Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
senin 5 oktober Oktober 2026
Belajar dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful
Pelajaran 1 — Bahasa Indonesia
Identitas
Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal : senin / 5 Oktober 2026
Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi : Poster
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, tulis, visual, dan audiovisual serta menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan runtut, santun, dan sesuai konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata dan kaidah kebahasaan untuk menghasilkan teks sederhana yang bermakna.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif untuk menyusun kesepakatan bersama dan menuangkannya dalam bentuk poster.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
- Mindful: murid mendengarkan pendapat teman dengan penuh perhatian dan menyadari pentingnya kesepakatan.
- Meaningful: murid menghubungkan poster dengan aturan atau pesan yang dibutuhkan di rumah dan sekolah.
- Joyful: murid membuat poster secara berkelompok menggunakan kata-kata singkat, gambar, dan warna yang menarik.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi masalah atau kebutuhan bersama dan merumuskan kesepakatan sederhana.
- Murid menyusun poster yang memuat pesan, kalimat ajakan, dan gambar pendukung secara jelas serta mempresentasikannya.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā.
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Mā’idah: 2)
Ayat ini berkaitan dengan kegiatan berdiskusi dan membuat poster karena poster dapat menjadi media untuk menyampaikan ajakan kebaikan yang disusun melalui kerja sama.
2. Pengajaran Materi
A. Pengertian poster
Poster adalah media yang memadukan tulisan, gambar, dan warna untuk menyampaikan informasi, ajakan, atau larangan kepada banyak orang. Poster biasanya dibuat singkat, jelas, menarik, dan mudah dibaca.
B. Ciri-ciri poster yang baik
- Memiliki judul atau pesan utama yang jelas.
- Menggunakan kalimat singkat, padat, dan mudah dipahami.
- Memiliki kalimat ajakan, misalnya “Ayo”, “Mari”, atau “Jangan”.
- Menggunakan gambar dan warna yang sesuai dengan pesan.
- Huruf cukup besar dan tata letaknya rapi.
C. Berdiskusi untuk membuat kesepakatan
- Menentukan masalah yang ingin diselesaikan.
- Mendengarkan pendapat setiap anggota.
- Memilih gagasan yang paling bermanfaat dan dapat dilakukan.
- Merumuskan kesepakatan dengan kalimat singkat.
- Membagi tugas: penulis, ilustrator, pewarna, dan penyaji.
| Bagian Poster | Contoh |
|---|---|
| Judul | Jaga Kebersihan Kelas |
| Ajakan | Ayo buang sampah pada tempatnya! |
| Gambar | Tempat sampah dan lingkungan bersih. |
| Warna | Hijau dan biru untuk kesan bersih dan segar. |
Jawaban contoh: “Mari Dengarkan Guru Saat Menjelaskan” dengan gambar murid memperhatikan guru.
Jawaban contoh: “Ayo Hemat Air! Tutup Keran Setelah Digunakan.”
Video Pembelajaran
Membuat Poster dan Kalimat Persuasif — Bahasa Indonesia Kelas 4
Jika tautan video tidak dapat dibuka, guru dapat menggantinya dengan video poster kelas 4 yang tersedia di kanal pembelajaran sekolah.
Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda
A. Sampah itu buruk sekali dan sangat mengganggu semua orang
B. Ayo Buang Sampah pada Tempatnya!
C. Sampah, sampah, sampah
D. Jangan membaca poster ini
A. memaksakan pendapat sendiri
B. tidak mau berbicara lagi
C. mendengarkan alasan keduanya lalu mencari kesepakatan
D. memilih pendapat teman yang paling keras
A. gambar anak bermain di jalan tanpa pesan
B. kalimat singkat dan gambar tempat bermain yang aman
C. tulisan sangat kecil
D. warna yang sama dengan latar
A. lampu menyala di ruangan kosong
B. tangan mematikan sakelar setelah digunakan
C. keran air terbuka
D. anak membuang sampah
A. membagi tugas sesuai kemampuan dan menyepakati pesan bersama
B. menyerahkan semua pekerjaan kepada satu orang
C. memilih gambar tanpa berdiskusi
D. menyalin poster kelompok lain
B. Isian
C. Esai
Klik untuk membuka kunci jawaban Bahasa Indonesia
Pilihan ganda: 1. B, 2. C, 3. B, 4. B, 5. A.
