2026

Kisi-kisi STS Ganjil kelas 4 Fatimah Az-Zahra senin 12 oktober 2026

 Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal : Senin / 12 Oktober 2026

Fase / Kelas : B / Fatimah Az-Zahra

Materi : Sumatif Tengah Semester

Pertemuan Ke : 3


Bahasa Indonesia : 

MATERI BELAJAR BAHASA INDONESIA

KELAS IV ZAINAB – SD AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG

Berdasarkan Kisi-Kisi Asesmen


BAB 1

TEKS NARASI DAN UNSUR-UNSUR CERITA

A. Apa Itu Teks Narasi?

Teks narasi adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa atau kejadian secara berurutan.

Cerita narasi dapat menceritakan:

  • Pengalaman seseorang

  • Petualangan

  • Kehidupan sehari-hari

  • Cerita fiksi

  • Kisah tentang suatu kejadian

Contoh singkat

Pada hari Minggu pagi, Raka pergi ke taman bersama ayahnya. Di taman, Raka melihat seorang anak yang kesulitan mengambil layang-layang. Raka segera membantu anak tersebut. Anak itu berterima kasih kepada Raka.

Dari cerita tersebut kita dapat menemukan tokoh, tempat, waktu, masalah, dan pesan.


B. Unsur-Unsur Cerita

Untuk memahami sebuah cerita, kita perlu mengetahui unsur-unsurnya.

Unsur penting cerita antara lain:

  1. Tokoh

  2. Watak tokoh

  3. Latar tempat

  4. Latar waktu

  5. Masalah

  6. Amanat

  7. Peristiwa


1. Tokoh

Tokoh adalah orang atau pelaku yang terdapat dalam cerita.

Contoh:

Dalam cerita tentang Raka dan ayahnya, tokohnya adalah:

  • Raka

  • Ayah

  • Anak yang kehilangan layang-layang

Tokoh utama

Tokoh utama adalah tokoh yang paling banyak diceritakan atau menjadi pusat cerita.


2. Watak Tokoh

Watak adalah sifat atau karakter yang dimiliki tokoh.

Contoh watak:

  • Rajin

  • Malas

  • Jujur

  • Sabar

  • Ramah

  • Suka menolong

  • Bertanggung jawab

  • Pemarah

  • Sombong

Contoh

Raka membantu anak yang kesulitan mengambil layang-layang.

Watak Raka adalah:

Suka menolong dan peduli kepada orang lain.


3. Latar Tempat

Latar tempat menunjukkan tempat terjadinya peristiwa dalam cerita.

Contoh:

  • Rumah

  • Sekolah

  • Taman

  • Pasar

  • Perpustakaan

  • Lapangan

Cara menemukan latar tempat

Tanyakan:

"Di mana peristiwa terjadi?"


4. Latar Waktu

Latar waktu menunjukkan kapan suatu peristiwa terjadi.

Contoh:

  • Pagi hari

  • Siang hari

  • Sore hari

  • Malam hari

  • Hari Minggu

  • Kemarin

  • Besok

Cara menemukan latar waktu

Tanyakan:

"Kapan peristiwa terjadi?"


5. Masalah dalam Cerita

Masalah adalah persoalan atau kesulitan yang dialami tokoh.

Contoh:

Dika lupa membawa buku tugas sehingga ia tidak dapat mengumpulkan tugas.

Masalahnya:

Dika lupa membawa buku tugas.

Cara menemukan masalah

Tanyakan:

"Apa persoalan yang dialami tokoh?"


6. Amanat Cerita

Amanat adalah pesan atau pelajaran yang dapat kita ambil dari sebuah cerita.

Contoh:

Dalam cerita seorang anak yang membantu temannya, amanatnya dapat berupa:

Kita harus saling membantu dan peduli kepada orang lain.


BAB 2

KALIMAT S-P-O-K

A. Apa Itu S-P-O-K?

S-P-O-K adalah pola unsur kalimat.

S = Subjek

P = Predikat

O = Objek

K = Keterangan


1. Subjek (S)

Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan atau menjadi pokok pembicaraan.

Contoh:

Rina membaca buku.

Subjek = Rina


2. Predikat (P)

Predikat menjelaskan tindakan atau keadaan subjek.

Contoh:

Rina membaca buku.

Predikat = membaca


3. Objek (O)

Objek adalah sesuatu yang dikenai tindakan.

Contoh:

Rina membaca buku.

Objek = buku


4. Keterangan (K)

Keterangan memberikan informasi tambahan, misalnya tempat, waktu, atau cara.

Contoh:

Rina membaca buku di perpustakaan.

Keterangan = di perpustakaan


Contoh Lengkap

Rina membaca buku di perpustakaan.

S = Rina
P = membaca
O = buku
K = di perpustakaan

Pola:

S-P-O-K


BAB 3

KALIMAT TRANSITIF DAN INTRANSITIF

A. Kalimat Transitif

Kalimat transitif adalah kalimat yang predikatnya membutuhkan objek.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

S = Ibu
P = memasak
O = nasi

Tanpa objek, kalimat tersebut terasa belum lengkap:

Ibu memasak ...

Memasak apa?

Nasi.


Contoh kalimat transitif

  1. Ayah membaca koran.

  2. Siti menulis surat.

  3. Ibu mencuci pakaian.

  4. Budi menendang bola.

  5. Rina membeli buku.


B. Kalimat Intransitif

Kalimat intransitif adalah kalimat yang tidak membutuhkan objek.

Contoh:

Adik tidur.

Kalimat sudah lengkap walaupun tidak memiliki objek.

Contoh lainnya:

  1. Ayah berlari.

  2. Adik menangis.

  3. Burung terbang.

  4. Mereka bermain.

  5. Kakek duduk.


C. Perbedaan Transitif dan Intransitif

TransitifIntransitif
Membutuhkan objekTidak membutuhkan objek
Memiliki objekTidak memiliki objek
Ibu memasak nasiAdik tidur
Siti membaca bukuBurung terbang
Budi menendang bolaMereka berlari

Tips mudah

Jika setelah predikat dapat ditanyakan:

"Apa?" atau "Siapa?"

dan jawabannya berupa objek, kemungkinan kalimat tersebut transitif.


BAB 4

MAKNA KATA DAN PENGGUNAAN KBBI

A. Makna Kata

Setiap kata mempunyai makna.

Untuk mengetahui makna kata, kita dapat:

  1. Memahami kalimatnya.

  2. Melihat konteks bacaan.

  3. Menggunakan kamus.

  4. Mencari kata tersebut dalam KBBI.


B. KBBI

KBBI adalah singkatan dari:

Kamus Besar Bahasa Indonesia.

KBBI digunakan untuk mencari:

  • Arti kata

  • Bentuk baku kata

  • Makna kata

  • Informasi tentang penggunaan kata


C. Menentukan Makna Berdasarkan Konteks

Perhatikan:

Setelah hujan, halaman rumah menjadi basah.

Kata halaman pada kalimat tersebut berarti:

Area tanah di sekitar rumah atau bangunan.

Berbeda dengan:

Rani membaca halaman 25.

Kata halaman berarti:

Bagian atau lembar dalam buku.

Jadi, satu kata dapat memiliki makna berbeda bergantung pada konteks kalimat.


D. Makna Kata "Harum"

Harum berarti:

Memiliki bau yang sedap atau wangi.

Contoh:

Bunga melati di taman sangat harum.

Artinya, bunga melati tersebut memiliki bau yang wangi.


BAB 5

HOMONIM

A. Apa Itu Homonim?

Homonim adalah kata yang memiliki bentuk atau bunyi yang sama, tetapi mempunyai makna yang berbeda.

Contoh:

Kata "bunga"

Ibu membeli bunga mawar.

Bunga = bagian tumbuhan.

Bank memberikan bunga kepada nasabah.

Bunga = tambahan uang dalam kegiatan perbankan.

Kata bunga mempunyai makna berbeda sehingga termasuk homonim.


B. Contoh Homonim

1. Bisa

Ular itu memiliki bisa.

Bisa = racun.

Rani bisa membaca dengan lancar.

Bisa = mampu.


2. Malang

Malang dapat digunakan sebagai nama daerah dan juga dapat bermakna mengalami keadaan kurang beruntung.

Contoh:

Paman tinggal di Malang.

Malang = nama kota.

Malang sekali nasib anak itu.

Malang = kurang beruntung atau bernasib buruk.


3. Tahu

Ibu membeli tahu di pasar.

Tahu = makanan.

Saya tahu jawabannya.

Tahu = mengerti atau mengetahui.


BAB 6

MENEMUKAN INFORMASI DALAM TEKS

A. Membaca untuk Menemukan Informasi

Ketika membaca teks, kita perlu mencari informasi penting.

Caranya:

1. Bacalah judul

Judul membantu kita mengetahui topik bacaan.

2. Bacalah teks dengan teliti

Jangan hanya membaca secara cepat tanpa memahami isi.

3. Temukan kata kunci

Kata kunci adalah kata penting yang berkaitan dengan isi bacaan.

4. Gunakan pertanyaan 5W + 1H

Apa?

Siapa?

Kapan?

Di mana?

Mengapa?

Bagaimana?


B. Informasi Penting

Informasi penting adalah informasi yang menjadi bagian utama dari suatu bacaan.

Contoh:

Pada hari Sabtu, siswa kelas 4 melakukan kegiatan membersihkan taman sekolah. Mereka bekerja sama mencabut rumput liar, menyapu halaman, dan merapikan tanaman.

Informasi penting:

Siswa kelas 4 melakukan kegiatan membersihkan taman sekolah pada hari Sabtu.


C. Fakta

Fakta adalah informasi yang benar-benar terjadi atau dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh:

Indonesia memiliki banyak daerah dan budaya.

Pernyataan tersebut merupakan fakta.


D. Simpulan Bacaan

Simpulan adalah ringkasan inti dari isi bacaan.

Cara membuat simpulan:

  1. Bacalah seluruh teks.

  2. Temukan gagasan utama.

  3. Pilih informasi penting.

  4. Gabungkan menjadi kalimat singkat.

  5. Jangan memasukkan informasi yang tidak ada dalam teks.


BAB 7

IMBUHAN ME-

A. Apa Itu Imbuhan?

Imbuhan adalah tambahan yang diberikan pada kata dasar sehingga membentuk kata baru.

Salah satu imbuhan adalah:

me-

Contoh:

tulis → menulis

baca → membaca

sapu → menyapu

lukis → melukis


B. Contoh Kata Berimbuhan Me-

Kata DasarKata Berimbuhan
bacamembaca
tulismenulis
sapumenyapu
cucimencuci
gambarmenggambar
masakmemasak
lihatmelihat
pakaimemakai

C. Penggunaan Imbuhan Me- dalam Kalimat

Contoh:

Siti menulis cerita di buku.

Ibu memasak makanan untuk keluarga.

Ayah membaca koran.

Rani menggambar pemandangan.


D. Perubahan Bentuk Imbuhan Me-

Dalam beberapa kata, bentuk imbuhan dapat berubah menyesuaikan kata dasarnya.

Contoh:

me- + tulis → menulis

me- + sapu → menyapu

me- + pakai → memakai

me- + baca → membaca

me- + gambar → menggambar

Karena itu, kita perlu memperhatikan bentuk kata yang benar ketika menggunakannya dalam kalimat.


BAB 8

KALIMAT MAJEMUK

A. Apa Itu Kalimat Majemuk?

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih.

Klausa adalah bagian kalimat yang sekurang-kurangnya memiliki subjek dan predikat.

Contoh:

Rina membaca buku dan Siti menggambar.

Kalimat tersebut memiliki dua klausa:

  1. Rina membaca buku.

  2. Siti menggambar.

Keduanya digabungkan menjadi satu kalimat.


B. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang kedudukannya setara.

Artinya, setiap klausa mempunyai kedudukan yang sama.


C. Konjungsi pada Kalimat Majemuk Setara

Beberapa konjungsi yang dapat digunakan:

  • dan

  • atau

  • tetapi

  • namun

  • melainkan

  • serta

Contoh

Siti belajar dan Rina membaca.

Kamu dapat memilih teh atau kopi.

Budi ingin bermain, tetapi hujan turun.

Rina tidak pergi, melainkan tetap belajar di rumah.


D. Contoh Analisis

Kalimat:

Ayah membaca koran dan Ibu menonton televisi.

Klausa 1:

Ayah membaca koran.

Klausa 2:

Ibu menonton televisi.

Konjungsi:

dan

Jadi, kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk setara.


E. Kata "Sehingga"

Kata sehingga digunakan untuk menunjukkan hubungan akibat.

Contoh:

Hujan turun sangat deras sehingga jalan menjadi banjir.

Perhatikan bahwa penggunaan "sehingga" menunjukkan akibat.


BAB 9

PARAGRAF DESKRIPSI

A. Apa Itu Paragraf Deskripsi?

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek secara jelas sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakan objek tersebut.

Objek yang dapat dideskripsikan:

  • Orang

  • Hewan

  • Tempat

  • Benda

  • Lingkungan

  • Pemandangan


B. Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi

  1. Menggambarkan suatu objek.

  2. Menggunakan kata-kata yang jelas.

  3. Menjelaskan ciri-ciri objek.

  4. Membuat pembaca seolah-olah melihat atau merasakan objek.

  5. Banyak menggunakan kata sifat.


C. Contoh Paragraf Deskripsi

Taman Sekolahku

Taman sekolahku terletak di depan kelas. Taman itu dipenuhi berbagai tanaman hijau dan bunga berwarna-warni. Udara di sekitar taman terasa sejuk. Di tengah taman terdapat sebuah pohon yang rindang. Ketika pagi hari, taman terlihat indah dan segar.

Gagasan pokok

Taman sekolah yang indah dan sejuk.

Judul yang sesuai

Taman Sekolahku


D. Menentukan Judul Paragraf

Judul harus:

  • Sesuai dengan isi.

  • Singkat.

  • Menarik.

  • Menggambarkan topik utama.

Contoh:

Jika paragraf membahas keindahan taman sekolah, judul yang sesuai:

"Taman Sekolahku"

Bukan:

"Pergi ke Pasar"

karena tidak sesuai dengan isi paragraf.


E. Menentukan Gagasan Pokok

Gagasan pokok adalah ide utama yang menjadi dasar sebuah paragraf.

Cara menemukan gagasan pokok:

  1. Baca seluruh paragraf.

  2. Tentukan hal yang paling banyak dibicarakan.

  3. Cari kalimat utama.

  4. Ringkas menjadi satu gagasan.


F. Menambahkan Kalimat Deskripsi

Kalimat tambahan harus tetap sesuai dengan objek yang sedang dideskripsikan.

Contoh:

Taman itu memiliki banyak bunga.

Kalimat tambahan yang sesuai:

Bunga-bunga tersebut memiliki warna merah, kuning, dan putih.

Kalimat tersebut sesuai karena masih membahas taman dan bunganya.


BAB 10

RINGKASAN MATERI WAJIB DIINGAT

TEKS NARASI

Cerita yang berisi rangkaian peristiwa.

TOKOH

Pelaku dalam cerita.

WATAK

Sifat atau karakter tokoh.

LATAR TEMPAT

Menjawab pertanyaan:

"Di mana?"

LATAR WAKTU

Menjawab pertanyaan:

"Kapan?"

MASALAH

Persoalan yang dialami tokoh.

AMANAT

Pesan atau pelajaran dari cerita.


S-P-O-K

S = Subjek

P = Predikat

O = Objek

K = Keterangan

Contoh:

Rina membaca buku di kamar.

Rina = S
membaca = P
buku = O
di kamar = K


TRANSITIF

Membutuhkan objek.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

INTRANSITIF

Tidak membutuhkan objek.

Contoh:

Adik tidur.


HOMONIM

Kata yang memiliki bentuk/bunyi sama tetapi maknanya berbeda.

Contoh:

bunga = bagian tumbuhan

bunga = tambahan dalam perbankan


KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Digunakan untuk mencari makna dan bentuk kata yang benar.


IMBUHAN ME-

Contoh:

tulis → menulis

baca → membaca

sapu → menyapu

gambar → menggambar


KALIMAT MAJEMUK SETARA

Terdiri atas dua klausa atau lebih yang kedudukannya setara.

Konjungsi:

dan, atau, tetapi, namun, melainkan, serta


PARAGRAF DESKRIPSI

Paragraf yang menggambarkan objek secara jelas sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakannya.


TIPS MENGERJAKAN SOAL

Jika soal tentang cerita

Cari:
Tokoh → Watak → Masalah → Tempat → Waktu → Amanat

Jika soal tentang kalimat

Cari:
S → P → O → K

Kemudian periksa apakah ada objek.

Jika soal tentang homonim

Perhatikan apakah satu kata mempunyai makna berbeda dalam kalimat yang berbeda.

Jika soal tentang imbuhan me-

Cari:
kata dasar → kata berimbuhan

Contoh:

tulis → menulis

Jika soal tentang kalimat majemuk

Cari dua klausa dan perhatikan kata penghubungnya.

Jika soal tentang paragraf

Tanyakan:

"Paragraf ini terutama membahas apa?"

Jawabannya biasanya menjadi petunjuk untuk menemukan gagasan pokok.

Kisi-kisi STS kelas 4 Fatimah Az-Zahra selasa 13 oktober 2026

  Identitas Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd. Mata Pelajaran : Seni Budaya ( Seni Rupa ) Hari / Tanggal : Selasa / 13 Oktober 2026 Fase /...