Selasa, 27 Oktober 2026

Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra Rabu 28 Oktober

 PELAJARAN 1 • BAHASA INDONESIA

TEKS ARGUMENTASI

Materi Ajar Kelas IV SD • Fase B • Kelas 4 Fatimah Az-Zahra

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal: Rabu / 28 Oktober 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Teks Argumentasi

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada Fase B, murid mengembangkan keterampilan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam. Murid belajar menyampaikan gagasan atau pendapat dengan pilihan kata yang sesuai, alasan yang logis, dan bahasa yang santun. Rumusan ini difokuskan pada elemen menulis serta berbicara dan mempresentasikan yang mendukung pembelajaran teks argumentasi.

Acuan: Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Fase A–F, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, 2025.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menulis teks argumentasi sederhana untuk menyampaikan pendapat tentang suatu kejadian.

Tujuan Pembelajaran MAMiJOY

  • Mindful (berkesadaran): Murid mengenali pendapatnya sendiri dan memikirkan alasan sebelum menyampaikan pendapat.
  • Meaningful (bermakna): Murid menghubungkan teks argumentasi dengan kejadian sehari-hari, misalnya menjaga kebersihan kelas.
  • Joyful (menyenangkan): Murid bertukar pendapat melalui permainan “Setuju atau Tidak Setuju” dengan tetap menghargai teman.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi pengertian, tujuan, struktur sederhana, dan ciri bahasa teks argumentasi.
  2. Murid menyusun teks argumentasi sederhana yang berisi pendapat, alasan yang logis, dan penegasan ulang.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū in jā'akum fāsiqum binaba'in fatabayyanū.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...” (QS. Al-Hujurat [49]: 6, penggalan ayat).

Kaitan dengan materi: Saat menulis argumentasi, kita perlu menyampaikan pendapat dengan alasan yang masuk akal dan berdasarkan informasi yang benar. Kita tidak boleh menyebarkan kabar yang belum diperiksa kebenarannya.

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian Teks Argumentasi

Teks argumentasi adalah tulisan yang berisi pendapat penulis tentang suatu masalah, disertai alasan atau bukti yang mendukung pendapat tersebut. Tujuannya agar pembaca memahami alasan di balik pendapat kita. Pendapat boleh berbeda, tetapi harus disampaikan dengan sopan dan logis.

B. Struktur Sederhana Teks Argumentasi

BagianPenjelasanContoh
PendapatGagasan yang ingin disampaikan.Menurut saya, kelas harus dijaga kebersihannya.
AlasanPenjelasan yang mendukung pendapat.Kelas yang bersih membuat belajar lebih nyaman dan mengurangi sampah berserakan.
Penegasan ulangPenutup yang menegaskan pendapat.Karena itu, semua murid perlu ikut menjaga kebersihan kelas.

C. Ciri-Ciri Teks Argumentasi

  • Memuat pendapat yang jelas.
  • Disertai alasan, fakta, atau contoh yang relevan.
  • Disusun secara runtut dan mudah dipahami.
  • Menggunakan bahasa yang santun dan tidak menghina orang lain.
  • Kesimpulannya berkaitan dengan pendapat yang disampaikan.

D. Langkah Menulis Teks Argumentasi

  1. Pilih kejadian atau masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Tentukan pendapatmu tentang masalah tersebut.
  3. Tuliskan dua alasan yang mendukung pendapat.
  4. Tutup dengan penegasan ulang atau saran.
  5. Baca kembali tulisan untuk memeriksa ejaan, kejelasan alasan, dan kesantunan bahasa.

Contoh Soal 1

Situasi: Beberapa murid membiarkan bungkus makanan di bawah meja.

Pertanyaan: Tuliskan satu pendapat dan dua alasan mengapa sampah harus dibuang ke tempat sampah.

Contoh jawaban: “Menurut saya, sampah harus dibuang ke tempat sampah. Sampah yang berserakan membuat kelas kotor dan dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, setiap murid harus membuang sampah pada tempatnya.”

Contoh Soal 2

Situasi: Sekolah akan memilih antara menambah tanaman di halaman atau membiarkan halaman kosong.

Pertanyaan: Pilih satu pendapat dan berikan alasan yang mendukungnya.

Contoh jawaban: “Saya setuju halaman sekolah ditanami tumbuhan. Tanaman membuat halaman lebih teduh dan indah. Murid juga dapat belajar merawat makhluk hidup.”

