Selasa, 29 September 2026

Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra rabu 30 September 2026

 

Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra

SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
Rabu, 30 September 2026

Belajar dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful

Pelajaran 1 — Bahasa Indonesia

Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal : Rabu / 30 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi : Poster


Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, tulis, visual, dan audiovisual serta menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan runtut, santun, dan sesuai konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata dan kaidah kebahasaan untuk menghasilkan teks sederhana yang bermakna.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif untuk menyusun kesepakatan bersama dan menuangkannya dalam bentuk poster.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mendengarkan pendapat teman dengan penuh perhatian dan menyadari pentingnya kesepakatan.
  • Meaningful: murid menghubungkan poster dengan aturan atau pesan yang dibutuhkan di rumah dan sekolah.
  • Joyful: murid membuat poster secara berkelompok menggunakan kata-kata singkat, gambar, dan warna yang menarik.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi masalah atau kebutuhan bersama dan merumuskan kesepakatan sederhana.
  2. Murid menyusun poster yang memuat pesan, kalimat ajakan, dan gambar pendukung secara jelas serta mempresentasikannya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Mā’idah: 2)

Ayat ini berkaitan dengan kegiatan berdiskusi dan membuat poster karena poster dapat menjadi media untuk menyampaikan ajakan kebaikan yang disusun melalui kerja sama.

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian poster

Poster adalah media yang memadukan tulisan, gambar, dan warna untuk menyampaikan informasi, ajakan, atau larangan kepada banyak orang. Poster biasanya dibuat singkat, jelas, menarik, dan mudah dibaca.

B. Ciri-ciri poster yang baik

  • Memiliki judul atau pesan utama yang jelas.
  • Menggunakan kalimat singkat, padat, dan mudah dipahami.
  • Memiliki kalimat ajakan, misalnya “Ayo”, “Mari”, atau “Jangan”.
  • Menggunakan gambar dan warna yang sesuai dengan pesan.
  • Huruf cukup besar dan tata letaknya rapi.

C. Berdiskusi untuk membuat kesepakatan

  1. Menentukan masalah yang ingin diselesaikan.
  2. Mendengarkan pendapat setiap anggota.
  3. Memilih gagasan yang paling bermanfaat dan dapat dilakukan.
  4. Merumuskan kesepakatan dengan kalimat singkat.
  5. Membagi tugas: penulis, ilustrator, pewarna, dan penyaji.
Bagian PosterContoh
JudulJaga Kebersihan Kelas
AjakanAyo buang sampah pada tempatnya!
GambarTempat sampah dan lingkungan bersih.
WarnaHijau dan biru untuk kesan bersih dan segar.
Contoh 1: Kelas sering berisik saat guru menjelaskan. Kesepakatan apa yang dapat dituangkan ke dalam poster?
Jawaban contoh: “Mari Dengarkan Guru Saat Menjelaskan” dengan gambar murid memperhatikan guru.
Contoh 2: Kelompokmu ingin membuat poster tentang hemat air. Kalimat ajakan yang tepat adalah …
Jawaban contoh: “Ayo Hemat Air! Tutup Keran Setelah Digunakan.”

Video Pembelajaran

Membuat Poster dan Kalimat Persuasif — Bahasa Indonesia Kelas 4

Jika tautan video tidak dapat dibuka, guru dapat menggantinya dengan video poster kelas 4 yang tersedia di kanal pembelajaran sekolah.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kelas 4 sering menemukan sampah kertas di lantai. Kalimat poster yang paling efektif adalah …
A. Sampah itu buruk sekali dan sangat mengganggu semua orang
B. Ayo Buang Sampah pada Tempatnya!
C. Sampah, sampah, sampah
D. Jangan membaca poster ini
2. Saat berdiskusi, dua anggota memiliki pendapat berbeda. Sikap terbaik adalah …
A. memaksakan pendapat sendiri
B. tidak mau berbicara lagi
C. mendengarkan alasan keduanya lalu mencari kesepakatan
D. memilih pendapat teman yang paling keras
3. Poster tentang keselamatan bermain di jalan sebaiknya menggunakan …
A. gambar anak bermain di jalan tanpa pesan
B. kalimat singkat dan gambar tempat bermain yang aman
C. tulisan sangat kecil
D. warna yang sama dengan latar
4. Kelompok membuat poster “Hemat Listrik”. Gambar yang paling mendukung pesan adalah …
A. lampu menyala di ruangan kosong
B. tangan mematikan sakelar setelah digunakan
C. keran air terbuka
D. anak membuang sampah
5. Agar semua anggota merasa bertanggung jawab terhadap poster, kelompok sebaiknya …
A. membagi tugas sesuai kemampuan dan menyepakati pesan bersama
B. menyerahkan semua pekerjaan kepada satu orang
C. memilih gambar tanpa berdiskusi
D. menyalin poster kelompok lain

B. Isian

6. Poster memadukan tulisan, gambar, dan …
7. Kegiatan bertukar pendapat untuk mencapai kesepakatan disebut …
8. Kata “Ayo” dan “Mari” merupakan contoh kata …

C. Esai

9. Buatlah rancangan isi poster tentang menjaga kebersihan kelas. Tuliskan judul, kalimat ajakan, dan gambar yang akan digunakan.
10. Jelaskan cara kelompokmu mengambil keputusan apabila ada dua usulan poster yang sama-sama bagus.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Poster adalah media visual untuk menyampaikan informasi atau ajakan. Poster yang baik memiliki pesan singkat, gambar yang sesuai, warna menarik, dan tulisan mudah dibaca. Diskusi membantu kelompok menyusun kesepakatan sebelum membuat poster.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 2 — Seni Rupa

Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran : Seni Rupa

Hari / Tanggal : Rabu / 30 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi : Ragam Hias


Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur rupa serta menciptakan karya dua dimensi dengan bahan dan teknik yang sesuai. Peserta didik mampu menjelaskan proses berkarya dan menghargai karya seni Nusantara.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Mengenal ragam hias dekoratif budaya Nusantara.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati pola, bentuk, warna, dan pengulangan pada ragam hias.
  • Meaningful: murid menghubungkan ragam hias dengan budaya dan identitas daerah di Nusantara.
  • Joyful: murid mengeksplorasi pola ragam hias melalui kegiatan menggambar dan mewarnai.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi pengertian, ciri, dan jenis ragam hias dekoratif budaya Nusantara.
  2. Murid membuat pola ragam hias sederhana dengan pengulangan bentuk, warna, dan komposisi yang rapi.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Yā banī Ādama khudzū zīnatakum ‘inda kulli masjid.

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap memasuki masjid.” (QS. Al-A‘rāf: 31)

Ayat ini mengajarkan pentingnya keindahan dan kerapian. Ragam hias merupakan cara manusia menghias benda dengan pola yang indah sekaligus menghargai budaya.

2. Pengajaran Materi

Ragam hias adalah pola atau hiasan yang dibuat dengan mengulang bentuk tertentu untuk memperindah benda atau karya. Ragam hias Nusantara terinspirasi dari alam, tumbuhan, hewan, manusia, dan bentuk geometris.

JenisSumber BentukContoh
FloraTumbuhanDaun, bunga, sulur
FaunaHewanBurung, ikan, kupu-kupu
FiguratifManusiaTokoh atau penari
GeometrisBentuk teraturSegitiga, lingkaran, garis

Langkah membuat ragam hias

  1. Memilih sumber ide, misalnya daun atau burung.
  2. Mengamati dan menyederhanakan bentuk.
  3. Membuat pola dasar.
  4. Mengulang pola dengan jarak dan ukuran yang teratur.
  5. Memberi warna sesuai tema dan merapikan karya.
Contoh 1: Pola daun yang diulang di sepanjang tepi kain termasuk ragam hias …
Jawaban: flora.
Contoh 2: Mengapa pola perlu diulang secara teratur?
Jawaban: Agar tercipta kesatuan, irama, dan komposisi yang rapi.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Motif daun yang diulang pada kain termasuk ragam hias …
A. flora   B. fauna   C. figuratif   D. geometris
2. Agar ragam hias terlihat rapi, pengulangan pola harus …
A. tidak beraturan   B. teratur dan seimbang   C. semakin kecil tanpa alasan   D. hanya di satu sudut
3. Seorang murid ingin menggambarkan kekayaan laut Indonesia. Motif yang paling sesuai adalah …
A. ikan dan karang   B. rumah   C. sepatu   D. angka
4. Bentuk segitiga, lingkaran, dan garis yang diulang termasuk ragam hias …
A. geometris   B. fauna   C. flora   D. figuratif
5. Sikap yang tepat saat melihat ragam hias daerah lain adalah …
A. menghargai dan mempelajari maknanya   B. mengejek   C. menghapusnya   D. menganggap semua sama

B. Isian

6. Ragam hias yang bersumber dari tumbuhan disebut ragam hias …
7. Pengulangan bentuk pada ragam hias dapat menciptakan … visual.
8. Langkah pertama membuat ragam hias adalah menentukan … ide.

C. Esai

9. Jelaskan perbedaan ragam hias flora dan fauna serta berikan masing-masing satu contoh.
10. Rancanglah pola ragam hias untuk menghias sampul buku. Jelaskan sumber ide, pengulangan pola, dan pilihan warnanya.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Ragam hias adalah pola dekoratif yang dibuat dengan mengulang bentuk. Ragam hias Nusantara dapat bersumber dari flora, fauna, figuratif, dan geometris serta menjadi bagian dari kekayaan budaya.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 3 — Pendidikan Pancasila

Identitas

Nama Guru : Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal : Rabu / 30 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi : Menghargai Perbedaan Identitas Masyarakat


Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan melaksanakan aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab, menghargai kesepakatan, serta bekerja sama sesuai nilai-nilai Pancasila.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat mengidentifikasi perbedaan identitas di masyarakat.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid memperhatikan aturan yang berlaku dan dampaknya bagi diri sendiri serta orang lain.
  • Meaningful: murid menghubungkan aturan dengan pengalaman nyata di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
  • Joyful: murid membuat kartu aturan dan bermain peran sebagai warga yang bermusyawarah.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi perbedaan identitas seperti suku, agama, bahasa, budaya, dan kebiasaan di masyarakat serta menjelaskan pentingnya menghargainya.
  2. Murid menunjukkan sikap menghargai perbedaan melalui bahasa yang santun, kerja sama, dan tindakan yang tidak diskriminatif.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Yā ayyuhallażīna āmanū aufū bil-‘uqūd.

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.” (QS. Al-Mā’idah: 1)

Ayat ini berkaitan dengan aturan karena aturan merupakan kesepakatan yang harus dipenuhi. Keragaman identitas merupakan kekayaan bertanggung jawab dan menghargai orang lain.

2. Pengajaran Materi

Identitas masyarakat adalah ciri atau tanda yang melekat pada seseorang atau kelompok, misalnya suku, agama, bahasa, asal daerah, budaya, kesukaan, dan kebiasaan. Perbedaan identitas merupakan kekayaan masyarakat Indonesia.

Menghargai perbedaan berarti menerima orang lain dengan sopan, tidak mengejek, tidak memaksakan kehendak, mau bekerja sama, dan memberikan kesempatan yang adil kepada semua orang.

Contoh sikap menghargai perbedaan

  • Mendengarkan teman yang berbeda pendapat atau latar belakang.
  • Menggunakan bahasa yang santun dan tidak memberi julukan yang merendahkan.
  • Mempelajari budaya daerah lain dengan rasa ingin tahu.
  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman.