Isian: 6. warna, 7. diskusi/musyawarah, 8. ajakan.
Esai: 9. Jawaban bervariasi; harus memuat judul, ajakan kebersihan, dan gambar yang sesuai. 10. Mendengarkan alasan setiap anggota, membandingkan manfaat kedua usulan, kemudian mengambil keputusan melalui kesepakatan atau pemungutan suara yang adil.
Kesimpulan
Ringkasan inti materi: Poster adalah media visual untuk menyampaikan informasi atau ajakan. Poster yang baik memiliki pesan singkat, gambar yang sesuai, warna menarik, dan tulisan mudah dibaca. Diskusi membantu kelompok menyusun kesepakatan sebelum membuat poster.
Refleksi Pembelajaran
Sebagian besar murid mampu berdiskusi dan menyusun poster dengan pesan yang jelas. Murid yang masih kesulitan akan dibimbing melalui contoh poster dan pembagian tugas yang lebih sederhana.
Pelajaran 2 — IPAS
Identitas
Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran : IPAS
Hari / Tanggal : Senin / 5 Oktober 2026
Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi : Peta
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggal dalam konteks kabupaten/kota dan provinsi. Peserta didik mampu membaca peta konvensional maupun digital menggunakan simbol, legenda, arah mata angin, dan judul peta untuk memperoleh informasi lokasi.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
- Mindful: murid mengamati simbol, arah, dan informasi peta dengan teliti.
- Meaningful: murid menghubungkan peta dengan lokasi rumah, sekolah, kabupaten/kota, dan provinsi tempat tinggal.
- Joyful: murid melakukan permainan mencari lokasi pada peta dan membuat peta sederhana menuju sekolah.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid mengenali komponen peta, simbol, arah mata angin, dan legenda.
- Murid menemukan letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal pada peta konvensional atau digital serta menjelaskan informasi yang diperoleh.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وَعَلَامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
Wa ‘alāmātin wa bin-najmi hum yahtadūn.
“Dan Dia menciptakan tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.” (QS. An-Naḥl: 16)
Ayat ini mengingatkan bahwa manusia menggunakan tanda dan petunjuk untuk menemukan arah. Peta juga menggunakan simbol, legenda, dan arah untuk membantu kita menemukan lokasi.
2. Pengajaran Materi
A. Pengertian peta
Peta adalah gambaran permukaan bumi atau suatu wilayah pada bidang datar yang diperkecil menggunakan skala. Peta membantu kita mengetahui letak tempat, arah, jarak, dan berbagai informasi wilayah.
B. Komponen peta
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Judul peta | Menunjukkan wilayah atau tema yang dipetakan. |
| Legenda | Menjelaskan arti simbol pada peta. |
| Simbol | Mewakili objek, seperti jalan, sungai, kota, atau sekolah. |
| Arah mata angin | Menunjukkan utara, selatan, timur, dan barat. |
| Skala | Membandingkan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya. |
C. Menemukan kabupaten/kota dan provinsi
- Perhatikan judul peta.
- Temukan nama provinsi tempat tinggal.
- Gunakan legenda dan batas wilayah untuk mencari kabupaten/kota.
- Periksa arah mata angin dan posisi wilayah.
- Pada peta digital, gunakan kolom pencarian dan perbesar tampilan jika diperlukan.
Jawaban: Provinsi Lampung.
Jawaban: Garis tersebut menunjukkan letak atau aliran sungai di wilayah yang dipetakan.
Video Pembelajaran
Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda
A. judul B. legenda C. skala D. garis tepi
A. peta wilayah/provinsi B. peta cuaca dunia C. peta bintang D. peta tubuh manusia
A. arah mata angin B. judul buku C. warna kertas D. ukuran huruf
A. memperbesar tampilan dengan zoom B. menutup peta C. menghapus legenda D. mengubah semua simbol
A. skala peta B. warna langit C. nama pembuat D. bentuk kertas
B. Isian
C. Esai
Klik untuk membuka kunci jawaban IPAS
Pilihan ganda: 1. B, 2. A, 3. A, 4. A, 5. A.
Isian: 6. peta, 7. legenda, 8. selatan.
Esai: 9. Memperhatikan judul, menemukan provinsi, menggunakan legenda/batas wilayah, mencari nama kabupaten/kota, lalu memeriksa arah dan posisi. 10. Peta digital menyediakan pencarian, zoom, simbol, dan petunjuk arah sehingga lokasi dapat ditemukan lebih cepat; contohnya mengetik nama sekolah lalu mengikuti rute yang ditampilkan.
Kesimpulan
Ringkasan inti materi: Peta adalah gambaran suatu wilayah yang membantu menemukan lokasi dan arah. Dengan membaca judul, legenda, simbol, arah mata angin, dan skala, kita dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal.
Refleksi Pembelajaran
Sebagian besar murid mampu mengenali komponen peta dan menemukan lokasi tempat tinggal. Murid yang masih kesulitan akan berlatih menggunakan peta sederhana lingkungan sekolah sebelum membaca peta provinsi.
Pelajaran 3 — Pendidikan Pancasila
Identitas
Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Hari / Tanggal : Senin / 5 oktober 2026
Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi : Menghargai Perbedaan Identitas Masyarakat
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan melaksanakan aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab, menghargai kesepakatan, serta bekerja sama sesuai nilai-nilai Pancasila.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid dapat mengidentifikasi perbedaan identitas di masyarakat.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
- Mindful: murid memperhatikan aturan yang berlaku dan dampaknya bagi diri sendiri serta orang lain.
- Meaningful: murid menghubungkan aturan dengan pengalaman nyata di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
- Joyful: murid membuat kartu aturan dan bermain peran sebagai warga yang bermusyawarah.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid mengidentifikasi perbedaan identitas seperti suku, agama, bahasa, budaya, dan kebiasaan di masyarakat serta menjelaskan pentingnya menghargainya.
- Murid menunjukkan sikap menghargai perbedaan melalui bahasa yang santun, kerja sama, dan tindakan yang tidak diskriminatif.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
Yā ayyuhallażīna āmanū aufū bil-‘uqūd.
“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.” (QS. Al-Mā’idah: 1)
Ayat ini berkaitan dengan aturan karena aturan merupakan kesepakatan yang harus dipenuhi. Keragaman identitas merupakan kekayaan bertanggung jawab dan menghargai orang lain.
2. Pengajaran Materi
Identitas masyarakat adalah ciri atau tanda yang melekat pada seseorang atau kelompok, misalnya suku, agama, bahasa, asal daerah, budaya, kesukaan, dan kebiasaan. Perbedaan identitas merupakan kekayaan masyarakat Indonesia.
Menghargai perbedaan berarti menerima orang lain dengan sopan, tidak mengejek, tidak memaksakan kehendak, mau bekerja sama, dan memberikan kesempatan yang adil kepada semua orang.
Contoh sikap menghargai perbedaan
- Mendengarkan teman yang berbeda pendapat atau latar belakang.
- Menggunakan bahasa yang santun dan tidak memberi julukan yang merendahkan.
- Mempelajari budaya daerah lain dengan rasa ingin tahu.
- Bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman.
Ciri aturan yang baik
- Jelas dan mudah dipahami.
- Adil bagi semua pihak.
- Dapat dilakukan sesuai keadaan.
- Dibuat atau disepakati bersama.
- Memiliki konsekuensi yang mendidik.
| Lingkungan | Contoh Aturan | Manfaat |
|---|---|---|
| Rumah | Merapikan barang setelah digunakan. | Rumah tertib dan melatih tanggung jawab. |
| Sekolah | Datang tepat waktu dan menjaga kebersihan. | Belajar lebih nyaman. |
| Tempat tinggal | Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga ketenangan. | Lingkungan aman, bersih, dan nyaman. |
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Ketika teman menggunakan bahasa daerah yang berbeda, kita dapat meminta arti dengan sopan. Ketika ada perbedaan agama, kita tetap menghormati ibadah masing-masing. Saat memilih permainan, semua anak diberi kesempatan yang adil.
Cara membuat aturan bersama
- Menemukan masalah yang perlu diatur.
- Mengumpulkan pendapat melalui musyawarah.
- Memilih aturan yang adil dan dapat dilakukan.
- Menuliskan aturan dengan kalimat jelas.
- Menyepakati cara melaksanakan dan konsekuensinya.
Jawaban contoh: Anak-anak bermain di lapangan atau tempat aman, bukan di jalan raya, agar terhindar dari kecelakaan.
Jawaban contoh: Warga membuang sampah pada tempatnya; manfaatnya gang menjadi bersih, sehat, dan nyaman.
Video Pembelajaran
Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda
A. saling mendengarkan dan membagi tugas dengan adil
B. memilih teman hanya dari suku yang sama
C. anak-anak bekerja setiap hari
D. aturan dibuat tanpa berdiskusi
A. memberi kesempatan beribadah dan tidak mengganggu
B. memaksa teman mengikuti ibadah kita
C. anak-anak tidak boleh bermain selamanya
D. menghindari semua teman
A. kita mendengarkan dan bertanya dengan sopan
B. kita mengejek karena berbeda
C. kita meninggalkan kegiatan
D. kita memotong pembicaraan
A. menghargai penjelasannya
B. mengatakan budaya itu aneh
C. mengabaikan dengan sengaja
D. menolak semua perbedaan
A. hanya mau berteman dengan yang sama
B. bekerja sama dalam kelompok tanpa membeda-bedakan
C. memilih ketua berdasarkan suku
D. mengejek bahasa daerah
B. Isian
C. Esai
Klik untuk membuka kunci jawaban Pendidikan Pancasila
Pilihan ganda: 1. B, 2. B, 3. B, 4. A, 5. B.
Isian: 6. aturan, 7. musyawarah, 8. tanggung jawab/disiplin.
Esai: 9. Contoh: tidak menyalakan suara keras pada jam istirahat dan tidak bermain dengan suara bising pada malam hari; manfaatnya warga dapat beristirahat dengan nyaman. 10. Agar tidak merugikan pihak tertentu, semua orang merasa dihargai, dan bersedia melaksanakan aturan dengan tanggung jawab.
Kesimpulan
Ringkasan inti materi: Perbedaan identitas adalah kekayaan masyarakat. Dengan saling menghargai, kita dapat hidup rukun, bekerja sama, dan menjaga persatuan.
Refleksi Pembelajaran
Sebagian besar murid mampu mengenali perbedaan identitas dan menunjukkan sikap menghargainya. Murid yang masih kesulitan akan dibimbing melalui contoh aturan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan kegiatan bermain peran.
Pelajaran 4 — Matematika
Identitas
Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Hari / Tanggal : Selasa / 5 oktober 2026
Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi : Pecahan Senilai
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan pembilang satu serta pecahan berpenyebut sama. Peserta didik mampu menggunakan representasi konkret, gambar, garis bilangan, dan simbol untuk menjelaskan hubungan antarpecahan dalam masalah sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Melakukan perbandingan dan pengurutan pecahan dengan pembilang satu dan antarpecahan dengan penyebut yang sama.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
- Mindful: murid mengamati bagian-bagian utuh dan pecahan secara teliti.