Video Pembelajaran

Judul: Mengenal Teks Argumentasi – Video Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka

Tonton video di YouTube

Guru dapat meninjau video terlebih dahulu dan memilih bagian yang sesuai dengan kebutuhan kelas.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

Bacalah setiap soal dengan teliti. Untuk soal pilihan ganda, pilih jawaban yang paling tepat. Kerjakan isian dan esai di buku tulis.

Pilihan Ganda

1. Rani berkata, “Menurut saya, kita perlu membaca setiap hari karena membaca menambah pengetahuan.” Bagian yang menunjukkan alasan adalah …
A. Menurut saya
B. Kita perlu membaca setiap hari
C. Membaca menambah pengetahuan
D. Rani berkata
2. Dito ingin menulis bahwa taman sekolah perlu dirawat. Alasan yang paling kuat adalah …
A. Karena taman berwarna hijau
B. Karena taman yang terawat membuat lingkungan nyaman dan tanaman tumbuh baik
C. Karena semua teman menyukai taman
D. Karena Dito ingin cepat pulang
3. Seseorang menyampaikan kabar bahwa perpustakaan akan ditutup, tetapi ia belum mengetahui sumbernya. Sikap terbaik sebelum menulis pendapat adalah …
A. Langsung menyebarkannya
B. Menambahkan cerita agar menarik
C. Memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu
D. Menyalahkan petugas perpustakaan
4. Kalimat penegasan ulang yang sesuai untuk pendapat “Murid perlu membawa botol minum sendiri” adalah …
A. Botol itu berwarna biru.
B. Saya membeli botol kemarin.
C. Jadi, membawa botol minum sendiri dapat membantu mengurangi sampah kemasan.
D. Banyak murid datang pagi.
5. Bima menulis pendapat tanpa alasan. Agar tulisannya lebih meyakinkan, ia sebaiknya …
A. Menambahkan alasan atau contoh yang relevan
B. Mengulang pendapat sebanyak mungkin
C. Menggunakan kata-kata yang mengejek
D. Menghapus seluruh tulisannya
Isian

6. Teks argumentasi berisi pendapat yang didukung oleh ….
7. Sebelum menggunakan suatu kabar sebagai dasar pendapat, kita perlu memeriksa … kabar tersebut.
8. Tuliskan satu kata atau ungkapan yang dapat digunakan untuk menegaskan kembali pendapat, misalnya “oleh karena itu” atau ….
Esai

9. Sekolah ingin mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Tuliskan teks argumentasi singkat yang berisi pendapat, dua alasan, dan penegasan ulang.
10. Temanmu berpendapat bahwa piket kelas hanya tugas petugas kebersihan. Apakah kamu setuju? Jelaskan pendapatmu dengan dua alasan yang logis dan bahasa yang santun.

Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. C • 2. B • 3. C • 4. C • 5. A

Isian: 6. alasan/bukti yang mendukung • 7. kebenaran • 8. misalnya “jadi”, “dengan demikian”, atau “kesimpulannya”.

Esai:

  1. Jawaban bervariasi. Harus memuat pendapat tentang pengurangan plastik, dua alasan relevan, dan penegasan ulang. Contoh: “Menurut saya, kita perlu mengurangi plastik sekali pakai. Plastik dapat menambah sampah dan sulit terurai. Membawa wadah sendiri juga bisa mengurangi kemasan yang dibuang. Karena itu, mari membiasakan membawa wadah yang dapat digunakan kembali.”
  2. Jawaban bervariasi. Jawaban yang baik menyatakan setuju/tidak setuju, memberi dua alasan logis, dan menggunakan bahasa santun. Contoh: tidak setuju, karena semua warga kelas bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kebiasaan piket melatih tanggung jawab.

Kesimpulan

Teks argumentasi adalah tulisan yang menyampaikan pendapat disertai alasan yang logis. Teks ini dapat disusun dengan urutan pendapat, alasan, dan penegasan ulang. Pendapat perlu disampaikan dengan santun serta didukung informasi yang benar.

Refleksi Pembelajaran


Senin, 26 Oktober 2026

Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra selasa 27 Oktober 2026

 

PEMBELAJARAN 1Matematika: Pecahan

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Matematika

Hari / Tanggal: Selasa / 27 Oktober 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Pecahan

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, elemen Bilangan, murid membandingkan dan mengurutkan pecahan berpembilang satu serta pecahan berpenyebut sama; mengenal dan menerapkan pecahan senilai; memiliki intuisi pecahan dan desimal; serta menentukan pecahan sebagai desimal dan persen.