Ciri aturan yang baik

  • Jelas dan mudah dipahami.
  • Adil bagi semua pihak.
  • Dapat dilakukan sesuai keadaan.
  • Dibuat atau disepakati bersama.
  • Memiliki konsekuensi yang mendidik.
LingkunganContoh AturanManfaat
RumahMerapikan barang setelah digunakan.Rumah tertib dan melatih tanggung jawab.
SekolahDatang tepat waktu dan menjaga kebersihan.Belajar lebih nyaman.
Tempat tinggalMembuang sampah pada tempatnya dan menjaga ketenangan.Lingkungan aman, bersih, dan nyaman.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Ketika teman menggunakan bahasa daerah yang berbeda, kita dapat meminta arti dengan sopan. Ketika ada perbedaan agama, kita tetap menghormati ibadah masing-masing. Saat memilih permainan, semua anak diberi kesempatan yang adil.

Cara membuat aturan bersama

  1. Menemukan masalah yang perlu diatur.
  2. Mengumpulkan pendapat melalui musyawarah.
  3. Memilih aturan yang adil dan dapat dilakukan.
  4. Menuliskan aturan dengan kalimat jelas.
  5. Menyepakati cara melaksanakan dan konsekuensinya.
Contoh 1: Anak-anak sering bermain bola di jalan raya. Aturan apa yang dapat dibuat?
Jawaban contoh: Anak-anak bermain di lapangan atau tempat aman, bukan di jalan raya, agar terhindar dari kecelakaan.
Contoh 2: Warga ingin menjaga kebersihan gang. Tuliskan satu aturan dan manfaatnya.
Jawaban contoh: Warga membuang sampah pada tempatnya; manfaatnya gang menjadi bersih, sehat, dan nyaman.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Dalam kelompok yang anggotanya berbeda suku dan kebiasaan, sikap terbaik adalah …
A. saling mendengarkan dan membagi tugas dengan adil
B. memilih teman hanya dari suku yang sama
C. anak-anak bekerja setiap hari
D. aturan dibuat tanpa berdiskusi
2. Menghargai teman yang berbeda agama berarti …
A. memberi kesempatan beribadah dan tidak mengganggu
B. memaksa teman mengikuti ibadah kita
C. anak-anak tidak boleh bermain selamanya
D. menghindari semua teman
3. Jika teman memperkenalkan budaya daerahnya, sebaiknya …
A. kita mendengarkan dan bertanya dengan sopan
B. kita mengejek karena berbeda
C. kita meninggalkan kegiatan
D. kita memotong pembicaraan
4. Seorang anak melihat temannya membuang sampah sembarangan. Sikap yang tepat adalah …
A. menghargai penjelasannya
B. mengatakan budaya itu aneh
C. mengabaikan dengan sengaja
D. menolak semua perbedaan
5. Tindakan yang menunjukkan persatuan dalam perbedaan adalah …
A. hanya mau berteman dengan yang sama
B. bekerja sama dalam kelompok tanpa membeda-bedakan
C. memilih ketua berdasarkan suku
D. mengejek bahasa daerah

B. Isian

6. Ciri atau tanda yang melekat pada seseorang disebut …
7. Sikap menerima dan menghormati perbedaan disebut …
8. Keragaman identitas merupakan kekayaan …

C. Esai

9. Tuliskan dua contoh perbedaan identitas di masyarakat dan jelaskan sikap yang tepat untuk menghargainya.
10. Mengapa perbedaan identitas perlu dihargai? Jelaskan dengan contoh di sekolah atau lingkungan tempat tinggal.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Perbedaan identitas adalah kekayaan masyarakat. Dengan saling menghargai, kita dapat hidup rukun, bekerja sama, dan menjaga persatuan.

Refleksi Pembelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi ajar kelas 4 Fatimah Az-Zahra rabu 30 September 2026

  Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra SD Al Azhar 1 Bandar Lampung Rabu, 30 September 2026 Belajar dengan pendekatan Mindful, Meaningful, d...