Materi Ajar : Rabu, 17 September 2025
Hari/Tanggal : Rabu, 17 September 2025
Kelas : IV Fatimah Az Zahra
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah…
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan ujian hari ini! Jangan lupa tingkatkan iman dan takwa dengan selalu rajin melaksanakan solat 5 waktu, murojaah, sholat sunah Dhuha.
- Peserta didik dapat menjelaskan ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari
- Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh-contoh transformasi energi dalam kehidupan sehari hari
Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup; wujud zat dan perubahannya serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari; bentuk dan sumber energi serta perubahannya, gejala kelistrikan dan kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari; gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; pergantian hari, cuaca, dan musim di lingkungan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya
Atau klik disini untuk melihat video pembelajaran : https://youtu.be/epR7fu-wKRQ?feature=shared
Pengertian Gaya
- Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan
perubahan pada benda, seperti perubahan bentuk, arah, atau kecepatan.
- Gaya dapat berupa tarikan atau dorongan yang dilakukan
oleh manusia, hewan, atau benda lainnya.
Jenis-Jenis Gaya
- Gaya gravitasi: gaya tarik bumi yang menyebabkan benda
jatuh ke tanah.
- Gaya gesek: gaya yang timbul ketika dua permukaan benda
bersentuhan dan saling menghambat gerakan.
- Gaya magnet: gaya tarik atau tolak yang timbul antara
magnet dan benda magnetik lainnya.
Contoh Gaya dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Gaya gravitasi: buah yang jatuh dari pohon ke tanah.
- Gaya gesek: rem sepeda yang digunakan untuk menghentikan
laju sepeda.
- Gaya magnet: magnet yang digunakan untuk menempelkan
benda-benda kecil seperti jarum atau paku.
Pengaruh Gaya terhadap Benda
- Gaya dapat menyebabkan perubahan bentuk benda, seperti
ketika tanah liat dibentuk menjadi berbagai bentuk.
- Gaya dapat menyebabkan perubahan arah benda, seperti
ketika bola sepak ditendang ke arah gawang.
- Gaya dapat menyebabkan perubahan kecepatan benda, seperti
ketika mobil dipercepat atau diperlambat.
Aplikasi Gaya dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Gaya digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari,
seperti berjalan, berlari, mengangkat benda, dan lain-lain.
- Gaya juga digunakan dalam berbagai teknologi, seperti rem
mobil, mesin, dan lain-lain.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu memahami operasi
perkalian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan
simbol
Capaian pembelajaran : Peserta didik menunjukkan pemahaman
dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka
dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,
menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan
tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang
menggunakan ribuan sebagai satuan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan
dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian
dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar
dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan
kelipatan dan faktor. Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan
antar-pecahan dengan pembilang satu dan antar-pecahan dengan penyebut yang
sama. Mereka dapat mengenali pecahan senilai menggunakan gambar dan simbol
matematika.
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan desimal. Mereka dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan, serta menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan konsep persen.
MATERI AJAR MATEMATIKA
Pengertian Perkalian
- Perkalian adalah operasi matematika yang digunakan untuk
menghitung hasil dari penjumlahan berulang.
- Perkalian dapat diartikan sebagai "penjumlahan
berulang" atau "penambahan sebanyak".
Contoh Perkalian Bilangan Cacah sampai 100
- 3 × 4 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12
- 5 × 6 = 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 = 30
Sifat-Sifat Perkalian
- Sifat komutatif: a × b = b × a (contoh: 3 × 4 = 4 × 3)
- Sifat asosiatif: (a × b) × c = a × (b × c) (contoh: (2 ×
3) × 4 = 2 × (3 × 4))
Tabel Perkalian
- Membuat tabel perkalian untuk bilangan cacah sampai 100
dapat membantu siswa memahami konsep perkalian dengan lebih baik.
Aplikasi Perkalian dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Menghitung luas persegi panjang: panjang × lebar
- Menghitung jumlah benda dalam kelompok: jumlah benda ×
jumlah kelompok
Kegiatan Pembelajaran
1. Pengenalan konsep perkalian dan contohnya.
2. Membuat tabel perkalian untuk bilangan cacah sampai 100.
3. Latihan menghitung perkalian bilangan cacah sampai 100.
4. Aplikasi perkalian dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami materi ini, siswa dapat meningkatkan
kemampuan mereka dalam menghitung perkalian bilangan cacah sampai 100 dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bahasa Indonesia
Pengertian Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua atau
lebih klausa yang dihubungkan dengan konjungsi.
Jenis-Jenis Kalimat Majemuk
1. Kalimat Majemuk Setara: Kalimat yang terdiri dari dua
klausa yang setara dan dihubungkan dengan konjungsi seperti "dan",
"atau", "tetapi".
Contoh: Saya makan nasi goreng dan minum es teh.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat: Kalimat yang terdiri dari
klausa utama dan klausa anak kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi seperti
"karena", "sehingga", "agar".
Contoh: Saya tidak bisa datang karena sakit.
Contoh Kalimat Majemuk
1. Saya suka membaca buku dan menulis cerita.
2. Dia tidak bisa berenang karena tidak bisa berenang.
3. Kami akan pergi ke pantai jika cuaca cerah.
Tips Mengidentifikasi Kalimat Majemuk
1. Cari konjungsi seperti "dan", "atau",
"tetapi", "karena", "sehingga".
2. Identifikasi klausa utama dan klausa anak kalimat.
3. Perhatikan struktur kalimat dan hubungan antar klausa.
Dengan memahami materi kalimat majemuk, siswa SD kelas 4
dapat meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia dan berkomunikasi dengan lebih
efektif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar