IPAS — Gaya Magnet
Identitas
| Nama Guru | : | Dessy Puji Astuti S.Pd |
| Mata Pelajaran | : | IPAS |
| Hari / Tanggal | : | Jumat / 11 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Fatimah Az-Zahra |
| Materi | : | Gaya Magnet |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.
Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)
وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ
"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"
Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."
Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:
- Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
- Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.
Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:
- Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
- Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
- Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
- Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
- Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.
Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).
Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!
Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).
Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!
Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.
b. Video Pembelajaran
Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
- A. penggaris plastik
- B. paku besi
- C. karet penghapus
- D. kertas
- Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
- A. tarik-menarik
- B. tolak-menolak
- C. tidak terjadi apa-apa
- D. kedua magnet pecah
- Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
- A. tengah magnet
- B. kedua ujung (kutub) magnet
- C. seluruh permukaan sama kuat
- D. hanya di kutub selatan
- Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
- A. termometer
- B. kompas
- C. jam dinding
- D. penggaris
- Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
- A. tidak dijatuhkan berulang kali
- B. tidak dipukul-pukul
- C. disimpan di tempat yang aman
- D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali
II. Isian Singkat
- Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
- Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
- Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.
III. Esai
- Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
- Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
Kesimpulan
Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Refleksi Pembelajaran
Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan benda magnetis dan non-magnetis melalui percobaan langsung, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami konsep tolak-menolak dan tarik-menarik antar kutub magnet
Seni Rupa — Tekstur
Identitas
| Nama Guru | : | Dessy Puji Astuti S.Pd |
| Mata Pelajaran | : | Seni Rupa |
| Hari / Tanggal | : | Jumat / 11 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Fatimah Az-Zahra |
| Materi | : | Tekstur |
| Pertemuan Ke | : | 4 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas 4–6) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek):
"Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Membuat tekstur sesuai rancangan yang dibuat.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bereksperimen langsung meraba dan menciptakan berbagai jenis tekstur menggunakan bahan-bahan di sekitar mereka.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa tekstur ada di mana-mana di sekitar mereka dan dapat diubah menjadi karya seni yang bermakna.
Joyful: kegiatan dikemas dalam sesi "tebak tekstur tertutup mata" sebelum praktik berkarya, sehingga suasana kelas menjadi seru dan penuh rasa ingin tahu.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal pengertian dan jenis-jenis tekstur (nyata dan semu) melalui pengamatan benda di sekitar, kemudian mempelajari teknik-teknik pembuatan tekstur, lalu merancang dan membuat sebuah karya tekstur sederhana sesuai idenya sendiri.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. An-Naml (27): 88 (penggalan)
صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ
"Shun'allaahil-ladzii atqana kulla syai'"
Artinya: "(Itulah) ciptaan Allah yang membuat dengan kokoh dan sempurna tiap-tiap sesuatu."
Keterkaitan: Coba perhatikan permukaan batu, kulit kayu, atau daun di sekitar kita – semuanya memiliki tekstur yang unik dan sempurna sebagai ciptaan Allah. Hari ini kita akan belajar meniru dan bereksperimen dengan keindahan tekstur alam tersebut ke dalam karya seni rupa.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Tekstur adalah corak permukaan suatu benda yang dapat diketahui atau dirasakan dengan cara diraba. Setiap benda – buku, kursi, tanah, bahkan wajah kita – memiliki teksturnya masing-masing, ada yang kasar, halus, atau bergelombang.
Tekstur dibedakan menjadi dua jenis:
- Tekstur nyata: tekstur yang benar-benar dapat dirasakan permukaannya dengan cara diraba (misalnya tempelan pasir atau kulit kayu di atas kertas).
- Tekstur semu (maya): kesan bertekstur yang muncul dari hasil gambar/lukisan, meskipun permukaan aslinya tetap rata (misalnya gambar batu yang tampak kasar padahal digambar di atas kertas halus).
Bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat tekstur antara lain pasir, bubuk bata merah, serbuk gergaji kayu, dan tanah liat, biasanya dicampur dengan lem kayu agar dapat menempel dengan baik.
Beberapa teknik pembuatan tekstur:
- Frottage: meletakkan kertas di atas permukaan benda bertekstur, lalu ditekan dan diarsir dengan pensil/krayon.
- Grattage: melapisi cat gelap dengan cat terang, lalu digores-gores menggunakan benda runcing (paku, sisir, garpu).
- Teknik tempel: menempelkan bahan bertekstur kasar (pasir, serbuk kayu) dengan lem secara merata di atas permukaan kertas/papan.
Manfaat membuat tekstur antara lain mempertegas dan memperkuat sebuah karya seni, melatih kita bereksperimen dengan bahan-bahan alami di sekitar, serta melatih indera peraba dan penglihatan secara lebih peka.
Contoh Soal 1: Jelaskan perbedaan tekstur nyata dan tekstur semu, beserta satu contoh masing-masing!
Pembahasan: Tekstur nyata adalah tekstur yang benar-benar dapat dirasakan dengan cara diraba, contohnya tempelan pasir pada kertas yang terasa kasar saat disentuh. Tekstur semu (maya) adalah kesan bertekstur yang hanya muncul dari hasil gambar, contohnya gambar batu yang tampak kasar padahal permukaan kertasnya tetap halus dan rata.
Contoh Soal 2: Jelaskan langkah-langkah membuat tekstur dengan teknik frottage!
Pembahasan: (1) Letakkan selembar kertas tipis di atas permukaan benda bertekstur (misalnya daun atau papan kayu bercorak). (2) Tekan kertas tersebut dengan tangan. (3) Arsir permukaan kertas menggunakan pensil atau krayon hingga corak tekstur benda tersebut muncul di atas kertas.
b. Video Pembelajaran
Seni Rupa Kelas 4 Bab 3: Bereksperimen dengan TeksturKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Permukaan suatu benda yang dapat diketahui coraknya dengan cara diraba disebut ...
- A. warna
- B. tekstur
- C. bentuk
- D. ruang
- Kesan kasar/halus yang muncul hanya dari hasil gambar, meskipun permukaannya tetap rata, disebut tekstur ...
- A. nyata
- B. semu
- C. kasar
- D. asli
- Berikut ini yang termasuk bahan alami untuk membuat tekstur nyata adalah ...
- A. plastik dan kaca
- B. pasir dan serbuk kayu
- C. kertas HVS polos
- D. cat poster saja
- Teknik membuat tekstur dengan cara meletakkan kertas di atas benda bertekstur lalu diarsir disebut teknik ...
- A. grattage
- B. tempel
- C. frottage
- D. ebru
- Manakah urutan langkah teknik grattage yang benar?
- A. Menempel pasir → melapisi cat → menjemur
- B. Melapisi cat gelap dengan cat terang → menggores permukaannya
- C. Mengarsir kertas → menempel di papan
- D. Mencelupkan kertas ke cat → mengangkatnya
II. Isian Singkat
- Tekstur yang dapat dirasakan langsung dengan cara diraba disebut tekstur ...
- Teknik membuat tekstur dengan cara menggores cat gelap yang sudah dilapisi cat terang disebut teknik ...
- Salah satu manfaat membuat tekstur adalah melatih indera ... dan penglihatan.
III. Esai
- Sebutkan tiga bahan alami di sekitarmu yang bisa digunakan untuk membuat karya tekstur, lalu jelaskan cara menempelkannya agar melekat kuat pada kertas!
- Rancanglah sebuah ide karya tekstur sederhana menggunakan salah satu teknik (frottage, grattage, atau tempel). Jelaskan bahan, alat, dan langkah-langkahnya!
Kesimpulan
Tekstur adalah corak permukaan benda yang terdiri atas tekstur nyata (dapat diraba) dan tekstur semu (hanya kesan dari gambar). Tekstur dapat dibuat dari bahan-bahan alami melalui berbagai teknik seperti frottage, grattage, dan teknik tempel.
Refleksi Pembelajaran
Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan tekstur nyata dan tekstur semu, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam praktik menempelkan bahan agar hasil karyanya lebih rapi.
