Rabu, 16 September 2026

Outing Class kelas 4 Fatimah Az-Zahra kamis 17 September 2026

 

Materi Ajar IPAS Kelas 4 Fatimah Az-Zahra

IPAS — Outing Class
Kamis, 17 September 2026

Belajar melalui pengamatan, praktik, dan pengalaman langsung

Pelajaran 1 — IPAS (Outing Class)

Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran : IPAS (Outing Class)

Hari / Tanggal : Kamis / 17 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi : Fotosintesis (Menanam Sayuran)

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi bagian tubuh tumbuhan dan mendeskripsikan fungsinya. Peserta didik memahami proses fotosintesis secara sederhana sebagai proses tumbuhan membuat makanan, serta mampu mengaitkan kebutuhan tumbuhan untuk tumbuh dengan hasil pengamatan atau penyelidikan sederhana di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid mengidentifikasi fotosintesis pada saat menanam sayuran.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati dengan sadar kebutuhan tanaman, seperti cahaya, air, tanah, dan udara, tanpa merusak tanaman.
  • Meaningful: murid menghubungkan proses fotosintesis dengan kegiatan menanam sayuran dan kebutuhan pangan sehari-hari.
  • Joyful: murid bekerja dalam kelompok menanam sayuran, memberi label tanaman, dan mencatat pertumbuhannya dengan cara yang menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati kebutuhan dasar tanaman sayuran dan mengidentifikasi peran cahaya matahari, air, udara, serta media tanam.
  2. Murid menjelaskan hubungan kegiatan menanam sayuran dengan proses fotosintesis berdasarkan hasil pengamatan sederhana.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ

Wa huwal-ladzī anzala minas-samā'i mā'an fa akhrajnā bihī nabāta kulli syai'in.

“Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan.” (QS. Al-An'am: 99)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa air merupakan salah satu nikmat Allah yang membantu tumbuhan tumbuh. Saat menanam sayuran, kita belajar merawat ciptaan Allah dan memahami bahwa tumbuhan memerlukan air, cahaya, udara, serta perawatan agar dapat hidup.

2. Pengajaran Materi

A. Apa itu fotosintesis?

Fotosintesis adalah proses tumbuhan hijau membuat makanan sendiri. Proses ini terutama berlangsung di daun karena daun mengandung klorofil, yaitu zat hijau daun yang membantu menangkap energi cahaya matahari.

Secara sederhana, tumbuhan menggunakan air dari tanah dan karbon dioksida dari udara. Dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil, tumbuhan menghasilkan makanan berupa gula serta melepaskan oksigen ke udara.

Air + karbon dioksida + cahaya matahari → makanan (gula) + oksigen

B. Hubungan fotosintesis dengan menanam sayuran

Yang DiamatiPeran bagi tanamanContoh saat outing class
Cahaya matahariSumber energi untuk fotosintesis.Meletakkan pot di tempat yang mendapat cahaya cukup.
AirMembantu proses kehidupan dan menjadi bahan fotosintesis.Menyiram secukupnya, tidak menggenangi pot.
UdaraMenyediakan karbon dioksida yang digunakan dalam fotosintesis.Tidak menutup tanaman rapat-rapat.
Daun hijauTempat utama fotosintesis karena mengandung klorofil.Mengamati warna dan jumlah daun.
Tanah/media tanamTempat akar tumbuh dan memperoleh air serta mineral.Menggunakan tanah gembur dan wadah berlubang.

C. Langkah kegiatan menanam sayuran

  1. Siapkan wadah berlubang, tanah atau media tanam, benih sayuran, air, sekop kecil, dan label.
  2. Masukkan media tanam ke dalam wadah tanpa memadatkannya terlalu keras.
  3. Tanam benih sesuai kedalaman yang dianjurkan dan tutup tipis dengan tanah.
  4. Siram secukupnya menggunakan air bersih.
  5. Letakkan tanaman di tempat yang memperoleh cahaya matahari cukup.
  6. Amati pertumbuhan setiap hari, lalu catat tinggi tanaman, jumlah daun, dan kondisi tanah.
  7. Rawat tanaman dengan menyiram sesuai kebutuhan dan menjaga kebersihan area.

