Nama
Guru
: Dessy Puji Astuti, S.Pd
Mata
Pelajaran : Matematika , IPAS ,
Pancasila dan matematika
Hari,
Tanggal :
Senin 20 juli 2026
Kelas
: 4 Fatimah Az-Zahra
Assalamu'alaikum
warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar
anak sholih sholihah…
Semoga
semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Mari
kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan
diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan ujian hari ini! Jangan
lupa tingkatkan iman dan takwa dengan selalu rajin melaksanakan solat 5 waktu,
murojaah, sholat sunah Dhuha.
1.
Matematika : Bilangan Cacah Besar
Tujuan
Pembelajaran
-
Peserta didik mampu membaca bilangan cacah sampai 10.000
-
Peserta didik mampu menulis bilangan cacah sampai 10.000
Pada pembelajaran matematika kelas
IV sekolah dasar kurikulum merdeka pada Bab I Bilangan Cacah Besar terdapat
kegiatan Membaca Bilangan Cacah Besar. Tujuan pembelajaran kali ini adalah
mengetahui cara menyatakan bilangan dengan nilai ratusan juta berdasarkan
komposisi bilangan.
Bilangan cacah adalah himpunan
bilangan bulat yang tidak negatif atau himpunan bilangan asli ditambah 0.
Contoh bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. 9. 10 dan seterusnya.
Sedangkan nama bilangan atau nominal yang sering digunakan untuk menyatakan
besaran atau harga adalah satuan, puluhan, ratusan, ribuan, jutaan, milyaran,
dan triliunan.
Cara
Membaca Bilangan Cacah Besar dengan Setiap Tiga Angka
Ada
banyak bilangan besar yang dapat kita temukan di sekitar kita yang ditandai
dengan tanda titik untuk memisahkan tiga angkanya. Tanda titik ini digunakan
karena kita kesulitan ketika membaca bilangan cacah besar tersebut. Sehingga
bilangan tersebut diberi tanda titik setiap tiga angka.
Dalam
Sistem Bilangan, kita menyatakan bilangan besar dengan beberapa satuan nilai
tempat, yaitu dengan memasukkan satuan nilai tempat baru ribuan, jutaan,
milliaran, dan trilliunan pada setiap 3 digit angka, untuk menyadari hal ini,
tabel notasi nilai tempat sangatlah efektif. Saat menggunakan tabel notasi
nilai tempat, diharapkan guru membuat siswa sadar bahwa di samping satuan nilai
tempat baru akan muncul setiap tiga digit
Cara
Membaca Bilangan Cacah Besar.
- Jika kalian menggunakan nilai
tempat 10 ribuan, 100 jutaan, dan 1 triliunan dengan baik, maka kalian
akan mudah untuk membacanya.
- Pisahkan bilangan pada setiap
tiga digit, lalu berilah tanda pada seribu, 1 juta, 1 milliar, dan 1
trilliun.
Ketika kita membaca suatu
bilangan yang besar, satuan, puluhan, dan ratusan dipertimbangkan sebagai satu
kesatuan. Pisahkan bilangan tersebut per 3 angka menggunakan “satu, sepuluh,
dan seratus”. Setiap kumpulan 3 angka dibaca sebagai “satuan, ribuan, jutaan,
miliaran, dan triliunan” dari kanan .
1. Ayo,
baca jumlah penduduk Indonesia 257.913.000 orang.
|
Jutaan |
Ribuan |
Satuan |
||||||
|
ratus
jutaan |
puluh
jutaan |
jutaan |
ratus
ribuan |
puluh
ribuan |
ribuan |
ratusan |
puluhan |
satuan |
|
2 |
5 |
7 |
9 |
1 |
3 |
0 |
0 |
0 |
a. Berada
di nilai tempat manakah angka 5?
Angka 5
berada pada nilai tempat puluh jutaan
b. Berada
di nilai tempat manakah angka 2?
Angka 2
berada pada nilai tempat ratus jutaan.
Bilangan
yang terdiri dari 10 kumpulan 10 juta ditulis 100.000.000, dan dibaca seratus
juta. Seratus juta adalah suatu bilangan dengan 10.000 kumpulan 10 ribu.
c. Bacalah
jumlah penduduk Indonesia
Bilangan
di atas dibaca “dua ratus lima puluh tujuh juta sembilan ratus tiga belas ribu”
2.
Tuliskan jumlah penduduk Amerika Serikat, Tiongkok, dan dunia.
6.593.000.000
dapat ditulis sebagai 6 miliar 593 juta.
3.
Tulislah bilangan-bilangan berikut ini
a.
Bilangan yang menyatakan jumlah 10 kumpulan 100 juta adalah 1 miliar, ditulis
...
1.000.000.000
b.
Bilangan yang menyatakan jumlah 10 kumpulan 1 miliar adalah 10 miliar, ditulis
...
10.000.000.000
c.
Bilangan yang menyatakan jumlah 10 kumpulan 10 miliar adalah 100 miliar,
ditulis ...
100.000.000.000
4.
Bilangan berikut ini menyatakan jarak tempuh cahaya dalam waktu 1 tahun.
9.460.000.000.000
km
a. Berada
di nilai tempat manakah angka 4?
Ratus
miliaran
b. Berada
di nilai tempat manakah angka 9?
Triliunan
c. Bacalah
bilangan di atas yang menunjukkan jarak tempuh cahaya dalam waktu satu tahun.
Sembilan
triliun empat ratus enam puluh miliar (kilometer)
10
kumpulan 100 miliar ditulis 1.000.000.000.000, dan disebut satu
triliun.Bilangan tersebut juga ditulis 1 triliun. Satu triliun merupakan
bilangan dengan 10.000 kumpulan seratus juta.
5.
Bilangan berikut ini adalah jarak antara bintang utara dan bumi.
4.068.000.000.000.000
km
Empat
kuadriliun enam puluh delapan triliun (kilometer)
6. Bacalah
bilangan berikut ini.
a.
31.300.000.000 kg
(Banyak
produksi telur ayam petelur di Indonesia tahun 2007)
Tiga
puluh satu miliar tiga ratus juta (kilogram)
b.
212.000.000.000.000 liter
(Banyaknya
bahan bakar minyak di bumi pada tahun 2007)
Dua
ratus dua belas triliun (liter)
Latihan
Bacalah
bilangan-bilangan berikut ini.
1.
5.920.053.300 kg (Banyaknya beras yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2018)
Lima
miliar sembilan ratus dua puluh juta lima puluh tiga ribu tiga ratus (kilogram)
2.
1.509.528.000 kg (Produksi perikanan budidaya di Indonesia pada tahun
2007)
Satu
miliar lima ratus sembilan juta lima ratus dua puluh delapan ribu (kilogram)
2.
Pancasila
: Lingkungan Sekitar
Materi
pembelajaran : identitas masyarakat di
lingkungan tempat tinggalku
Tujuan
Pembelajaran
- Peserta
didik mampu mengidentifikasi, membedakan, dan menghargai identitas masyrakat
sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama, dan kepercayaannya.
-
Peserta didik mampu mengenal dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal
(desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
materi
pembelajaran identitas masyarakat di lingkungan tempat tinggalku
Capaian
Pembelajaran :
-
Mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal RT, RW, desa atau keluarahan, dan
kecamatan) sebagai bagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
-
Menunjukkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa,
sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan di
lingkungan tempat tinggal dan sekolah.
3. IPAS
: Mengubah Bentuk Energi
Tujuan
Pembelajaran
- Peserta
didik mampu menyelidiki apa saja perubahan bentuk energi yang ada di sekitar
lingkungan.
-
Peserta didik mampu mencari tahu kebermanfaatan perubahan energi yang ada di
lingkungan
IPAS
Energi
merupakan hal yang bersifat kekal, tidak dapat diciptakan maupun dihilangkan
oleh manusia. Meski demikian energi tetap dapat dimanfaatkan oleh manusia
dengan cara mengubah bentuk energi yang ada menjadi bentuk yang lain.
Proses
pengubahan energi ini disebut sebagai transformasi energi. Hasil dari
transformasi energi ini kemudian dimanfaatkan oleh manusia dalam menjalankan
berbagai aktivitas.
Energi
memiliki bentuk yang bermacam-macam yakni energi gerak, energi cahaya, energi
kimia, energi panas, energi bunyi hingga energi listrik
terdapat 3
topik yang dipelajari dalam bab transformasi energi, yakni:
- Transformasi Energi di Sekitar
Kita
- Energi yang Tersimpan
- Energi yang Bergerak
Contoh
Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita
Sebagaimana
disebutkan, cara manusia menggunakan energi adalah dengan mengubah suatu energi
dasar menjadi bentuk lain yang bisa dimanfaatkan. Lantas apa saja contoh
perubahan bentuk energi yang terjadi di sekitar kita?
