Materi Pembelajaran Kelas 4 FATIMAH aZ-ZAHRA
Identitas
Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd
Hari / Tanggal : Kamis / 10 September 2026
Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra
Mata Pelajaran : Matematika & Bahasa Indonesia
Materi : Pembagian porogapit (Matematika) & Awalan Me- (B.Indonesia)
Pertemuan Ke :
Petualangan Berhitung:
Pembagian Porogapit! 🧮✨
identitas 👩🏫 GuruDessy Puji Astuti, S.Pd📖 MapelMatematika🏫 Kelas / Fase4 Fatimah Az-Zahra / B🧩 MateriPembagian Porogapit🔁 Pertemuan Ke : 19
🎯Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B — Elemen Bilangan:
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000, serta mampu melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika, termasuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi tersebut.
Fase B — Elemen Bilangan:
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000, serta mampu melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika, termasuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi tersebut.
✅Tujuan Pembelajaran (TP)
Matematika: Menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000 dengan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika.
Matematika: Menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000 dengan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol matematika.
🧭Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
🧘 Mindful💡 Meaningful🎉 Joyful- Mindful — Siswa mengamati dengan teliti setiap langkah porogapit (bagi, kali, kurang, turun) lewat video dan contoh di papan tulis.
- Meaningful — Siswa mempraktikkan pembagian porogapit melalui soal cerita sehari-hari, seperti membagi rata permen atau buku, agar memahami maknanya, bukan sekadar menghafal langkah.
- Joyful — Siswa bermain "Estafet Porogapit" berkelompok di papan tulis sambil mendapat tepuk semangat setiap kelompok berhasil menemukan hasil bagi.
- Mindful — Siswa mengamati dengan teliti setiap langkah porogapit (bagi, kali, kurang, turun) lewat video dan contoh di papan tulis.
- Meaningful — Siswa mempraktikkan pembagian porogapit melalui soal cerita sehari-hari, seperti membagi rata permen atau buku, agar memahami maknanya, bukan sekadar menghafal langkah.
- Joyful — Siswa bermain "Estafet Porogapit" berkelompok di papan tulis sambil mendapat tepuk semangat setiap kelompok berhasil menemukan hasil bagi.
🛠️Model, Metode & Media Pembelajaran
Model & Metode
Pendekatan Konkret-Piktorial-Abstrak (CPA) dipadukan dengan Problem Based Learning, sehingga siswa memahami konsep pembagian dari benda nyata, gambar, baru kemudian ke bentuk porogapit yang abstrak.
Pendekatan Konkret-Piktorial-Abstrak (CPA) dipadukan dengan Problem Based Learning, sehingga siswa memahami konsep pembagian dari benda nyata, gambar, baru kemudian ke bentuk porogapit yang abstrak.
Media & Alat Peraga
- Video pembelajaran "Pembagian Porogapit" 🎬
- Kelereng/lidi/kancing sebagai benda konkret 🔵
- Papan porogapit di papan tulis 📋
- Kartu angka dan spidol warna-warni 🖊️
- Lembar kerja siswa (LKS) 📄
- Proyektor/laptop untuk memutar video 💻
- Video pembelajaran "Pembagian Porogapit" 🎬
- Kelereng/lidi/kancing sebagai benda konkret 🔵
- Papan porogapit di papan tulis 📋
- Kartu angka dan spidol warna-warni 🖊️
- Lembar kerja siswa (LKS) 📄
- Proyektor/laptop untuk memutar video 💻
🌤️Pendahuluan — Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat, ya! 😊 Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan sampai lupa, ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya — Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, dan Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. 🤲
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (kadar yang tepat)."QS. Al-Qamar (54): Ayat 49
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸
Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat, ya! 😊 Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan sampai lupa, ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya — Allah Maha Khaliq yang menciptakan kita, dan Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. 🤲
🔄 Review Materi Sebelumnya (Porogapit Puluhan : Satuan)
Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali cara membagi bilangan puluhan dengan satuan:
- 84 : 4 = ....
- 96 : 3 = ....
Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali cara membagi bilangan puluhan dengan satuan:
- 84 : 4 = ....
- 96 : 3 = ....
🎬Inti Pembelajaran
📺 Yuk, tonton video pembelajarannya dulu!"Belajar Matematika Kelas 4 SD — Pembagian dengan Porogapit (Bersusun)"
▶️ Tonton VideoSetelah kemarin kita belajar membagi bilangan puluhan dengan satuan, sekarang kita naik level, yuk! 🚀 Hari ini kita akan belajar membagi bilangan yang lebih besar (ratusan) dengan cara porogapit, alias pembagian bersusun.
"Belajar Matematika Kelas 4 SD — Pembagian dengan Porogapit (Bersusun)"
▶️ Tonton VideoSetelah kemarin kita belajar membagi bilangan puluhan dengan satuan, sekarang kita naik level, yuk! 🚀 Hari ini kita akan belajar membagi bilangan yang lebih besar (ratusan) dengan cara porogapit, alias pembagian bersusun.
🌈 Langkah-langkah Porogapit
Ingat rumus ajaib ini: Ba - Ku - Ku - Tu (Bagi, Kali, Kurang, Turun) yang diulang terus sampai angkanya habis dibagi! 🪄
1. BagiBagi angka pertama dengan bilangan pembagi.2. KaliKalikan hasil bagi dengan bilangan pembagi.3. KurangKurangi angka tadi dengan hasil kali.4. TurunTurunkan angka berikutnya, lalu ulangi dari langkah 1.Contoh: 246 : 2 = ...? 1 2 3
______
2 | 2 4 6
-2
---
0 4
-4
---
0 6
-6
---
0Jadi, 246 : 2 = 123 🎉
Ingat rumus ajaib ini: Ba - Ku - Ku - Tu (Bagi, Kali, Kurang, Turun) yang diulang terus sampai angkanya habis dibagi! 🪄
1 2 3
______
2 | 2 4 6
-2
---
0 4
-4
---
0 6
-6
---
0🏠 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Bu guru punya 246 buah apel yang akan dibagikan rata ke 2 keranjang. Setiap keranjang berisi 123 apel. 🍎
- Ayah membagi 369 lembar kertas origami untuk 3 kelompok secara rata. 📄
- Kak Sinta membagikan 488 permen ke 4 kotak secara sama banyak. 🍬
- Bu guru punya 246 buah apel yang akan dibagikan rata ke 2 keranjang. Setiap keranjang berisi 123 apel. 🍎
- Ayah membagi 369 lembar kertas origami untuk 3 kelompok secara rata. 📄
- Kak Sinta membagikan 488 permen ke 4 kotak secara sama banyak. 🍬
📝Asesmen Formatif
Mudah1. 48 : 4 = ....
Mudah2. 96 : 3 = ....
Sedang3. 246 : 2 = ....
Sedang4. Ibu mempunyai 375 permen yang akan dibagikan sama rata kepada 5 anak. Setiap anak mendapat ... permen.
Sukar5. 728 : 7 = ....
🔑 Kunci Jawaban- 12
- 32
- 123
- 75 permen
- 104
1. 48 : 4 = ....
2. 96 : 3 = ....
3. 246 : 2 = ....
4. Ibu mempunyai 375 permen yang akan dibagikan sama rata kepada 5 anak. Setiap anak mendapat ... permen.
5. 728 : 7 = ....
- 12
- 32
- 123
- 75 permen
- 104
🌟Kesimpulan
Pembagian porogapit dikerjakan dengan empat langkah yang diulang-ulang: Bagi, Kali, Kurang, Turun. Semakin sering berlatih, semakin cepat dan lancar kita menghitung, walaupun bilangannya semakin besar. Yuk, terus semangat berlatih porogapit! 🔢💪
PELAJARAN 2
Bahasa Indonesia — Awalan Me-
Identitas
| Nama Guru | : | Dessy Puji Astuti, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Hari / Tanggal | : | Kamis / 10 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Fatimah Az-Zahra |
| Materi | : | Awalan Me- |
| Pertemuan Ke | : | 2 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."
Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain "detektif kata" untuk menemukan kata berimbuhan me- yang salah tulis dalam sebuah teks pendek, lalu membetulkannya bersama kelompok.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa memahami pengecualian aturan awalan me- (kata bersuku satu dan kata serapan) membuat tulisan mereka semakin baku dan mudah dipahami pembaca.
Joyful: pembelajaran dikemas dengan kuis cepat tepat berkelompok menggunakan kartu jawaban, disertai tepuk "Luluh-Tidak Luluh" sebagai penanda jawaban benar.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengulas kembali aturan dasar awalan me- dan peluluhan huruf k, t, s, p, kemudian mempelajari dua aturan khusus (kata dasar bersuku kata satu dan kata serapan berkonsonan rangkap), lalu berlatih menerapkan seluruh aturan tersebut dalam kalimat dan teks pendek.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Ahzab (33): 70
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا
"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."
Keterkaitan: Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar aturan dasar awalan me-. Hari ini kita akan memperdalam aturannya agar semakin "sadidan" (benar dan tepat) dalam berbahasa, termasuk memahami kata-kata yang tampak seperti pengecualian.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Sebagai penguatan, mari kita ulas kembali secara singkat: awalan me- berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung huruf awal kata dasar, dan huruf k, t, s, p akan luluh jika langsung diikuti huruf vokal.
Selain aturan dasar tersebut, ada dua aturan khusus yang perlu kita pahami:
| Aturan Khusus | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Kata dasar bersuku kata satu | Mendapat sisipan bunyi "-nge-" agar mudah diucapkan, huruf awal TIDAK luluh. | cat → mengecat; bom → mengebom; tik → mengetik; las → mengelas |
| Kata serapan berkonsonan rangkap di awal | Jika huruf k, p, t, s pada kata dasar diikuti oleh konsonan lain (bukan vokal), maka huruf tersebut TIDAK luluh. | kritik → mengkritik (kr); praktik → mempraktikkan (pr); transfer → mentransfer (tr) |
Contoh Soal 1: Manakah bentuk yang benar, "mengkritik" atau "mengeritik"? Jelaskan alasannya!
Pembahasan: Bentuk yang benar adalah mengkritik. Kata dasar "kritik" berawalan gugus dua konsonan "kr" (bukan k diikuti vokal), sehingga huruf k tidak luluh meskipun diberi awalan me- (meng-).
Contoh Soal 2: Kata dasar "cat" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi apa? Jelaskan aturannya!
Pembahasan: Menjadi mengecat. Kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata mendapat sisipan bunyi "-nge-" ketika diberi awalan me-, agar lebih mudah diucapkan.
b. Video Pembelajaran
Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Kata dasar "tik" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
- A. metik
- B. mentik
- C. mengetik
- D. mengtik
- Kata dasar "transfer" jika diberi awalan me- menjadi ...
- A. mentransfer
- B. menransfer
- C. mentranfer
- D. mengtransfer
- Kata dasar "praktik" jika diberi awalan me- dan akhiran -kan menjadi ...
- A. memraktikkan
- B. mempraktikkan
- C. mepraktikkan
- D. mengpraktikkan
- "Adik ... origami menjadi bentuk burung." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
- A. melipat
- B. mengelipat
- C. menlipat
- D. memlipat
- Manakah kalimat berikut yang PALING TEPAT penggunaan awalan me-?
- A. Kakak sedang mengecat pagar rumah.
- B. Kakak sedang mecat pagar rumah.
- C. Kakak sedang mengcat pagar rumah.
- D. Kakak sedang mencat pagar rumah.
II. Isian Singkat
- Kata dasar "bom" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
- Kata dasar "cek" jika diberi awalan me- menjadi ...
- Huruf k pada kata "kritik" tidak luluh karena diikuti oleh huruf ... (bukan huruf vokal).
III. Esai
- Jelaskan mengapa kata dasar bersuku kata satu seperti "cat", "bom", dan "las" mendapat sisipan "-nge-" ketika diberi awalan me-! Berikan satu contoh tambahan!
- Mengapa kata "kritik" tidak berubah menjadi "mengeritik" (k luluh), melainkan tetap menjadi "mengkritik"? Jelaskan alasannya!
Kesimpulan
Selain aturan dasar peluluhan huruf k, t, s, p, awalan me- memiliki dua aturan khusus: kata dasar bersuku kata satu mendapat sisipan "-nge-" (misalnya cat → mengecat), dan kata dasar dengan gugus konsonan rangkap di awal tidak mengalami peluluhan (misalnya kritik → mengkritik).