D. Contoh soal

Contoh 1: Tanaman sayur A diletakkan di tempat yang mendapat cahaya, sedangkan tanaman B diletakkan di dalam lemari tertutup. Tanaman manakah yang lebih mungkin tumbuh baik? Jelaskan.
Jawaban: Tanaman A, karena memperoleh cahaya yang diperlukan dalam fotosintesis. Tanaman B kekurangan cahaya dan udara sehingga pertumbuhannya dapat terganggu.
Contoh 2: Mengapa tanaman tidak boleh disiram terlalu banyak meskipun air diperlukan untuk fotosintesis?
Jawaban: Air memang diperlukan, tetapi air berlebihan dapat membuat tanah becek, mengurangi udara di sekitar akar, dan menyebabkan akar membusuk.

E. Catatan pengamatan outing class

HariTinggi tanamanJumlah daunWarna/kondisiPerawatan
Hari 1_____ cm_____ helai________________________________
Hari 3_____ cm_____ helai________________________________
Hari 5_____ cm_____ helai________________________________

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kelompok A menanam kangkung di dua tempat. Pot pertama mendapat cahaya pagi dan disiram secukupnya. Pot kedua diletakkan di ruang gelap dan disiram sangat banyak. Prediksi yang paling tepat adalah …
A. pot kedua pasti paling subur karena airnya banyak
B. pot pertama lebih berpeluang tumbuh baik karena mendapat cahaya dan air yang cukup
C. kedua pot pasti tumbuh sama
D. pot pertama tidak dapat tumbuh karena tidak disiram terus-menerus
2. Setelah beberapa hari, daun tanaman tampak layu meskipun tanahnya sangat basah. Penjelasan yang paling masuk akal adalah …
A. akar mungkin kekurangan udara karena tanah terlalu tergenang
B. tanaman pasti tidak membutuhkan cahaya
C. fotosintesis berlangsung terlalu cepat
D. daun tidak pernah berhubungan dengan pertumbuhan
3. Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan sayuran, rancangan penyelidikan yang paling adil adalah …
A. menggunakan jenis tanaman, jumlah air, dan media yang sama, tetapi tempat cahayanya berbeda
B. menggunakan tanaman berbeda dan air berbeda sekaligus
C. hanya mengamati satu tanaman tanpa catatan
D. mengganti semua kondisi setiap hari
4. Daun merupakan bagian penting dalam fotosintesis karena …
A. daun menyimpan semua air hujan
B. daun mengandung klorofil yang membantu menangkap cahaya
C. daun selalu berada di dalam tanah
D. daun tidak memerlukan udara
5. Jika tanaman diletakkan di tempat sangat gelap selama seminggu, perubahan yang paling mungkin terjadi adalah …
A. tanaman tetap membuat makanan sebanyak tanaman yang mendapat cahaya
B. pertumbuhan tanaman dapat terganggu karena fotosintesis tidak berjalan optimal
C. akar berubah menjadi daun
D. tanaman tidak membutuhkan air lagi

B. Isian

6. Proses tumbuhan membuat makanan sendiri disebut …
7. Zat hijau daun yang membantu fotosintesis disebut …
8. Gas yang dilepaskan tumbuhan sebagai salah satu hasil fotosintesis adalah …

C. Esai

9. Jelaskan hubungan antara kegiatan menanam sayuran, cahaya matahari, air, dan fotosintesis dengan bahasamu sendiri.
10. Kelompokmu memiliki dua pot sayuran. Pot A tumbuh segar, sedangkan Pot B berwarna pucat dan pertumbuhannya lambat. Tuliskan dua dugaan penyebab dan dua tindakan perbaikan yang dapat dilakukan.
Klik untuk membuka kunci jawaban IPAS

Pilihan ganda: 1. B, 2. A, 3. A, 4. B, 5. B.

Isian: 6. fotosintesis, 7. klorofil, 8. oksigen.

Esai: 9. Tanaman sayuran menggunakan air dari tanah dan karbon dioksida dari udara. Dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil pada daun, tanaman membuat makanan melalui fotosintesis serta menghasilkan oksigen. 10. Dugaan penyebab: Pot B kurang mendapat cahaya, kekurangan air, terlalu banyak air, media kurang baik, atau akar terganggu. Tindakan perbaikan: memindahkan ke tempat bercahaya cukup, mengatur penyiraman, memperbaiki media tanam, atau memeriksa drainase. Jawaban lain yang logis diterima.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Fotosintesis adalah proses tumbuhan hijau membuat makanan dengan memanfaatkan air, karbon dioksida, dan cahaya matahari dengan bantuan klorofil. Kegiatan menanam sayuran membantu murid melihat secara langsung bahwa tanaman memerlukan cahaya, air, udara, media tanam, dan perawatan yang tepat untuk tumbuh.

Refleksi Pembelajaran


Selasa, 15 September 2026

Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra Rabu 16 September 2026

 PELAJARAN 1

Pendidikan Pancasila — Aturan di Lingkungan Sekitar

Identitas

Nama Guru:Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran:Pendidikan Pancasila
Hari / Tanggal:Rabu  / 16 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra 
Materi:Aturan di Lingkungan Sekitar


Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara; mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari; serta melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama dan menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain peran (role play) mensimulasikan situasi mematuhi dan melanggar aturan di rumah maupun di sekolah.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa aturan dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, bukan untuk mengekang kebebasan.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan kelompok "Pohon Aturan" — setiap kelompok menempelkan kertas berisi aturan buatan sendiri pada gambar pohon besar di papan tulis.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik memahami pengertian aturan dan mengidentifikasi contoh-contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
  2. Peserta didik menyusun (membuat) sebuah aturan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, lengkap dengan tujuannya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. An-Nisa (4): 59 (penggalan)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ

"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu athii'ullaaha wa athii'ur-rasuula wa ulil-amri minkum"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."

Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk taat kepada Allah, Rasul, dan orang yang memiliki wewenang mengatur kita, seperti orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemimpin di masyarakat. Hal ini sejalan dengan materi hari ini tentang pentingnya memahami dan mematuhi aturan di lingkungan sekitar kita.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Aturan adalah patokan, petunjuk, perintah, atau ketentuan yang harus dipatuhi dan dijalankan dengan baik, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Tujuan adanya aturan adalah agar tercipta ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bagi semua orang.

LingkunganContoh AturanTujuan
RumahMerapikan tempat tidur; mengetuk pintu sebelum masuk kamar; membuang sampah pada tempatnyaAgar rumah nyaman dan setiap anggota keluarga saling menghargai
SekolahHadir tepat waktu; memakai seragam sesuai jadwal; menghormati guru dan temanAgar tercipta suasana belajar yang tertib dan nyaman
MasyarakatIkut kerja bakti; menyapa tetangga; mematuhi rambu lalu lintasAgar tercipta kerukunan dan keamanan bersama

Jika aturan dilanggar, dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kekacauan, bahkan sanksi atau teguran bagi yang melanggar. Sebaliknya, aturan yang baik biasanya dibuat melalui musyawarah bersama, bersifat jelas, mudah dipahami, dan adil untuk semua pihak.

Contoh Soal 1: Sebutkan tiga contoh aturan yang berlaku di lingkungan sekolahmu, beserta tujuannya!

Pembahasan: (1) Datang tepat waktu – agar pembelajaran berjalan tertib dan tidak mengganggu teman. (2) Memakai seragam sesuai jadwal – agar tercipta kerapian dan kedisiplinan. (3) Tidak membuat gaduh di kelas – agar suasana belajar nyaman bagi semua siswa.

Contoh Soal 2: Buatlah satu aturan sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumahmu, lalu jelaskan tujuannya!

Pembahasan: Contoh aturan: "Setiap anggota keluarga harus mematikan lampu saat meninggalkan ruangan." Tujuannya untuk menghemat listrik dan membiasakan hidup hemat dalam keluarga. (Jawaban siswa dapat bervariasi, dinilai dari kejelasan aturan dan alasan yang logis.)

b. Video Pembelajaran

Video Norma dan Peraturan Pendidikan Pancasila Kelas 4Norma dan Peraturan – Pendidikan Pancasila Kelas 4Klik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Aturan yang berlaku di suatu tempat bertujuan untuk menciptakan ...
    • A. kebingungan
    • B. ketertiban dan kenyamanan bersama
    • C. persaingan antarwarga
    • D. perbedaan pendapat
  2. Berikut ini contoh aturan di lingkungan sekolah adalah ...
    • A. menonton televisi sebelum tidur
    • B. memakai seragam sesuai jadwal
    • C. menyapu halaman rumah
    • D. mengunci pintu kamar
  3. Jika seorang siswa terlambat datang ke sekolah tanpa alasan yang jelas, dampak yang mungkin terjadi adalah ...
    • A. mendapat pujian dari guru
    • B. mendapat teguran dan tertinggal pelajaran
    • C. dinaikkan kelas
    • D. mendapat hadiah
  4. Cara terbaik untuk membuat kesepakatan aturan bersama di kelas adalah melalui ...
    • A. paksaan dari satu siswa
    • B. musyawarah bersama
    • C. keputusan sepihak tanpa diskusi
    • D. mengikuti aturan sekolah lain begitu saja
  5. Manakah berikut ini yang BUKAN merupakan contoh aturan di lingkungan masyarakat?
    • A. ikut kerja bakti membersihkan lingkungan
    • B. menjaga ketertiban saat ronda malam
    • C. mengerjakan PR sebelum tidur
    • D. mematuhi rambu lalu lintas di jalan

II. Isian Singkat

  1. Aturan di lingkungan sekolah dibuat dengan tujuan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ...
  2. Sebutkan satu contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumahmu!
  3. Cara yang baik untuk membuat kesepakatan aturan bersama adalah melalui ...

III. Esai

  1. Bandingkan satu contoh aturan di lingkungan rumah dan satu contoh aturan di lingkungan sekolah, lalu jelaskan persamaan tujuan dari kedua aturan tersebut!
  2. Jika kamu menjadi ketua kelas, buatlah satu aturan baru untuk kelasmu beserta alasan dan cara agar semua teman mau mematuhinya!
Lihat Kunci Jawaban

Kesimpulan

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Aturan yang baik dibuat melalui musyawarah bersama dan berlaku adil bagi semua orang.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah mampu menyebutkan contoh-contoh aturan di lingkungan sekitar dengan baik, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam menyusun 

PELAJARAN 2

Seni Rupa — Bendera Hias

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Seni Rupa
Hari / Tanggal:Rabu / 16 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra


Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek), Unit 4 "Membuat Bendera Hias dari Kertas":

"Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "tebak bendera" — mencocokkan gambar berbagai bendera dengan fungsinya masing-masing secara berkelompok.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa bendera bukan sekadar hiasan, melainkan juga simbol identitas dan pembawa pesan tertentu.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan memilah kartu gambar bendera ke dalam kategori bentuk dan fungsi yang tepat, ditemani musik ceria saat berdiskusi kelompok.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengamati berbagai contoh bendera di sekitarnya, kemudian mengidentifikasi bentuk-bentuk bendera (persegi panjang, segitiga, dan bentuk khusus), lalu mengklasifikasikan bendera-bendera tersebut berdasarkan fungsinya (bendera negara, bendera hias, dan bendera isyarat).

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Fatir (35): 27 (penggalan)

وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

"Wa minal-jibaali judadum biidhuw wa humrum mukhtalifun alwaanuhaa wa garaabiibu suud"

Artinya: "Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya, dan ada (pula) yang hitam pekat."

Keterkaitan: Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan alam dengan beraneka warna, seperti merah, putih, dan hitam. Warna-warna ini juga sering digunakan manusia untuk membuat lambang atau bendera, seperti warna merah dan putih pada bendera Indonesia yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Bendera adalah sehelai kain (atau bahan lain) yang diberi warna dan/atau lambang tertentu, biasanya dikibarkan pada tiang sebagai tanda atau lambang sesuatu. Bendera merupakan produk seni rupa yang mengandung unsur desain (rancangan), warna, dan komposisi (susunan elemen agar terlihat serasi dan indah), sekaligus mengandung unsur budaya sebagai lambang identitas suatu negara atau kelompok.

Bentuk BenderaContoh Penggunaan
Persegi panjangBendera negara, seperti bendera Merah Putih Indonesia
Segitiga (pataka/umbul-umbul)Hiasan atau panji pada acara perayaan
Bentuk khususMisalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya
Jenis Bendera (Fungsi)Contoh
Bendera negaraBendera Merah Putih – lambang identitas dan kedaulatan bangsa
Bendera organisasi/daerahBendera sekolah, bendera pramuka – lambang identitas kelompok
Bendera hiasUmbul-umbul warna-warni – mempercantik suasana perayaan
Bendera isyaratBendera start balapan, bendera di pelabuhan – sebagai tanda/sinyal

Bendera Merah Putih Indonesia memiliki makna khusus: warna merah melambangkan keberanian, dan warna putih melambangkan kesucian.

Contoh Soal 1: Sebutkan tiga bentuk bendera yang kamu ketahui, beserta satu contoh penggunaannya masing-masing!

Pembahasan: (1) Persegi panjang – digunakan pada bendera negara seperti bendera Merah Putih. (2) Segitiga (pataka/umbul-umbul) – digunakan sebagai hiasan pada acara perayaan. (3) Bentuk khusus – misalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya.

Contoh Soal 2: Klasifikasikan bendera-bendera berikut berdasarkan fungsinya: bendera Merah Putih, umbul-umbul warna-warni untuk pesta ulang tahun, dan bendera start pada perlombaan lari!

Pembahasan: Bendera Merah Putih berfungsi sebagai lambang identitas negara. Umbul-umbul warna-warni berfungsi sebagai hiasan untuk mempercantik acara. Bendera start berfungsi sebagai isyarat/tanda dimulainya perlombaan.

b. Video Pembelajaran

Video Seni Rupa Kelas 4 Unit 4 Membuat Bendera HiasSeni Rupa Kelas 4 Unit 4 – Membuat Bendera HiasKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Bendera yang berfungsi sebagai lambang identitas suatu negara disebut bendera ...
    • A. hias
    • B. negara
    • C. isyarat
    • D. organisasi
  2. Warna merah pada bendera Indonesia melambangkan ...
    • A. kesucian
    • B. keberanian
    • C. kedamaian
    • D. kemakmuran
  3. Bentuk bendera yang paling umum digunakan sebagai bendera negara adalah ...
    • A. lingkaran
    • B. segitiga
    • C. persegi panjang
    • D. bintang
  4. Umbul-umbul warna-warni yang dipasang saat acara ulang tahun berfungsi sebagai ...
    • A. lambang negara
    • B. hiasan/dekorasi
    • C. alat komunikasi
    • D. tanda bahaya
  5. Unsur seni rupa yang berkaitan dengan susunan warna dan bentuk pada bendera agar terlihat serasi disebut ...
    • A. komposisi
    • B. tekstur
    • C. gerak
    • D. ruang

II. Isian Singkat

  1. Warna putih pada bendera Indonesia melambangkan ...
  2. Bendera berbentuk segitiga yang sering digunakan sebagai hiasan atau panji disebut ...
  3. Bendera yang digunakan sebagai tanda dimulainya sebuah perlombaan disebut bendera ...

III. Esai

  1. Amati bendera sekolahmu atau bendera organisasi yang kamu ketahui. Jelaskan bentuk, warna, dan fungsinya!
  2. Jika kamu diminta merancang sebuah bendera hias untuk mewakili kelasmu, jelaskan bentuk, warna, dan lambang apa yang akan kamu gunakan beserta alasannya!

Kesimpulan

Bendera adalah produk seni rupa yang mengandung unsur desain, warna, dan komposisi, serta memiliki berbagai bentuk (persegi panjang, segitiga, bentuk khusus) dan fungsi (bendera negara, organisasi, hias, dan isyarat) yang berbeda-beda.

Refleksi Pembelajaran


PELAJARAN3

Bahasa Indonesia — Awalan Me-

Identitas

Nama Guru:Dessy , S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal:Rabu / 16 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Fatimah Az-Zahra


Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."

Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "detektif kata" untuk menemukan kata berimbuhan me- yang salah tulis dalam sebuah teks pendek, lalu membetulkannya bersama kelompok.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa memahami pengecualian aturan awalan me- (kata bersuku satu dan kata serapan) membuat tulisan mereka semakin baku dan mudah dipahami pembaca.

Joyful: pembelajaran dikemas dengan kuis cepat tepat berkelompok menggunakan kartu jawaban, disertai tepuk "Luluh-Tidak Luluh" sebagai penanda jawaban benar.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengulas kembali aturan dasar awalan me- dan peluluhan huruf k, t, s, p, kemudian mempelajari dua aturan khusus (kata dasar bersuku kata satu dan kata serapan berkonsonan rangkap), lalu berlatih menerapkan seluruh aturan tersebut dalam kalimat dan teks pendek.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Ahzab (33): 70

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا

"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

Keterkaitan: Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar aturan dasar awalan me-. Hari ini kita akan memperdalam aturannya agar semakin "sadidan" (benar dan tepat) dalam berbahasa, termasuk memahami kata-kata yang tampak seperti pengecualian.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Sebagai penguatan, mari kita ulas kembali secara singkat: awalan me- berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung huruf awal kata dasar, dan huruf k, t, s, p akan luluh jika langsung diikuti huruf vokal.

Selain aturan dasar tersebut, ada dua aturan khusus yang perlu kita pahami:

Aturan KhususPenjelasanContoh
Kata dasar bersuku kata satuMendapat sisipan bunyi "-nge-" agar mudah diucapkan, huruf awal TIDAK luluh.cat → mengecat; bom → mengebom; tik → mengetik; las → mengelas
Kata serapan berkonsonan rangkap di awalJika huruf k, p, t, s pada kata dasar diikuti oleh konsonan lain (bukan vokal), maka huruf tersebut TIDAK luluh.kritik → mengkritik (kr); praktik → mempraktikkan (pr); transfer → mentransfer (tr)

Contoh Soal 1: Manakah bentuk yang benar, "mengkritik" atau "mengeritik"? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Bentuk yang benar adalah mengkritik. Kata dasar "kritik" berawalan gugus dua konsonan "kr" (bukan k diikuti vokal), sehingga huruf k tidak luluh meskipun diberi awalan me- (meng-).

Contoh Soal 2: Kata dasar "cat" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi apa? Jelaskan aturannya!

Pembahasan: Menjadi mengecat. Kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata mendapat sisipan bunyi "-nge-" ketika diberi awalan me-, agar lebih mudah diucapkan.

b. Video Pembelajaran

Video Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kata dasar "tik" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. metik
    • B. mentik
    • C. mengetik
    • D. mengtik
  2. Kata dasar "transfer" jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. mentransfer
    • B. menransfer
    • C. mentranfer
    • D. mengtransfer
  3. Kata dasar "praktik" jika diberi awalan me- dan akhiran -kan menjadi ...
    • A. memraktikkan
    • B. mempraktikkan
    • C. mepraktikkan
    • D. mengpraktikkan
  4. "Adik ... origami menjadi bentuk burung." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
    • A. melipat
    • B. mengelipat
    • C. menlipat
    • D. memlipat
  5. Manakah kalimat berikut yang PALING TEPAT penggunaan awalan me-?
    • A. Kakak sedang mengecat pagar rumah.
    • B. Kakak sedang mecat pagar rumah.
    • C. Kakak sedang mengcat pagar rumah.
    • D. Kakak sedang mencat pagar rumah.

II. Isian Singkat

  1. Kata dasar "bom" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
  2. Kata dasar "cek" jika diberi awalan me- menjadi ...
  3. Huruf k pada kata "kritik" tidak luluh karena diikuti oleh huruf ... (bukan huruf vokal).

III. Esai

  1. Jelaskan mengapa kata dasar bersuku kata satu seperti "cat", "bom", dan "las" mendapat sisipan "-nge-" ketika diberi awalan me-! Berikan satu contoh tambahan!
  2. Mengapa kata "kritik" tidak berubah menjadi "mengeritik" (k luluh), melainkan tetap menjadi "mengkritik"? Jelaskan alasannya!
Lihat Kunci Jawaban

Kesimpulan

Selain aturan dasar peluluhan huruf k, t, s, p, awalan me- memiliki dua aturan khusus: kata dasar bersuku kata satu mendapat sisipan "-nge-" (misalnya cat → mengecat), dan kata dasar dengan gugus konsonan rangkap di awal tidak mengalami peluluhan (misalnya kritik → mengkritik).

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah mampu menerapkan aturan dasar peluluhan dengan baik, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami aturan khusus kata bersuku satu dan kata serapan berkonsonan rangkap. Latihan tambahan berupa kuis kelompok akan diulang pada pertemuan berikutnya

Outing Class kelas 4 Fatimah Az-Zahra kamis 17 September 2026

  Materi Ajar IPAS Kelas 4 Fatimah Az-Zahra IPAS — Outing Class Kamis, 17 September 2026 Belajar melalui pengamatan, praktik, dan pengalaman...