Tanpa
disadari, banyak perubahan energi yang terjadi di sekitar kita, dapat berbentuk
alat maupun kegiatan. Berikut adalah contoh transformasi energi yang dapat
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:
|
Nama Benda atau Kegiatan |
perubahan bentuk energi |
|
Lampu |
Perubahan energi listrik menjadi energi
cahaya |
|
Mobil |
Perubahan energi kimia (bensin) menjadi
energi gerak |
|
Setrika listrik |
Perubahan energi listrik menjadi energi
panas |
|
Alat musik seperti gitar, drum, kecrek |
Perubahan energi gerak menjadi energi
bunyi |
|
Blender, mixer |
Perubahan energi listrik menjadi energi
panas |
|
Televisi |
Perubahan energi listrik menjadi energi
bunyi dan energi cahaya |
|
Kipas angin |
Perubahan energi listrik menjadi energi
gerak |
|
Rice cooker |
Perubahan energi listrik menjadi energi
panas |
|
Dinamo sepeda |
Perubahan energi gerak menjadi energi
cahaya (lampu sepeda) |
|
Senter |
Perubahan energi kimia menjadi energi
cahaya |
Tabel
di atas merupakan contoh perubahan energi yang terjadi satu kali. Namun,
perubahan energi lebih dari satu kali mungkin saja terjadi. Misalnya, telepon
genggam yang menggunakan energi baterai dapat digunakan atau dimanfaatkan
berkali-kali. Di dalam baterai terdapat energi kimia.Saat digunakan, baterai
akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik dalam baterai tersebut
kemudian dapat mengubah menjadi bentuk lain berupa suara, cahaya, dan getar. Meskipun
dapat dimanfaatkan manusia, perubahan energi juga berpotensi memberikan dampak
negatif. Sebagai contoh, perubahan energi yang terjadi pada mobil saat
digunakan. Mobil dapat bergerak dikarenakan adanya pembakaran bahan bakar
bensin, yang sebelumnya telah dikonversi menjadi energi kimia. Namun, energi
kimia itu juga dapat membuahkan energi sampingan seperti kimia berupa asap dan
panas. Asap kendaraan dapat merugikan masyarakat dan lingkungan karena
mengandung polutan dengan zat berbahaya.
3.
Bahasa Indonesia
Tujuan
Pembelajaran :
- melalui
kegiatan menyimak cerita yang dibacakan, peserta didik dapat menemukan,
myimpulkan informasi, serta menyampaikan kembali kesimpulannya.
Capaian
Pembelajaran :
- Peserta
didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari
media audio, teks aural (teks dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan
yang berkaitan dengan hal hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik
mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan dari media audio.
Materi
: Unsur pembangun cerita
Unsur
pembangun cerita, baik itu cerpen (cerita pendek) maupun novel, terbagi menjadi
dua kategori utama: intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah
unsur-unsur yang membangun cerita dari dalam, sedangkan unsur ekstrinsik adalah
unsur-unsur yang berada di luar cerita namun tetap memengaruhi.
Unsur
Intrinsik:
- Tema: Ide pokok atau gagasan
utama yang menjadi dasar cerita.
- Tokoh dan Penokohan: Tokoh adalah pelaku
dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan
mengembangkan karakter tokoh.
- Alur (Plot): Rangkaian peristiwa
dalam cerita yang membentuk jalan cerita.
- Latar (Setting): Waktu, tempat, dan
suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
- Gaya Bahasa: Penggunaan bahasa yang
khas oleh pengarang untuk menyampaikan cerita.
- Sudut Pandang: Cara pengarang dalam
memposisikan dirinya atau sudut pandang yang digunakan dalam
bercerita.
- Amanat: Pesan moral atau
pelajaran yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.
Unsur
Ekstrinsik:
- Latar Belakang Masyarakat: Kehidupan sosial,
budaya, ekonomi, dan politik pada saat cerita dibuat.
- Latar Belakang Pengarang: Pengalaman, pandangan
hidup, dan nilai-nilai yang dianut oleh pengarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar