Pelajaran 1 · Bahasa Indonesia
Imbuhan Ber- · Pertemuan Ke-2
Identitas
Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal: Kamis / 5 November 2026
Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi: Imbuhan Ber-
Pertemuan Ke: 2
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, pada elemen Menulis, peserta didik mampu menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam serta menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif untuk menulis sesuai konteks. Materi imbuhan ber- mendukung capaian ini melalui penggunaan kata turunan secara tepat dalam kalimat dan paragraf sederhana.
Rumusan diselaraskan dengan CP Bahasa Indonesia Fase B dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ber- dalam kalimat dengan benar.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: bermain susun kata dan kartu kalimatMeaningful: memakai kata ber- dalam cerita tentang kegiatan sehari-hariJoyful: bertukar cerita dan belajar dengan suasana menyenangkan
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik menganalisis penggunaan imbuhan ber- dalam kalimat, menentukan kata dasar, dan menjelaskan makna kata berdasarkan konteks.
- Peserta didik menyunting bentuk yang keliru lalu menulis paragraf pendek dengan beberapa kata ber- yang tepat dan bervariasi.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).
Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ٤
Latin: Allażī ‘allama bil-qalam(i).
Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”
Keterkaitan: membaca dan menulis membantu kita belajar serta menyampaikan gagasan. Pemahaman imbuhan ber- membuat kalimat yang ditulis lebih tepat dan mudah dipahami.
2. Pengajaran Materi
Guru membagikan potongan kata dasar dan kartu kalimat. Dalam kelompok kecil, murid memasangkan kata dasar dengan ber-, lalu menguji apakah kata yang terbentuk cocok untuk melengkapi kalimat. Murid membandingkan jawaban dan memberi alasan berdasarkan makna kalimat, bukan hanya menghafal bentuk kata.
3. Materi: menggunakan imbuhan ber- secara tepat
Awalan ber- ditambahkan di depan kata dasar dan ditulis serangkai. Makna kata yang terbentuk ditentukan oleh kata dasar dan konteks kalimat. Awalan ini dapat membentuk kata yang menyatakan melakukan kegiatan, memakai sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah/kebersamaan.
| Makna dalam konteks | Kata dasar → kata ber- | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| Melakukan kegiatan | main → bermain lari → berlari | Setelah belajar, anak-anak bermain di halaman. |
| Memakai/menggunakan | sepeda → bersepeda payung → berpayung | Rina berpayung saat berjalan dalam hujan. |
| Memiliki/mempunyai | daun → berdaun buah → berbuah | Pohon mangga itu berbuah lebat. |
| Berada dalam keadaan | gembira → bergembira istirahat → beristirahat | Kami bergembira setelah menyelesaikan tugas. |
| Jumlah/kebersamaan | dua → berdua tiga → bertiga | Mereka bekerja bertiga membersihkan pojok baca. |
Ingat bentuk khusus: kata dasar kerja membentuk bekerja, bukan berkerja. Kata dasar ajar membentuk belajar, bukan berajar. Bentuk seperti ini perlu diingat; jangan mengubah semua kata ber- dengan aturan yang sama.
Langkah menyunting kata ber-: (1) baca kalimat lengkap; (2) cari kata yang diawali ber-; (3) tentukan kata dasarnya; (4) tanyakan makna yang dibutuhkan kalimat; (5) periksa bentuk baku dan tulis serangkai.
Pembahasan: Jawaban berpayung, sebab konteks hujan memerlukan alat untuk melindungi diri. Berpayung berarti memakai/menggunakan payung.
Pembahasan: Berkerja diperbaiki menjadi bekerja. Kata berdua sudah tepat karena menunjukkan dua orang melakukan kegiatan bersama.
4. Video Pembelajaran
5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban yang paling tepat.
1. Dalam kalimat “Fajar berpayung menuju halte karena hujan”, kata berpayung bermakna …
A. memiliki banyak payung B. menggunakan payung C. membuat payung D. menjual payung
2. Kalimat yang memakai bentuk kata baku adalah …
A. Kakak berkerja di perpustakaan. B. Kakak bekerja di perpustakaan. C. Kakak ber kerja di perpustakaan. D. Kakak berkerjaan di perpustakaan.
3. “Pohon jambu itu berbuah lebat pada musimnya.” Makna berbuah dalam kalimat tersebut adalah …
A. memakai buah B. memiliki/menghasilkan buah C. bermain dengan buah D. menghitung buah
4. Kalimat “Kami bertiga membuat majalah dinding” menjelaskan tiga orang yang bekerja bersama. Pernyataan yang tepat adalah …
A. bertiga menyatakan jumlah/kebersamaan B. bertiga menyatakan memakai alat C. bertiga berarti memiliki tiga majalah D. bertiga menyatakan keadaan sedih
5. Perhatikan kalimat: “Murid-murid ___ saat kelompoknya berhasil menyelesaikan teka-teki.” Kata yang paling tepat adalah …
A. berdaun B. bersepatu C. bergembira D. berpayung
B. Isian Singkat.
6. Kata dasar dari beristirahat adalah ….
7. Bentuk baku dari kata dasar kerja yang mendapat imbuhan ber- adalah ….
8. Pada kalimat “Mereka berdua membaca buku yang sama”, kata berdua menyatakan makna ….
C. Esai. Tuliskan alasan dan contoh kalimat.
9. Sunting kalimat berikut dan jelaskan dua perbaikan yang kamu lakukan: “Siti berkerja berdua bersama adiknya untuk merapikan buku.”
10. Buat paragraf 3–4 kalimat tentang kegiatan bersama teman. Gunakan tiga kata ber- dengan makna berbeda. Garisbawahi kata-kata tersebut, tuliskan kata dasarnya, lalu jelaskan maknanya dalam paragrafmu.
6. Kunci Jawaban
Pilihan ganda: 1. B; 2. B; 3. B; 4. A; 5. C.
Isian: 6. istirahat; 7. bekerja; 8. jumlah dua orang yang melakukan kegiatan bersama.
Esai: 9. Contoh perbaikan: “Siti bekerja bersama adiknya untuk merapikan buku.” Perbaikan pertama: berkerja menjadi bekerja. Perbaikan kedua: kata berdua dihilangkan karena frasa “bersama adiknya” sudah menunjukkan bahwa Siti melakukan kegiatan berdua. Kalimat lain yang tetap benar dan tidak mengulang makna dapat diterima. 10. Jawaban beragam. Nilai ketepatan kata ber-, kata dasar, makna, dan keterpaduan paragraf.
Jawaban esai dapat menggunakan susunan kalimat lain selama bentuk kata dan maknanya tepat.
Kesimpulan
Imbuhan ber- ditulis serangkai dengan kata dasar. Maknanya dikenali dari konteks, seperti melakukan kegiatan, menggunakan sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah/kebersamaan. Bentuk khusus seperti bekerja dan belajar perlu diingat. Membaca ulang kalimat membantu kita menyunting kata dengan tepat.
Refleksi Pembelajaran
Pelajaran 1 · Matematika
Sifat-sifat bilangan dan operasinya
Identitas
Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Matematika
Hari / Tanggal: Kamis 5 November 2026
Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi: Sifat-sifat bilangan dan operasinya
Pertemuan Ke: 1
Capaian Pembelajaran (CP)
CP Matematika Fase B mencakup pemahaman bilangan, termasuk menggunakan sifat-sifat operasi; murid juga mampu menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Materi pertemuan ini berfokus pada bagian tersebut.
Rumusan diringkas dari CP nasional 2025 untuk Fase B (kelas III–IV); keputusan perubahan CP tahun 2026 hanya mengubah CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Tujuan Pembelajaran (TP)
- Murid menggunakan sifat penjumlahan dan hubungan penjumlahan-pengurangan untuk memeriksa serta menyederhanakan perhitungan bilangan cacah.
- Murid menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan atau pengurangan bilangan cacah sampai 100 dan menjelaskan strategi yang digunakan.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: belajar melalui permainan kartu angkaMeaningful: mengaitkan hitungan dengan belanja dan benda sehari-hariJoyful: mencoba strategi bersama dengan suasana gembira
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid mengenali sifat komutatif, asosiatif, dan identitas pada penjumlahan, serta memahami bahwa urutan pengurangan mengubah hasil.
- Murid menggunakan hubungan kebalikan antara penjumlahan dan pengurangan untuk menemukan nilai yang belum diketahui sampai 100 serta memeriksa jawabannya.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).
Firman Allah Swt. · Surah Ar-Rahman ayat 9
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ ٩
Latin: Wa aqīmū al-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirū al-mīzān.
Terjemahan: “Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.”
Keterkaitan: berhitung dengan teliti dan memeriksa hasil membantu kita bersikap adil, misalnya saat membagi benda atau menghitung barang.
2. Pengajaran Materi
Guru memulai dengan kartu angka. Murid berpasangan, memilih dua kartu, lalu mencoba menukar urutan atau mengelompokkan bilangan untuk melihat apakah hasilnya tetap sama. Setelah itu, murid membahas teka-teki angka yang memiliki kotak kosong.
3. Materi: sifat operasi dan bilangan yang belum diketahui
Bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. Pada penjumlahan terdapat beberapa sifat yang memudahkan perhitungan:
| Sifat | Makna | Contoh |
|---|---|---|
| Komutatif (pertukaran) | Urutan bilangan yang dijumlahkan dapat ditukar; hasil tetap. | 27 + 18 = 18 + 27 = 45 |
| Asosiatif (pengelompokan) | Pengelompokan bilangan yang dijumlahkan dapat diubah; hasil tetap. | (12 + 8) + 5 = 12 + (8 + 5) = 25 |
| Identitas penjumlahan | Menambahkan 0 tidak mengubah bilangan. | 46 + 0 = 46 |
Perhatian: pengurangan tidak memiliki sifat komutatif. 42 − 17 = 25, tetapi 17 − 42 tidak sama dengan 25. Mengubah tanda kurung juga dapat mengubah hasil: (30 − 10) − 5 = 15, sedangkan 30 − (10 − 5) = 25.
Penjumlahan dan pengurangan saling berhubungan sebagai operasi kebalikan. Hubungan ini membantu mencari bilangan yang belum diketahui:
- Jika □ + 24 = 61, maka □ = 61 − 24 = 37.
- Jika 73 − □ = 29, maka □ = 73 − 29 = 44.
- Jika □ − 18 = 26, maka □ = 26 + 18 = 44.
Penyelesaian: 36 + 28 = (36 + 20) + 8 = 64. Jadi, ada 64 buku. Kita dapat memeriksa dengan 28 + 36 = 64.
Penyelesaian: 82 − 35 = 47. Pemeriksaan: 47 + 35 = 82. Jadi, □ = 47.
Buat satu kalimat matematika dengan kotak kosong, tukarkan dengan teman, lalu minta teman menjelaskan cara mengecek jawabannya. Pastikan semua bilangan dan hasilnya tidak lebih dari 100.
4. Video Pembelajaran
5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.
1. Nisa menghitung 38 + 26. Agar mudah, ia menukar urutan menjadi 26 + 38. Sifat yang digunakan adalah …
A. komutatif B. identitas C. pengurangan D. pembagian
2. Rafi mengelompokkan 15 + 5 + 22 menjadi (15 + 5) + 22. Hasilnya 42. Alasan pengelompokan tersebut tidak mengubah hasil adalah sifat …
A. komutatif B. asosiatif C. identitas pengurangan D. pembagian
3. Ibu memiliki 68 telur. Sebanyak 29 telur digunakan. Kotak kosong pada 68 − □ = 39 adalah …
A. 29 B. 30 C. 39 D. 97
4. Toko memiliki 47 pensil. Setelah menerima beberapa pensil, jumlahnya menjadi 82. Kalimat yang tepat untuk mencari pensil kiriman adalah …
A. 47 + □ = 82 B. 82 + □ = 47 C. 47 − 82 = □ D. 82 − 47 = 82
5. Dito berkata, “30 − 8 sama dengan 8 − 30 karena urutan bilangan boleh ditukar.” Tanggapan yang tepat adalah …
A. benar, semua operasi dapat ditukar B. salah, sifat komutatif berlaku pada penjumlahan, bukan pengurangan C. benar jika ditambah nol D. salah karena 30 − 8 = 38
B. Isian Singkat.
6. 19 + 34 = 34 + □. Bilangan yang tepat adalah ….
7. □ − 27 = 45. Bilangan yang tepat adalah ….
8. Lengkapi strategi: 56 + 0 = □. Sifat yang digunakan disebut sifat ….
C. Esai. Tuliskan langkah dan alasanmu.
9. Perpustakaan kelas mempunyai 54 buku. Kelas menerima sejumlah buku hingga jumlah seluruhnya 90. Berapa buku yang diterima? Tuliskan kalimat matematika dan cara memeriksa jawaban.
10. Siti menyelesaikan 76 − □ = 28 dengan menjawab 48. Jelaskan mengapa jawaban Siti benar dan tunjukkan satu cara untuk memeriksanya.
6. Kunci Jawaban
Pilihan ganda: 1. A; 2. B; 3. A; 4. A; 5. B.
Isian: 6. 19; 7. 72 (karena 45 + 27 = 72); 8. 56, identitas penjumlahan.
Esai: 9. 54 + □ = 90, jadi □ = 90 − 54 = 36. Pemeriksaan: 54 + 36 = 90. 10. Benar, sebab 76 − 48 = 28; pemeriksaan balik 28 + 48 = 76.
Jawaban esai dapat menggunakan strategi lain selama perhitungan dan alasannya benar.
Kesimpulan
Penjumlahan memiliki sifat komutatif, asosiatif, dan identitas. Pengurangan bergantung pada urutan bilangan. Hubungan penjumlahan dan pengurangan dapat dipakai untuk menemukan bilangan yang belum diketahui dan mengecek hasil.