- Meaningful: murid menghubungkan pecahan dengan pembagian makanan, ukuran, dan bagian benda dalam kehidupan sehari-hari.
- Joyful: murid bermain kartu pecahan dan menyusun pecahan pada garis bilangan secara berkelompok.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid membandingkan pecahan berpembilang satu menggunakan gambar atau garis bilangan.
- Murid membandingkan dan mengurutkan pecahan berpenyebut sama menggunakan tanda <, >, atau =.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
Wa iżā kālūhum au wazanūhum yukhsirūn.
“Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al-Muṭaffifīn: 3)
Ayat ini mengajarkan kejujuran dan ketepatan dalam membagi atau menakar. Saat belajar pecahan, kita harus membandingkan bagian dengan teliti dan tidak mengurangi hak orang lain.
2. Pengajaran Materi
A. Mengenal pecahan
Pecahan menyatakan bagian dari keseluruhan. Pada pecahan a/b, angka di atas disebut pembilang, sedangkan angka di bawah disebut penyebut. Penyebut menunjukkan banyak bagian yang sama, dan pembilang menunjukkan banyak bagian yang diambil.
B. Membandingkan pecahan dengan pembilang satu
Jika pembilang sama-sama 1, pecahan dengan penyebut lebih kecil memiliki nilai lebih besar. Contoh: 1/2 > 1/4, karena satu benda yang dibagi menjadi dua menghasilkan bagian lebih besar daripada benda yang dibagi menjadi empat.
C. Membandingkan pecahan dengan penyebut sama
Jika penyebut sama, bandingkan pembilangnya. Pembilang lebih besar berarti nilai pecahan lebih besar. Contoh: 3/8 > 2/8.
D. Mengurutkan pecahan
Untuk mengurutkan pecahan, bandingkan nilainya lalu susun dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya.
Jawaban: 1/5, 1/3, 1/2.
Jawaban: 7/9, 5/9, 2/9.
Tambahan: Pecahan Senilai
Pecahan senilai adalah pecahan yang memiliki nilai sama walaupun pembilang dan penyebutnya berbeda. Pecahan senilai dapat diperoleh dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama.
Video Pembelajaran
Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda
A. 1/5 B. 1/2 C. keduanya sama D. tidak dapat dibandingkan
A. 1/8 B. 1/6 C. 1/4 D. 1/10
A. 5/7, 3/7, 2/7 B. 2/7, 3/7, 5/7 C. 3/7, 2/7, 5/7 D. 2/7, 5/7, 3/7
A. Rani membaca lebih banyak B. Dito membaca lebih banyak C. sama banyak D. tidak bisa dibandingkan
A. bagian 1/3 B. bagian 1/6 C. bagian 1/4 D. semua sama
B. Isian
C. Esai
Klik untuk membuka kunci jawaban Matematika
Pilihan ganda: 1. B, 2. C, 3. B, 4. B, 5. B.
Isian: 6. <, 7. 7/8, 5/8, 3/8, 8. penyebut.
Esai: 9. 1/3 lebih besar karena satu benda yang dibagi menjadi tiga menghasilkan bagian lebih besar daripada jika dibagi menjadi enam. 10. Rafi makan lebih banyak, karena 5/8 lebih besar daripada 3/8.
Kesimpulan
Ringkasan inti materi: Pecahan membandingkan bagian dengan keseluruhan. Untuk pembilang satu, penyebut lebih kecil berarti pecahan lebih besar. Untuk penyebut sama, pembilang lebih besar berarti pecahan lebih besar.
Refleksi Pembelajaran
Sebagian besar murid mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan. Murid yang masih kesulitan akan menggunakan potongan kertas, gambar, dan garis bilangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar