Senin, 14 September 2026

Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra selasa 15 september 2026

 

MATERI AJAR HARIAN

Matematika • Seni Rupa • IPAS • Pancasila

Fase B / Kelas 4 Fatimah Az-Zahra — Selasa, 15 September 2026


    PELAJARAN 1

    Matematika — Mengenal Kelipatan dan Faktor

    Identitas

    Nama Guru:Dessy Puji Astuti , S.Pd.
    Mata Pelajaran:Matematika
    Hari / Tanggal:Selasa / 15 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra
    Materi:Mengenal Kelipatan dan Faktor


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

    "Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Murid mengenal kelipatan dan faktor.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik bermain "cari pasangan" — melingkari bilangan yang sama pada dua daftar kelipatan berbeda yang ditulis di papan tulis.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa mencari kesamaan (persekutuan) antara dua bilangan membantu menyelesaikan masalah sehari-hari, seperti menentukan jadwal yang bertepatan atau membagi barang secara merata.

    Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan kelompok "Berburu Bilangan Kembar" menggunakan kartu angka kelipatan dan faktor.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengulas kembali konsep kelipatan dan faktor suatu bilangan, kemudian mengenal konsep kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dari dua bilangan, lalu berlatih menentukan kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dalam soal sederhana.

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. Ya-Sin (36): 36

    سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

    "Subhaanal-ladzii khalaqal-azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul-ardhu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya'lamuun"

    Artinya: "Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

    Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Hari ini kita juga akan mencari "pasangan" atau kesamaan nilai antara dua bilangan, yaitu kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan.

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mencari kelipatan dan faktor dari satu bilangan. Hari ini kita akan belajar mencari kelipatan dan faktor yang sama-sama dimiliki oleh dua bilangan.

    Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama (bersekutu) dari dua bilangan atau lebih. Caranya: tuliskan kelipatan masing-masing bilangan, lalu cari bilangan yang muncul pada kedua daftar.

    BilanganKelipatan
    44, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, ...
    66, 12, 18, 24, 30, 36, ...

    Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah 12, 24, 36, ... Kelipatan persekutuan yang paling kecil (12) disebut Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).

    Faktor persekutuan adalah faktor yang sama (bersekutu) dari dua bilangan atau lebih. Caranya: tuliskan faktor masing-masing bilangan, lalu cari bilangan yang muncul pada kedua daftar.

    BilanganFaktor
    121, 2, 3, 4, 6, 12
    181, 2, 3, 6, 9, 18

    Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6. Faktor persekutuan yang paling besar (6) disebut Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).

    Contoh Soal 1: Tentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari 3 dan 5!

    Pembahasan: Kelipatan 3: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, ... Kelipatan 5: 5, 10, 15, 20, 25, 30, ... Kelipatan persekutuan dari 3 dan 5 adalah 15, 30, dan 45.

    Contoh Soal 2: Tentukan faktor persekutuan dari 16 dan 24!

    Pembahasan: Faktor 16: 1, 2, 4, 8, 16. Faktor 24: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24. Faktor persekutuan dari 16 dan 24 adalah 1, 2, 4, dan 8.

    b. Video Pembelajaran

    Video Kelipatan Persekutuan dari Dua BilanganKelipatan Persekutuan dari Dua Bilangan – Matematika Kelas 4 SDKlik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 yang pertama adalah ...
      • A. 4
      • B. 5
      • C. 6
      • D. 8
    2. Faktor persekutuan dari 8 dan 12 adalah ...
      • A. 1, 2, 4
      • B. 1, 2, 3, 4
      • C. 2, 4, 6
      • D. 1, 4, 8
    3. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 4 dan 10 adalah ...
      • A. 14
      • B. 20
      • C. 40
      • D. 10
    4. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 18 dan 24 adalah ...
      • A. 3
      • B. 6
      • C. 9
      • D. 12
    5. Dua kelipatan persekutuan pertama dari 6 dan 9 adalah ...
      • A. 12 dan 24
      • B. 18 dan 36
      • C. 9 dan 18
      • D. 18 dan 27

    II. Isian Singkat

    1. Faktor persekutuan dari 10 dan 15 adalah ...
    2. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 3 dan 4 adalah ...
    3. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 20 dan 30 adalah ...

    III. Esai

    1. Dua buah lonceng dibunyikan bersamaan. Lonceng A berbunyi setiap 4 menit, dan lonceng B berbunyi setiap 6 menit. Tentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari 4 dan 6, lalu tentukan pada menit ke berapa kedua lonceng akan berbunyi bersamaan lagi untuk pertama kalinya!
    2. Bu Ani mempunyai 18 apel dan 24 jeruk yang akan dibagikan sama rata ke beberapa keranjang tanpa sisa. Tentukan faktor persekutuan dari 18 dan 24, lalu tentukan jumlah keranjang paling banyak yang bisa digunakan!

    Kesimpulan

    Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama dimiliki oleh dua bilangan atau lebih, sedangkan faktor persekutuan adalah faktor yang sama dimiliki oleh dua bilangan atau lebih. Kelipatan persekutuan terkecil disebut KPK, dan faktor persekutuan terbesar disebut FPB.

    Refleksi Pembelajaran

    PELAJARAN 2

    Seni Rupa — Bendera Hias

    Identitas

    Nama Guru:Dessy Puji Astuti, S.Pd.
    Mata Pelajaran:Seni Rupa
    Hari / Tanggal:Selasa / 15 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra
    Materi:Bendera Hias


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek), Unit 4 "Membuat Bendera Hias dari Kertas":

    "Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik bermain "tebak bendera" — mencocokkan gambar berbagai bendera dengan fungsinya masing-masing secara berkelompok.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa bendera bukan sekadar hiasan, melainkan juga simbol identitas dan pembawa pesan tertentu.

    Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan memilah kartu gambar bendera ke dalam kategori bentuk dan fungsi yang tepat, ditemani musik ceria saat berdiskusi kelompok.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengamati berbagai contoh bendera di sekitarnya, kemudian mengidentifikasi bentuk-bentuk bendera (persegi panjang, segitiga, dan bentuk khusus), lalu mengklasifikasikan bendera-bendera tersebut berdasarkan fungsinya (bendera negara, bendera hias, dan bendera isyarat).

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. Fatir (35): 27 (penggalan)

    وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

    "Wa minal-jibaali judadum biidhuw wa humrum mukhtalifun alwaanuhaa wa garaabiibu suud"

    Artinya: "Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya, dan ada (pula) yang hitam pekat."

    Keterkaitan: Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan alam dengan beraneka warna, seperti merah, putih, dan hitam. Warna-warna ini juga sering digunakan manusia untuk membuat lambang atau bendera, seperti warna merah dan putih pada bendera Indonesia yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Bendera adalah sehelai kain (atau bahan lain) yang diberi warna dan/atau lambang tertentu, biasanya dikibarkan pada tiang sebagai tanda atau lambang sesuatu. Bendera merupakan produk seni rupa yang mengandung unsur desain (rancangan), warna, dan komposisi (susunan elemen agar terlihat serasi dan indah), sekaligus mengandung unsur budaya sebagai lambang identitas suatu negara atau kelompok.

    Bentuk BenderaContoh Penggunaan
    Persegi panjangBendera negara, seperti bendera Merah Putih Indonesia
    Segitiga (pataka/umbul-umbul)Hiasan atau panji pada acara perayaan
    Bentuk khususMisalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya
    Jenis Bendera (Fungsi)Contoh
    Bendera negaraBendera Merah Putih – lambang identitas dan kedaulatan bangsa
    Bendera organisasi/daerahBendera sekolah, bendera pramuka – lambang identitas kelompok
    Bendera hiasUmbul-umbul warna-warni – mempercantik suasana perayaan
    Bendera isyaratBendera start balapan, bendera di pelabuhan – sebagai tanda/sinyal

    Bendera Merah Putih Indonesia memiliki makna khusus: warna merah melambangkan keberanian, dan warna putih melambangkan kesucian.

    Contoh Soal 1: Sebutkan tiga bentuk bendera yang kamu ketahui, beserta satu contoh penggunaannya masing-masing!

    Pembahasan: (1) Persegi panjang – digunakan pada bendera negara seperti bendera Merah Putih. (2) Segitiga (pataka/umbul-umbul) – digunakan sebagai hiasan pada acara perayaan. (3) Bentuk khusus – misalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya.

    Contoh Soal 2: Klasifikasikan bendera-bendera berikut berdasarkan fungsinya: bendera Merah Putih, umbul-umbul warna-warni untuk pesta ulang tahun, dan bendera start pada perlombaan lari!

    Pembahasan: Bendera Merah Putih berfungsi sebagai lambang identitas negara. Umbul-umbul warna-warni berfungsi sebagai hiasan untuk mempercantik acara. Bendera start berfungsi sebagai isyarat/tanda dimulainya perlombaan.

    b. Video Pembelajaran

    Video Seni Rupa Kelas 4 Unit 4 Membuat Bendera HiasSeni Rupa Kelas 4 Unit 4 – Membuat Bendera HiasKlik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Bendera yang berfungsi sebagai lambang identitas suatu negara disebut bendera ...
      • A. hias
      • B. negara
      • C. isyarat
      • D. organisasi
    2. Warna merah pada bendera Indonesia melambangkan ...
      • A. kesucian
      • B. keberanian
      • C. kedamaian
      • D. kemakmuran
    3. Bentuk bendera yang paling umum digunakan sebagai bendera negara adalah ...
      • A. lingkaran
      • B. segitiga
      • C. persegi panjang
      • D. bintang
    4. Umbul-umbul warna-warni yang dipasang saat acara ulang tahun berfungsi sebagai ...
      • A. lambang negara
      • B. hiasan/dekorasi
      • C. alat komunikasi
      • D. tanda bahaya
    5. Unsur seni rupa yang berkaitan dengan susunan warna dan bentuk pada bendera agar terlihat serasi disebut ...
      • A. komposisi
      • B. tekstur
      • C. gerak
      • D. ruang

    II. Isian Singkat

    1. Warna putih pada bendera Indonesia melambangkan ...
    2. Bendera berbentuk segitiga yang sering digunakan sebagai hiasan atau panji disebut ...
    3. Bendera yang digunakan sebagai tanda dimulainya sebuah perlombaan disebut bendera ...

    III. Esai

    1. Amati bendera sekolahmu atau bendera organisasi yang kamu ketahui. Jelaskan bentuk, warna, dan fungsinya!
    2. Jika kamu diminta merancang sebuah bendera hias untuk mewakili kelasmu, jelaskan bentuk, warna, dan lambang apa yang akan kamu gunakan beserta alasannya!

    Kesimpulan

    Bendera adalah produk seni rupa yang mengandung unsur desain, warna, dan komposisi, serta memiliki berbagai bentuk (persegi panjang, segitiga, bentuk khusus) dan fungsi (bendera negara, organisasi, hias, dan isyarat) yang berbeda-beda.

    Refleksi Pembelajaran


    PELAJARAN 3

    IPAS — Gaya Magnet

    Identitas

    Nama Guru:Dessy Puji Astuti, S.Pd.,
    Mata Pelajaran:IPAS
    Hari / Tanggal:Selasa / 15 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra
    Materi:Gaya Magnet


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

    "Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.

    Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)

    وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

    "Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"

    Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."

    Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.

    Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:

    • Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
    • Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.

    Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:

    1. Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
    2. Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
    3. Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
    4. Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
    5. Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.

    Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).

    Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!

    Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).

    Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!

    Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.

    b. Video Pembelajaran

    Video Gaya Magnet IPAS Kelas 4Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
      • A. penggaris plastik
      • B. paku besi
      • C. karet penghapus
      • D. kertas
    2. Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
      • A. tarik-menarik
      • B. tolak-menolak
      • C. tidak terjadi apa-apa
      • D. kedua magnet pecah
    3. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
      • A. tengah magnet
      • B. kedua ujung (kutub) magnet
      • C. seluruh permukaan sama kuat
      • D. hanya di kutub selatan
    4. Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
      • A. termometer
      • B. kompas
      • C. jam dinding
      • D. penggaris
    5. Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
      • A. tidak dijatuhkan berulang kali
      • B. tidak dipukul-pukul
      • C. disimpan di tempat yang aman
      • D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali

    II. Isian Singkat

    1. Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
    2. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
    3. Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.

    III. Esai

    1. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
    2. Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!

    Kesimpulan

    Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

    Refleksi Pembelajaran

    PELAJARAN 1

    Pendidikan Pancasila — Aturan di Lingkungan Sekitar

    Identitas

    Nama Guru:Dessy Puji Astuti, S.Pd.
    Mata Pelajaran:Pendidikan Pancasila
    Hari / Tanggal:Selasa / 15 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra
    Materi:Aturan di Lingkungan Sekitar


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

    "Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara; mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari; serta melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama dan menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah."

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik bermain peran (role play) mensimulasikan situasi mematuhi dan melanggar aturan di rumah maupun di sekolah.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa aturan dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, bukan untuk mengekang kebebasan.

    Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan kelompok "Pohon Aturan" — setiap kelompok menempelkan kertas berisi aturan buatan sendiri pada gambar pohon besar di papan tulis.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik memahami pengertian aturan dan mengidentifikasi contoh-contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
    2. Peserta didik menyusun (membuat) sebuah aturan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, lengkap dengan tujuannya.

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. An-Nisa (4): 59 (penggalan)

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ

    "Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu athii'ullaaha wa athii'ur-rasuula wa ulil-amri minkum"

    Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."

    Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk taat kepada Allah, Rasul, dan orang yang memiliki wewenang mengatur kita, seperti orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemimpin di masyarakat. Hal ini sejalan dengan materi hari ini tentang pentingnya memahami dan mematuhi aturan di lingkungan sekitar kita.

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Aturan adalah patokan, petunjuk, perintah, atau ketentuan yang harus dipatuhi dan dijalankan dengan baik, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Tujuan adanya aturan adalah agar tercipta ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bagi semua orang.

    LingkunganContoh AturanTujuan
    RumahMerapikan tempat tidur; mengetuk pintu sebelum masuk kamar; membuang sampah pada tempatnyaAgar rumah nyaman dan setiap anggota keluarga saling menghargai
    SekolahHadir tepat waktu; memakai seragam sesuai jadwal; menghormati guru dan temanAgar tercipta suasana belajar yang tertib dan nyaman
    MasyarakatIkut kerja bakti; menyapa tetangga; mematuhi rambu lalu lintasAgar tercipta kerukunan dan keamanan bersama

    Jika aturan dilanggar, dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kekacauan, bahkan sanksi atau teguran bagi yang melanggar. Sebaliknya, aturan yang baik biasanya dibuat melalui musyawarah bersama, bersifat jelas, mudah dipahami, dan adil untuk semua pihak.

    Contoh Soal 1: Sebutkan tiga contoh aturan yang berlaku di lingkungan sekolahmu, beserta tujuannya!

    Pembahasan: (1) Datang tepat waktu – agar pembelajaran berjalan tertib dan tidak mengganggu teman. (2) Memakai seragam sesuai jadwal – agar tercipta kerapian dan kedisiplinan. (3) Tidak membuat gaduh di kelas – agar suasana belajar nyaman bagi semua siswa.

    Contoh Soal 2: Buatlah satu aturan sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumahmu, lalu jelaskan tujuannya!

    Pembahasan: Contoh aturan: "Setiap anggota keluarga harus mematikan lampu saat meninggalkan ruangan." Tujuannya untuk menghemat listrik dan membiasakan hidup hemat dalam keluarga. (Jawaban siswa dapat bervariasi, dinilai dari kejelasan aturan dan alasan yang logis.)

    b. Video Pembelajaran

    Video Norma dan Peraturan Pendidikan Pancasila Kelas 4Norma dan Peraturan – Pendidikan Pancasila Kelas 4Klik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Aturan yang berlaku di suatu tempat bertujuan untuk menciptakan ...
      • A. kebingungan
      • B. ketertiban dan kenyamanan bersama
      • C. persaingan antarwarga
      • D. perbedaan pendapat
    2. Berikut ini contoh aturan di lingkungan sekolah adalah ...
      • A. menonton televisi sebelum tidur
      • B. memakai seragam sesuai jadwal
      • C. menyapu halaman rumah
      • D. mengunci pintu kamar
    3. Jika seorang siswa terlambat datang ke sekolah tanpa alasan yang jelas, dampak yang mungkin terjadi adalah ...
      • A. mendapat pujian dari guru
      • B. mendapat teguran dan tertinggal pelajaran
      • C. dinaikkan kelas
      • D. mendapat hadiah
    4. Cara terbaik untuk membuat kesepakatan aturan bersama di kelas adalah melalui ...
      • A. paksaan dari satu siswa
      • B. musyawarah bersama
      • C. keputusan sepihak tanpa diskusi
      • D. mengikuti aturan sekolah lain begitu saja
    5. Manakah berikut ini yang BUKAN merupakan contoh aturan di lingkungan masyarakat?
      • A. ikut kerja bakti membersihkan lingkungan
      • B. menjaga ketertiban saat ronda malam
      • C. mengerjakan PR sebelum tidur
      • D. mematuhi rambu lalu lintas di jalan

    II. Isian Singkat

    1. Aturan di lingkungan sekolah dibuat dengan tujuan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ...
    2. Sebutkan satu contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumahmu!
    3. Cara yang baik untuk membuat kesepakatan aturan bersama adalah melalui ...

    III. Esai

    1. Bandingkan satu contoh aturan di lingkungan rumah dan satu contoh aturan di lingkungan sekolah, lalu jelaskan persamaan tujuan dari kedua aturan tersebut!
    2. Jika kamu menjadi ketua kelas, buatlah satu aturan baru untuk kelasmu beserta alasan dan cara agar semua teman mau mematuhinya!
    Lihat Kunci Jawaban

    Kesimpulan

    Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Aturan yang baik dibuat melalui musyawarah bersama dan berlaku adil bagi semua orang.

    Refleksi Pembelajaran

    Sebagian besar murid sudah mampu menyebutkan contoh-contoh aturan di lingkungan sekitar dengan baik, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam menyusun aturan baru beserta alasan yang logis.

    Minggu, 13 September 2026

    Materi Ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra senin 14 september 2026

     

    :B / 4 Fatimah Az-Zahra

    PELAJARAN 1

    Bahasa Indonesia — Awalan Me-

    Identitas

    Nama Guru:Dessy , S.Pd., Gr
    Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
    Hari / Tanggal:Senin / 13 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

    "Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."

    Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik bermain "detektif kata" untuk menemukan kata berimbuhan me- yang salah tulis dalam sebuah teks pendek, lalu membetulkannya bersama kelompok.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa memahami pengecualian aturan awalan me- (kata bersuku satu dan kata serapan) membuat tulisan mereka semakin baku dan mudah dipahami pembaca.

    Joyful: pembelajaran dikemas dengan kuis cepat tepat berkelompok menggunakan kartu jawaban, disertai tepuk "Luluh-Tidak Luluh" sebagai penanda jawaban benar.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengulas kembali aturan dasar awalan me- dan peluluhan huruf k, t, s, p, kemudian mempelajari dua aturan khusus (kata dasar bersuku kata satu dan kata serapan berkonsonan rangkap), lalu berlatih menerapkan seluruh aturan tersebut dalam kalimat dan teks pendek.

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. Al-Ahzab (33): 70

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا

    "Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"

    Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

    Keterkaitan: Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar aturan dasar awalan me-. Hari ini kita akan memperdalam aturannya agar semakin "sadidan" (benar dan tepat) dalam berbahasa, termasuk memahami kata-kata yang tampak seperti pengecualian.

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Sebagai penguatan, mari kita ulas kembali secara singkat: awalan me- berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung huruf awal kata dasar, dan huruf k, t, s, p akan luluh jika langsung diikuti huruf vokal.

    Selain aturan dasar tersebut, ada dua aturan khusus yang perlu kita pahami:

    Aturan KhususPenjelasanContoh
    Kata dasar bersuku kata satuMendapat sisipan bunyi "-nge-" agar mudah diucapkan, huruf awal TIDAK luluh.cat → mengecat; bom → mengebom; tik → mengetik; las → mengelas
    Kata serapan berkonsonan rangkap di awalJika huruf k, p, t, s pada kata dasar diikuti oleh konsonan lain (bukan vokal), maka huruf tersebut TIDAK luluh.kritik → mengkritik (kr); praktik → mempraktikkan (pr); transfer → mentransfer (tr)

    Contoh Soal 1: Manakah bentuk yang benar, "mengkritik" atau "mengeritik"? Jelaskan alasannya!

    Pembahasan: Bentuk yang benar adalah mengkritik. Kata dasar "kritik" berawalan gugus dua konsonan "kr" (bukan k diikuti vokal), sehingga huruf k tidak luluh meskipun diberi awalan me- (meng-).

    Contoh Soal 2: Kata dasar "cat" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi apa? Jelaskan aturannya!

    Pembahasan: Menjadi mengecat. Kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata mendapat sisipan bunyi "-nge-" ketika diberi awalan me-, agar lebih mudah diucapkan.

    b. Video Pembelajaran

    Video Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Kata dasar "tik" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
      • A. metik
      • B. mentik
      • C. mengetik
      • D. mengtik
    2. Kata dasar "transfer" jika diberi awalan me- menjadi ...
      • A. mentransfer
      • B. menransfer
      • C. mentranfer
      • D. mengtransfer
    3. Kata dasar "praktik" jika diberi awalan me- dan akhiran -kan menjadi ...
      • A. memraktikkan
      • B. mempraktikkan
      • C. mepraktikkan
      • D. mengpraktikkan
    4. "Adik ... origami menjadi bentuk burung." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
      • A. melipat
      • B. mengelipat
      • C. menlipat
      • D. memlipat
    5. Manakah kalimat berikut yang PALING TEPAT penggunaan awalan me-?
      • A. Kakak sedang mengecat pagar rumah.
      • B. Kakak sedang mecat pagar rumah.
      • C. Kakak sedang mengcat pagar rumah.
      • D. Kakak sedang mencat pagar rumah.

    II. Isian Singkat

    1. Kata dasar "bom" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
    2. Kata dasar "cek" jika diberi awalan me- menjadi ...
    3. Huruf k pada kata "kritik" tidak luluh karena diikuti oleh huruf ... (bukan huruf vokal).

    III. Esai

    1. Jelaskan mengapa kata dasar bersuku kata satu seperti "cat", "bom", dan "las" mendapat sisipan "-nge-" ketika diberi awalan me-! Berikan satu contoh tambahan!
    2. Mengapa kata "kritik" tidak berubah menjadi "mengeritik" (k luluh), melainkan tetap menjadi "mengkritik"? Jelaskan alasannya!
    Lihat Kunci Jawaban

    Kesimpulan

    Selain aturan dasar peluluhan huruf k, t, s, p, awalan me- memiliki dua aturan khusus: kata dasar bersuku kata satu mendapat sisipan "-nge-" (misalnya cat → mengecat), dan kata dasar dengan gugus konsonan rangkap di awal tidak mengalami peluluhan (misalnya kritik → mengkritik).

    Refleksi Pembelajaran

    Sebagian besar murid sudah mampu menerapkan aturan dasar peluluhan dengan baik, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami aturan khusus kata bersuku satu dan kata serapan berkonsonan rangkap. Latihan tambahan berupa kuis kelompok akan diulang pada pertemuan berikutnya.

    PELAJARAN 2

    IPAS — Gaya Magnet

    Identitas

    Nama Guru:Dessy Puji Astuti , S.Pd
    Mata Pelajaran:IPAS
    Hari / Tanggal:Senin / 13 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

    "Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.

    Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)

    وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

    "Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"

    Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."

    Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.

    Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:

    • Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
    • Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.

    Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:

    1. Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
    2. Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
    3. Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
    4. Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
    5. Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.

    Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).

    Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!

    Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).

    Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!

    Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.

    b. Video Pembelajaran

    Video Gaya Magnet IPAS Kelas 4Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
      • A. penggaris plastik
      • B. paku besi
      • C. karet penghapus
      • D. kertas
    2. Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
      • A. tarik-menarik
      • B. tolak-menolak
      • C. tidak terjadi apa-apa
      • D. kedua magnet pecah
    3. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
      • A. tengah magnet
      • B. kedua ujung (kutub) magnet
      • C. seluruh permukaan sama kuat
      • D. hanya di kutub selatan
    4. Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
      • A. termometer
      • B. kompas
      • C. jam dinding
      • D. penggaris
    5. Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
      • A. tidak dijatuhkan berulang kali
      • B. tidak dipukul-pukul
      • C. disimpan di tempat yang aman
      • D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali

    II. Isian Singkat

    1. Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
    2. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
    3. Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.

    III. Esai

    1. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
    2. Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
    Lihat Kunci Jawaban

    Kesimpulan

    Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

    Refleksi Pembelajaran

    Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan benda magnetis dan non-magnetis melalui percobaan langsung, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami konsep tolak-menolak dan tarik-menarik antar kutub magnet.


    Identitas

    Nama Guru:Dessy Puji Astuti, S.Pd., Gr
    Mata Pelajaran:Matematika
    Hari / Tanggal:Senin / 13 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

    "Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Murid mengenal kelipatan dan faktor.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik bermain "lompat kelipatan" di lantai kelas menggunakan angka-angka yang ditempel, melompati bilangan kelipatan sambil menyebutkannya dengan suara lantang.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa konsep kelipatan dan faktor membantu mereka membagi barang secara adil dan menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

    Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan "Tepuk Kelipatan" — siswa berhitung berurutan, dan bertepuk tangan setiap kali menyebutkan bilangan kelipatan tertentu.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengenal konsep kelipatan suatu bilangan melalui pola penjumlahan berulang, kemudian mengenal konsep faktor suatu bilangan melalui pembagian habis, lalu berlatih menentukan kelipatan dan faktor dari beberapa bilangan cacah sederhana.

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. Al-An'am (6): 160 (penggalan)

    مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

    "Man jaa a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amtsaalihaa"

    Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya."

    Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan konsep "sepuluh kali lipat", yang sebenarnya berkaitan dengan konsep kelipatan yang akan kita pelajari hari ini — yaitu bagaimana suatu bilangan dapat dikalikan berulang menjadi bilangan yang lebih besar. Allah menjanjikan kebaikan kita akan "dilipatgandakan", maka mari kita pelajari makna kelipatan dalam matematika dengan semangat!

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, dan seterusnya). Kelipatan juga bisa dicari dengan cara menjumlahkan bilangan itu sendiri secara berulang.

    Kelipatan dariCara MencariHasil
    41×4, 2×4, 3×4, 4×4, ...4, 8, 12, 16, 20, ...
    61×6, 2×6, 3×6, 4×6, ...6, 12, 18, 24, 30, ...

    Faktor suatu bilangan adalah semua bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut (tidak bersisa). Cara mencari faktor adalah dengan menguraikan bilangan tersebut menjadi perkalian dua bilangan.

    Faktor dariPerkalian PenyusunHasil
    121×12, 2×6, 3×41, 2, 3, 4, 6, 12
    201×20, 2×10, 4×51, 2, 4, 5, 10, 20

    Perbedaan mendasar: kelipatan jumlahnya tidak terbatas (semakin dikalikan semakin besar dan terus berlanjut), sedangkan faktor suatu bilangan jumlahnya terbatas (hanya bilangan-bilangan tertentu yang dapat membaginya habis).

    Contoh Soal 1: Tuliskan lima bilangan kelipatan 6 yang pertama!

    Pembahasan: Kelipatan 6 diperoleh dari 1×6=6, 2×6=12, 3×6=18, 4×6=24, 5×6=30. Jadi, lima kelipatan pertama dari 6 adalah 6, 12, 18, 24, dan 30.

    Contoh Soal 2: Tentukan semua faktor dari bilangan 20!

    Pembahasan: Uraikan 20 menjadi perkalian dua bilangan: 20 = 1×20, 20 = 2×10, 20 = 4×5. Jadi, faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20.

    b. Video Pembelajaran

    Video Faktor dan Kelipatan Matematika Kelas 4Faktor dan Kelipatan – Matematika Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Kelipatan dari bilangan 5 yang kurang dari 30 adalah ...
      • A. 5, 10, 15, 20, 25
      • B. 5, 10, 20, 25, 30
      • C. 5, 15, 20, 25
      • D. 10, 15, 20, 25, 30
    2. Faktor dari bilangan 15 adalah ...
      • A. 1, 3, 5, 15
      • B. 1, 3, 5, 7, 15
      • C. 1, 5, 15
      • D. 3, 5, 15
    3. Bilangan berikut yang merupakan kelipatan 7 adalah ...
      • A. 27
      • B. 35
      • C. 40
      • D. 45
    4. Bilangan 12 habis dibagi 4 tanpa sisa. Maka 12 disebut ... dari 4.
      • A. faktor
      • B. kelipatan
      • C. akar
      • D. pangkat
    5. Manakah bilangan berikut yang BUKAN termasuk faktor dari 24?
      • A. 4
      • B. 6
      • C. 9
      • D. 8

    II. Isian Singkat

    1. Tiga kelipatan pertama dari bilangan 9 adalah ...
    2. Faktor dari bilangan 16 adalah ...
    3. Sebutkan dua bilangan yang merupakan faktor dari 18!

    III. Esai

    1. Bu Guru mempunyai 24 permen yang akan dibagikan sama rata kepada beberapa siswa tanpa ada sisa. Sebutkan semua kemungkinan jumlah siswa yang bisa menerima permen tersebut, beserta alasannya menggunakan konsep faktor!
    2. Sebuah lampu hias berkedip setiap kelipatan 5 detik, dan lampu hias lainnya berkedip setiap kelipatan 8 detik. Tuliskan tiga waktu (dalam detik) di mana kedua lampu tersebut kemungkinan berkedip bersamaan, lalu jelaskan bagaimana caramu menemukannya!
    Lihat Kunci Jawaban

    Kesimpulan

    Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, ...) dan jumlahnya tidak terbatas. Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut, dan jumlahnya terbatas.

    Refleksi Pembelajaran

    Sebagian besar murid sudah mampu menentukan kelipatan suatu bilangan dengan lancar melalui perkalian berurutan, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam menentukan seluruh faktor dari sebuah bilangan secara sistematis.

    PELAJARAN 4

    Pendidikan Pancasila — Lingkungan Alami dan Buatan di Desa dan Kelurahan

    Identitas

    Nama Guru:Dessy Puji Astuti, S.Pd
    Mata Pelajaran:Pendidikan Pancasila
    Hari / Tanggal:Senin / 13 September 2026
    Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra


    Capaian Pembelajaran (CP)

    Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Negara Kesatuan Republik Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

    "Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial budaya di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami lingkungan sekitar (RT/RW/desa/kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didik mampu menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan."

    Tujuan Pembelajaran (TP)

    Murid dapat mengenal dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Tujuan Pembelajaran Mamijoy

    Mainful: peserta didik bermain "tebak gambar" membedakan lingkungan alami dan buatan yang ada di desa/kelurahan mereka sendiri.

    Meaningful: peserta didik menyadari bahwa lingkungan tempat tinggalnya adalah bagian penting dari wilayah NKRI yang perlu dijaga dan dicintai.

    Joyful: pembelajaran dikemas melalui diskusi kelompok bercerita tentang lingkungan rumah masing-masing, disertai sesi tunjuk foto/gambar lingkungan favorit.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    1. Peserta didik mengenal pengertian dan contoh lingkungan alami serta lingkungan buatan di desa/kelurahan, kemudian memahami struktur pemerintahan desa dan kelurahan, lalu menyimpulkan bahwa lingkungan tersebut merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI yang harus dijaga bersama.

    Pembahasan Materi

    1. Apersepsi

    Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

    Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

    QS. Al-Hujurat (49): 13 (penggalan)

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟

    "Yaa ayyuhan-naasu innaa khalaqnaakum min dzakariw wa untsaa wa ja'alnaakum syu'uubaw wa qabaa-ila lita'aarafuu"

    Artinya: "Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."

    Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk saling mengenal keberagaman wilayah dan lingkungan tempat tinggal, termasuk desa atau kelurahan kita masing-masing, sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang beragam namun tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    2. Pengajaran Materi

    a. Materi

    Desa adalah wilayah pemerintahan terkecil yang dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh warga desa. Kepala desa dibantu oleh perangkat desa seperti sekretaris desa, kepala dusun, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kelurahan adalah wilayah pemerintahan terkecil di daerah perkotaan yang dipimpin oleh seorang lurah, yaitu aparatur sipil negara (ASN) yang diangkat oleh pemerintah (bupati/wali kota), bukan dipilih oleh warga.

    Lingkungan di sekitar desa/kelurahan dapat dibedakan menjadi:

    • Lingkungan alami: lingkungan yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia, contohnya sungai, gunung, hutan, dan pantai.
    • Lingkungan buatan: lingkungan hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, contohnya jalan, jembatan, sekolah, dan pasar.

    Desa dan kelurahan merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Urutan wilayah administratif dari yang terkecil adalah: desa/kelurahan → kecamatan → kabupaten/kota → provinsi → negara. Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan desa/kelurahan berarti turut menjaga keutuhan NKRI.

    Contoh Soal 1: Sebutkan masing-masing tiga contoh lingkungan alami dan lingkungan buatan yang mungkin ada di desa atau kelurahanmu!

    Pembahasan: Contoh lingkungan alami: sungai, sawah, dan perbukitan. Contoh lingkungan buatan: jalan raya, sekolah, dan jembatan. (Jawaban dapat bervariasi sesuai kondisi nyata tempat tinggal siswa.)

    Contoh Soal 2: Jelaskan mengapa desa dan kelurahan disebut sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI!

    Pembahasan: Karena desa dan kelurahan adalah satuan wilayah terkecil dalam struktur pemerintahan Indonesia yang tergabung dalam kecamatan, lalu kabupaten/kota, kemudian provinsi, hingga membentuk satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjaga desa/kelurahan berarti turut menjaga keutuhan NKRI.

    b. Video Pembelajaran

    Video Desa dan Kelurahan Bagian dari NKRIDesa dan Kelurahan sebagai Bagian dari NKRIKlik untuk menonton di YouTube

    c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

    I. Pilihan Ganda

    1. Kepala desa dipilih melalui ...
      • A. penunjukan oleh bupati
      • B. pemilihan langsung oleh warga desa
      • C. pengangkatan sebagai ASN
      • D. musyawarah DPRD
    2. Pemimpin wilayah kelurahan disebut ...
      • A. kepala desa
      • B. camat
      • C. lurah
      • D. gubernur
    3. Berikut yang termasuk contoh lingkungan alami adalah ...
      • A. jembatan
      • B. gedung sekolah
      • C. sungai
      • D. jalan tol
    4. Berikut yang termasuk contoh lingkungan buatan adalah ...
      • A. gunung
      • B. pasar
      • C. hutan
      • D. danau
    5. Urutan wilayah administratif dari yang terkecil ke yang lebih besar yang benar adalah ...
      • A. kecamatan – desa/kelurahan – kabupaten/kota
      • B. desa/kelurahan – kecamatan – kabupaten/kota
      • C. kabupaten/kota – kecamatan – desa/kelurahan
      • D. provinsi – kabupaten/kota – desa/kelurahan

    II. Isian Singkat

    1. Lembaga yang membantu kepala desa dalam menyusun peraturan desa disebut ...
    2. Lingkungan yang terbentuk tanpa campur tangan manusia disebut lingkungan ...
    3. Desa dan kelurahan merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah ...

    III. Esai

    1. Bandingkan perbedaan antara desa dan kelurahan dari segi pemimpin dan cara pemilihannya!
    2. Sebagai warga desa/kelurahan, sebutkan sikap yang dapat kamu lakukan untuk menjaga lingkungan alami dan buatan di sekitarmu sebagai wujud cinta tanah air!
    Lihat Kunci Jawaban

    Kesimpulan

    Desa dan kelurahan adalah wilayah pemerintahan terkecil yang memiliki lingkungan alami maupun buatan. Keduanya merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang perlu dikenal, dijaga, dan dicintai oleh setiap warganya.

    Refleksi Pembelajaran

    Sebagian besar murid sudah dapat membedakan lingkungan alami dan buatan di sekitar tempat tinggalnya, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami perbedaan struktur pemerintahan desa dan kelurahan.

    Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra selasa 15 september 2026

      MATERI AJAR HARIAN Matematika • Seni Rupa • IPAS  • Pancasila Fase B / Kelas 4 Fatimah Az-Zahra — Selasa, 15 September 2026 PELAJARAN 1 Ma...