CP diringkas dari Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Keputusan No. 020 Tahun 2026 mengubah bagian CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan Matematika. Naskah CP resmi 2025 · Perubahan CP 2026.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid mengenal dan mampu menerapkan pecahan senilai, memiliki intuisi pecahan dan desimal, serta mampu menentukan pecahan sebagai desimal dan persen.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: Murid bermain “Pasangkan Kartu Pecahan” menggunakan kartu bergambar, angka pecahan, desimal, dan persen. Meaningful: Murid menghubungkan pecahan dengan membagi makanan, membaca ukuran, dan memahami persentase sederhana dalam kehidupan. Joyful: Murid menyusun poster mini atau garis bilangan pecahan bersama kelompok.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid menjelaskan dan membuat pecahan senilai dengan model gambar atau perkalian/pembagian pembilang dan penyebut oleh bilangan yang sama.
  2. Murid menggunakan model dan garis bilangan untuk membangun intuisi hubungan pecahan dengan desimal sederhana.
  3. Murid mengubah pecahan berpenyebut 10 atau 100 menjadi desimal dan persen, serta menjelaskan kesetaraan nilainya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu kita bertambah menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Pencipta, Allah Maha Memelihara, dan Allah Maha Pemberi rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala — Surah Ar-Raḥmān ayat 9:

وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ

Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān.

“Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.”

Sumber teks, transliterasi, dan terjemahan: Al-Qur’an NU Online, Ar-Raḥmān 55:9.

Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan keadilan dalam menimbang. Saat membagi benda atau makanan, pecahan membantu kita menyatakan bagian secara tepat dan memahami apakah bagian-bagian itu setara.

2. Pengajaran Materi

Mengenal pecahan

Pecahan menyatakan satu atau beberapa bagian yang sama besar dari satu keseluruhan. Pada pecahan a/b, bilangan a disebut pembilang, yaitu banyak bagian yang diambil, sedangkan b disebut penyebut, yaitu banyak seluruh bagian sama besar. Penyebut tidak boleh nol.

Contoh: sebuah kue dibagi menjadi 4 bagian sama besar. Jika 3 bagian diambil, bagian yang diambil adalah 3/4.

Pecahan senilai

Pecahan senilai memiliki nilai yang sama meskipun angka pembilang dan penyebutnya berbeda. Kalikan atau bagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama (bukan nol) untuk memperoleh pecahan senilai.

LangkahOperasi pada pembilang dan penyebutHasilMakna
Mengalikan1/2 × 2/22/4Setengah sama dengan dua perempat.
Mengalikan3/4 × 25/2575/100Tiga perempat sama dengan tujuh puluh lima perseratus.
Mengalikan1/5 × 20/2020/100Satu perlima sama dengan dua puluh perseratus.

Hubungan pecahan, desimal, dan persen

Desimal adalah cara lain menulis bilangan menggunakan tanda koma. Persen berarti “per seratus”, ditulis dengan lambang %. Model gambar atau petak 100 kotak membantu melihat bahwa bagian yang sama dapat ditulis dalam bentuk pecahan, desimal, atau persen.

PecahanDesimalPersenPenjelasan sederhana
1/20,550%Setengah dari 100 adalah 50.
1/40,2525%25 dari setiap 100 bagian.
3/40,7575%75 dari setiap 100 bagian.
1/50,220%20 dari setiap 100 bagian.
3/50,660%60 dari setiap 100 bagian.

Cara mengubah bentuk

  1. Pecahan ke persen: ubah pecahan menjadi penyebut 100 jika mudah, lalu tulis pembilangnya diikuti tanda persen. Contoh: 3/4 = 75/100 = 75%.
  2. Persen ke desimal: ingat bahwa persen berarti per seratus. Maka 75% = 75/100 = 0,75.
  3. Desimal ke persen: ubah desimal ke per seratus. Contoh: 0,6 = 60/100 = 60%.
  4. Periksa kewajaran: 1/2, 0,5, dan 50% harus menunjukkan bagian yang sama besar. Jika angka persen mendekati 100%, bagian yang ditunjukkan mendekati satu keseluruhan.

Catatan: Nilai desimal pada contoh ditulis menggunakan tanda koma sesuai penulisan bilangan desimal dalam bahasa Indonesia.

Contoh Soal Materi

Contoh 1. Sebuah cokelat dibagi menjadi 8 bagian sama besar. Naya makan 4 bagian. Tuliskan bagian yang dimakan dalam bentuk pecahan, lalu sederhanakan.

Jawaban: Bagian yang dimakan adalah 4/8. Bagi pembilang dan penyebut dengan 4: 4/8 = 1/2. Jadi, Naya memakan setengah cokelat.

Contoh 2. Dari 100 kotak pada papan kelas, 35 kotak diwarnai biru. Tuliskan bagian biru sebagai pecahan perseratus, desimal, dan persen.

Jawaban: 35/100 = 0,35 = 35%.

Contoh 3. Rafi menyatakan 1/2 = 0,2. Apakah benar? Jelaskan dengan membandingkannya dengan persen.

Jawaban: Tidak benar. 1/2 = 0,5 = 50%, sedangkan 0,2 = 20% = 1/5. Nilainya berbeda.

Video Pembelajaran

HUBUNGAN PECAHAN DESIMAL DENGAN PERSEN | BAB 2 PECAHAN | MATEMATIKA | KELAS 4 | KURIKULUM MERDEKA

Video oleh Video Materi SD. Judul dan kecocokannya untuk pecahan desimal serta persen kelas 4 diperiksa. Untuk latihan pecahan senilai, gunakan model gambar atau kartu pecahan sebelum menonton.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

Misi: Jadilah “Detektif Pecahan”! Cari pasangan nilai yang sama, tunjukkan cara berpikirmu, dan periksa jawaban dengan model gambar atau petak 100.

A. Pilihan Ganda

1. Kartu pecahan manakah yang senilai dengan 2/3?

  1. 3/5
  2. 4/6
  3. 4/5
  4. 2/6

2. Dua pita sama panjang dipotong menjadi bagian sama besar. Pita A diwarnai 3/4 bagian, sedangkan pita B diwarnai 6/8 bagian. Kesimpulan yang tepat adalah …

  1. Pita A memiliki bagian berwarna lebih banyak.
  2. Pita B memiliki bagian berwarna lebih banyak.
  3. Bagian berwarna kedua pita sama besar.
  4. Keduanya tidak dapat dibandingkan karena penyebutnya berbeda.

3. Pada papan 100 kotak, 40 kotak diwarnai hijau. Bentuk desimal dan persen yang tepat adalah …

  1. 0,4 dan 40%
  2. 0,04 dan 4%
  3. 4,0 dan 400%
  4. 0,40 dan 4%

4. Lani mengatakan 0,25 sama dengan 25%. Cara terbaik untuk memeriksa pernyataannya adalah …

  1. Mengalikan 0,25 dengan 100, sehingga diperoleh 25%.
  2. Mengurangi 25 dari 100, sehingga diperoleh 75%.
  3. Mengubah 0,25 menjadi 2,5%.
  4. Menyatakan semua desimal sama dengan persen yang angkanya sama.

5. Sebuah resep memerlukan 1/2 gelas susu. Gelas ukur menunjukkan 0,5 gelas. Apa kesimpulan yang benar?

  1. Takaran belum cukup karena 0,5 lebih kecil dari 1/2.
  2. Takaran sama, sebab 1/2 = 0,5.
  3. Takaran dua kali lebih banyak.
  4. Nilainya tidak dapat dibandingkan.

B. Isian

1. Lengkapi pecahan senilai: 3/5 = …/10.

2. Bentuk desimal dari 65/100 adalah ….

3. Bentuk persen dari 0,8 adalah ….

C. Esai

1. Sebuah kelas mengumpulkan 100 tutup botol untuk prakarya. Sebanyak 25 tutup botol berwarna merah. Tuliskan bagian merah sebagai pecahan, desimal, dan persen. Jelaskan bagaimana kamu mengetahui ketiganya senilai.

2. Tiga murid menuliskan bagian yang sama: Nisa menulis 1/4, Bayu menulis 0,25, dan Sari menulis 25%. Apakah mereka sepakat? Tunjukkan cara membuktikannya dan gambarkan atau jelaskan model yang dapat membantu teman memahami.

Kesimpulan

Pecahan menyatakan bagian dari keseluruhan. Pecahan senilai memiliki nilai yang sama walaupun pembilang dan penyebut berbeda. Pecahan sederhana dapat ditulis dalam bentuk desimal dan persen, misalnya 1/2 = 0,5 = 50% dan 3/4 = 0,75 = 75%. Model gambar, garis bilangan, dan petak 100 membantu memeriksa kesetaraan tersebut.

Refleksi Pembelajaran

PEMBELAJARAN 2 IPAS: Musim dan Iklim di Indonesia

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: IPAS

Hari / Tanggal: Selasa  / 27 Oktober 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Musim dan Iklim di Indonesia

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, elemen Pemahaman IPAS, murid menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Keterampilan proses yang mendukungnya mencakup mengamati fenomena, mengajukan pertanyaan dan prediksi, melakukan penyelidikan sederhana dengan panduan, mengolah informasi, merefleksi, serta mengomunikasikan hasil.

CP diringkas dari Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Keputusan No. 020 Tahun 2026 mengubah bagian CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan IPAS. Naskah CP resmi 2025 · Perubahan CP 2026.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: Murid bermain “Kartu Cuaca, Musim, atau Iklim?” dan menyusun ide aksi hemat sumber daya. Meaningful: Murid menghubungkan musim dan iklim dengan air, pangan, kesehatan, serta kebiasaan warga di sekitar. Joyful: Kelompok membuat poster atau janji aksi “Satu Minggu Lebih Hemat” berdasarkan masalah yang ditemukan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid membedakan cuaca, musim, dan iklim; mengidentifikasi musim di Indonesia serta menghubungkan perubahan iklim dengan dampak yang mungkin terjadi pada sumber daya alam.
  2. Murid mengamati satu masalah penggunaan atau pelestarian sumber daya alam dan mengusulkan solusi sederhana yang dapat dilakukan di rumah atau sekolah untuk membantu mitigasi perubahan iklim.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu kita bertambah menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Pencipta, Allah Maha Memelihara, dan Allah Maha Pemberi rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala — Surah Al-A‘rāf ayat 56:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Wa lā tufsidū fil-arḍi ba‘da iṣlāḥihā wad‘ūhu khaufaw wa ṭama‘ā, inna raḥmatallāhi qarībun minal-muḥsinīn.

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Sumber teks, transliterasi, dan terjemahan: Al-Qur’an NU Online, Al-A‘rāf 7:56.

Keterkaitan: Menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya dengan bijak merupakan bagian dari perbuatan baik. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi pemborosan dan mendukung usaha menghadapi perubahan iklim.

2. Pengajaran Materi

Cuaca, musim, dan iklim

IstilahArti sederhanaContoh
CuacaKeadaan udara pada tempat dan waktu tertentu; dapat berubah dalam waktu singkat.Pagi ini mendung, lalu sore turun hujan.
MusimPola keadaan cuaca yang cenderung berlangsung dalam periode tertentu dan berulang dalam setahun.Musim hujan atau musim kemarau.
IklimPola rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu panjang di wilayah tertentu.Indonesia beriklim tropis dan umumnya mengalami musim hujan serta kemarau.

Musim di Indonesia

Banyak wilayah Indonesia mengenal musim hujan dan musim kemarau. Pergantian musim berkaitan dengan pola angin dan kondisi atmosfer. Waktu mulai, lama, dan banyaknya hujan tidak selalu sama di setiap daerah atau setiap tahun. Karena itu, prakiraan cuaca dan informasi resmi penting untuk membantu kegiatan sehari-hari.

Perubahan iklim

Perubahan iklim adalah perubahan pola suhu dan cuaca dalam jangka panjang. Perubahan itu berbeda dari perubahan cuaca harian. Kegiatan manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil yang melepaskan gas rumah kaca, menjadi pendorong utama perubahan iklim global. Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko panas ekstrem, kekeringan, hujan lebat, dan gangguan pada ketersediaan air atau pangan. Dampaknya berbeda menurut wilayah; satu kejadian cuaca saja tidak cukup untuk membuktikan perubahan iklim.

Bagaimana menjaga sumber daya alam dan membantu mitigasi?

Sumber daya alam meliputi air, tanah, tumbuhan, hewan, dan bahan tambang yang dimanfaatkan manusia. Mitigasi perubahan iklim berarti upaya mengurangi penyebab perubahan iklim atau emisi gas rumah kaca. Tindakan kecil akan lebih bermakna bila dilakukan bersama dan menjadi kebiasaan.

  1. Hemat listrik: matikan lampu dan alat listrik ketika tidak digunakan. Menghemat energi dapat mengurangi kebutuhan pembangkitan listrik, terutama jika sumbernya menghasilkan emisi.
  2. Hemat air: tutup keran saat tidak digunakan, perbaiki kebocoran bersama orang dewasa, dan gunakan air secukupnya.
  3. Kurangi sampah: gunakan kembali barang yang masih layak, bawa botol minum, dan pilah sampah sesuai fasilitas setempat. Mengurangi sampah membantu menekan penggunaan bahan dan energi baru.
  4. Rawat tanaman dan pohon: menanam dan merawat pohon sesuai kondisi setempat membantu menjaga lingkungan dan menyerap karbon saat tumbuh. Jangan menanam sembarangan di tempat yang tidak cocok.
  5. Bergerak bersama: buat pengamatan sederhana, catat masalah seperti lampu menyala saat kelas kosong atau keran bocor, lalu bicarakan solusi yang aman dengan guru.

Contoh Soal Materi

Contoh 1. Pagi ini hujan deras selama dua jam. Apakah informasi itu cuaca, musim, atau iklim? Jelaskan.

Jawaban: Itu informasi cuaca karena menggambarkan keadaan udara di tempat dan waktu tertentu dalam periode singkat.

Contoh 2. Kelas menemukan lampu tetap menyala saat ruangan kosong dan keran menetes terus-menerus. Tuliskan satu solusi untuk tiap masalah dan jelaskan manfaatnya.

Jawaban: Buat kebiasaan mematikan lampu saat kelas kosong untuk menghemat listrik. Laporkan keran yang bocor kepada guru atau petugas agar diperbaiki dan air tidak terbuang.

Video Pembelajaran

Musim dan Iklim di Indonesia (Iklim dan Perubahannya) — CP Terbaru 2025 IPAS Kelas 4 SD Bab 4 (a)

Video oleh Pak Bay. Judul dan deskripsi YouTube telah diperiksa. Setelah menonton, murid dapat menyebutkan perbedaan cuaca, musim, dan iklim serta satu kebiasaan menjaga sumber daya alam.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

Misi: Jadilah “Tim Aksi Iklim Cilik”! Analisis situasi, pilih solusi yang masuk akal, dan jelaskan bagaimana solusi itu menghemat sumber daya atau mengurangi emisi.

A. Pilihan Ganda

1. Selama beberapa dekade, rata-rata suhu di suatu wilayah meningkat dan pola hujannya berubah. Informasi itu paling tepat menggambarkan …

  1. cuaca pagi ini.
  2. perubahan iklim jangka panjang.
  3. satu kali hujan deras.
  4. pergantian siang dan malam.

2. Kelas ingin menghemat sumber daya sekaligus membantu mitigasi perubahan iklim. Program yang paling tepat adalah …

  1. Membiarkan lampu menyala agar kelas selalu terang.
  2. Mencatat pemakaian listrik dan air, lalu mematikan lampu serta menutup keran ketika tidak digunakan.
  3. Membuang semua sampah ke sungai.
  4. Menggunakan lebih banyak barang sekali pakai.

3. Hari ini hujan deras di kota Sari. Seorang teman menyimpulkan bahwa perubahan iklim pasti menjadi penyebab hujan hari ini. Penilaian terbaik adalah …

  1. Kesimpulan itu pasti benar karena hujan selalu disebabkan perubahan iklim.
  2. Kesimpulan itu belum cukup bukti; cuaca harian perlu dibedakan dari pola jangka panjang.
  3. Kesimpulan itu benar jika hujan berlangsung satu jam.
  4. Perubahan iklim hanya terjadi saat musim kemarau.

4. Di sekolah, keran bocor dibiarkan selama beberapa hari. Tindakan awal yang paling tepat adalah …

  1. Mengabaikannya karena air akan selalu tersedia.
  2. Melaporkan keran kepada guru atau petugas, lalu membuat kebiasaan menutup keran dengan benar.
  3. Membuka keran lebih lebar agar cepat habis.
  4. Menyalahkan teman tanpa memeriksa keadaan.

5. Kelompok murid ingin menanam banyak pohon untuk mengatasi perubahan iklim. Agar rencana lebih bertanggung jawab, mereka sebaiknya …

  1. Menanam sembarang jenis pohon di mana saja tanpa izin.
  2. Memilih lokasi dan tanaman yang sesuai, meminta izin, lalu merawatnya secara berkelanjutan.
  3. Menanam pohon lalu meninggalkannya tanpa penyiraman.
  4. Menebang tanaman lain agar semua tempat menjadi kosong.

B. Isian

1. Keadaan udara pada tempat dan waktu tertentu disebut ….

2. Upaya mengurangi penyebab perubahan iklim, misalnya mengurangi emisi gas rumah kaca, disebut ….

3. Tuliskan satu tindakan hemat sumber daya alam yang dapat dilakukan di kelas: ….

C. Esai

1. Sekolahmu menggunakan banyak gelas plastik sekali pakai setiap hari. Usulkan dua langkah yang realistis untuk mengurangi sampah dan penggunaan sumber daya. Jelaskan manfaat tiap langkah.

2. Buat rancangan aksi sederhana selama satu minggu untuk menghemat air atau listrik di kelas. Tuliskan masalah yang diamati, tindakan, cara mencatat hasil, dan bagaimana kamu tahu apakah aksi tersebut berhasil.

Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. B — perubahan rata-rata dan pola dalam jangka panjang berkaitan dengan perubahan iklim. 2. B — pemantauan dan kebiasaan hemat mengurangi pemborosan. 3. B — satu peristiwa cuaca tidak cukup untuk menyimpulkan perubahan iklim. 4. B — melapor dan memperbaiki kebiasaan mencegah pemborosan air. 5. B — penanaman perlu sesuai lokasi dan dirawat.

Isian: 1. Cuaca. 2. Mitigasi perubahan iklim. 3. Contoh: mematikan lampu saat kelas kosong, menutup keran setelah digunakan, atau menggunakan kembali kertas yang masih kosong pada satu sisi.

Esai: 1. Contoh: murid membawa botol minum isi ulang dan sekolah menyediakan tempat isi ulang air minum. Langkah ini mengurangi penggunaan gelas plastik sekali pakai dan jumlah sampah. Jawaban lain yang realistis dan beralasan dapat diterima. 2. Contoh: catat berapa kali lampu ditemukan menyala saat kelas kosong pada minggu awal; selama satu minggu, petugas bergiliran memeriksa sebelum keluar; bandingkan jumlah temuan setelah aksi. Aksi berhasil bila temuan berkurang. Jawaban lain dengan pengamatan dan cara evaluasi yang masuk akal dapat diterima.

Penilaian esai: 1 poin untuk mengenali masalah, 1 poin untuk solusi realistis, 1 poin untuk alasan/manfaat, dan 1 poin untuk cara mengamati atau menilai hasil.

Kesimpulan

Cuaca menggambarkan keadaan udara pada waktu dan tempat tertentu, musim adalah pola yang berlangsung dalam periode tertentu, sedangkan iklim merupakan pola cuaca jangka panjang. Indonesia umumnya mengalami musim hujan dan kemarau, dengan waktu dan kondisi yang dapat berbeda antarwilayah. Menghemat listrik dan air, mengurangi sampah, serta merawat tanaman adalah contoh aksi yang membantu menjaga sumber daya alam dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid mampu membedakan cuaca, musim, dan iklim serta mengusulkan aksi penghematan sumber daya. Sebagian kecil murid masih memerlukan bimbingan untuk menjelaskan perbedaan cuaca harian dengan perubahan iklim jangka panjang dan menghubungkan solusi dengan mitigasi.

Pelajaran 3 — Seni Rupa

Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran : Seni Rupa

Hari / Tanggal : Selasa / 27 Oktober 2026

Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi : Menerapkan prosedur penggunaan alat dan bahan secara aman dan bertanggung jawab

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur rupa serta menciptakan karya dua dimensi dengan bahan dan teknik yang sesuai. Peserta didik mampu menjelaskan proses berkarya dan menghargai karya seni Nusantara.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat mengenal dan memahami seni cetak; pengertian, jenis-jenis, dan bahan.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati pola, bentuk, warna, dan pengulangan pada seni cetak.
  • Meaningful: murid menghubungkan seni cetak dengan budaya dan identitas daerah di Nusantara.
  • Joyful: murid mengeksplorasi pola seni cetak melalui kegiatan menggambar dan mewarnai.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi pengertian, ciri, dan jenis seni cetak dekoratif alat dan bahan secara aman.
  2. Murid membuat pola seni cetak sederhana dengan pengulangan bentuk, warna, dan komposisi yang rapi.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Yā banī Ādama khudzū zīnatakum ‘inda kulli masjid.

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap memasuki masjid.” (QS. Al-A‘rāf: 31)

Ayat ini mengajarkan pentingnya keindahan dan kerapian. Ragam hias merupakan cara manusia menghias benda dengan pola yang indah sekaligus menghargai budaya.

2. Pengajaran Materi

Ragam hias adalah pola atau hiasan yang dibuat dengan mengulang bentuk tertentu untuk memperindah benda atau karya. Ragam hias Nusantara terinspirasi dari alam, tumbuhan, hewan, manusia, dan bentuk geometris.

JenisSumber BentukContoh
FloraTumbuhanDaun, bunga, sulur
FaunaHewanBurung, ikan, kupu-kupu
FiguratifManusiaTokoh atau penari
GeometrisBentuk teraturSegitiga, lingkaran, garis

Langkah membuat seni cetak

  1. Memilih sumber ide, misalnya daun atau burung.
  2. Mengamati dan menyederhanakan bentuk.
  3. Membuat pola dasar.
  4. Mengulang pola dengan jarak dan ukuran yang teratur.
  5. Memberi warna sesuai tema dan merapikan karya.
Contoh 1: Pola daun yang diulang di sepanjang tepi kain termasuk seni cetak …
Jawaban: flora.
Contoh 2: Mengapa pola perlu diulang secara teratur?
Jawaban: Agar tercipta kesatuan, irama, dan komposisi yang rapi.

2. Pengajaran Materi: Seni Cetak dan Keselamatan Berkarya

Seni cetak adalah teknik membuat karya seni dengan memindahkan gambar atau pola dari sebuah acuan/cetakan ke permukaan lain, seperti kertas atau kain.

Jenis Seni CetakContoh Acuan/BahanHasil
Cetak tinggiDaun, pelepah, spons, kentangPola tercetak dari permukaan yang menonjol
Cetak stensilKertas berlubang dan catGambar sesuai bentuk lubang
Cetak sederhanaJari, tutup botol, benda berteksturPola dan tekstur berulang

Prosedur aman dan bertanggung jawab

  1. Gunakan alat sesuai fungsinya dan ikuti petunjuk guru.
  2. Letakkan gunting, cutter, dan cat pada tempat yang aman.
  3. Gunakan celemek atau alas meja agar lingkungan tetap bersih.
  4. Jangan mencicipi cat atau memasukkan alat ke mulut.
  5. Cuci tangan, bersihkan alat, dan kembalikan bahan setelah selesai.
Contoh 1: Mengapa spons yang diberi cat perlu ditekan perlahan pada kertas?
Jawaban: Agar pola berpindah dengan jelas dan cat tidak melebar.
Contoh 2: Apa yang harus dilakukan setelah kegiatan mencetak selesai?
Jawaban: Membersihkan alat dan meja, mencuci tangan, serta menyimpan bahan dengan tertib.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Motif daun yang diulang pada kain termasuk seni cetak …
A. flora   B. fauna   C. figuratif   D. geometris
2. Agar seni cetak terlihat rapi, pengulangan pola harus …
A. tidak beraturan   B. teratur dan seimbang   C. semakin kecil tanpa alasan   D. hanya di satu sudut
3. Seorang murid ingin menggambarkan kekayaan laut Indonesia. Motif yang paling sesuai adalah …
A. ikan dan karang   B. rumah   C. sepatu   D. angka
4. Bentuk segitiga, lingkaran, dan garis yang diulang termasuk seni cetak …
A. geometris   B. fauna   C. flora   D. figuratif
5. Sikap yang tepat saat melihat seni cetak daerah lain adalah …
A. menghargai dan mempelajari maknanya   B. mengejek   C. menghapusnya   D. menganggap semua sama

B. Isian

6. Ragam hias yang bersumber dari tumbuhan disebut seni cetak …
7. Pengulangan bentuk pada seni cetak dapat menciptakan … visual.
8. Langkah pertama membuat seni cetak adalah menentukan … ide.

C. Esai

9. Jelaskan perbedaan seni cetak flora dan fauna serta berikan masing-masing satu contoh.
10. Rancanglah pola seni cetak untuk menghias sampul buku. Jelaskan sumber ide, pengulangan pola, dan pilihan warnanya.
Klik untuk membuka kunci jawaban Seni Rupa

Pilihan ganda: 1. A, 2. B, 3. A, 4. A, 5. A.

Isian: 6. flora, 7. irama/kesatuan, 8. sumber.

Esai: 9. Flora bersumber dari tumbuhan, misalnya daun; fauna bersumber dari hewan, misalnya ikan. 10. Jawaban bervariasi; harus menjelaskan sumber ide, pengulangan pola, dan warna secara masuk akal.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Ragam hias adalah pola dekoratif yang dibuat dengan mengulang bentuk. Ragam hias Nusantara dapat bersumber dari flora, fauna, figuratif, dan geometris serta menjadi bagian dari kekayaan budaya.

Refleksi Pembelajaran


Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra Rabu 28 Oktober

  PELAJARAN 1 • BAHASA INDONESIA TEKS ARGUMENTASI Materi Ajar Kelas IV SD • Fase B • Kelas 4 Fatimah Az-Zahra Identitas Nama Guru:  Dessy Pu...