Rabu, 04 November 2026

Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra Kamis 5 November 2026

 

Pelajaran 1 · Bahasa Indonesia

Imbuhan Ber- · Pertemuan Ke-2

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal: Kamis / 5 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Imbuhan Ber-

Pertemuan Ke: 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, pada elemen Menulis, peserta didik mampu menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam serta menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif untuk menulis sesuai konteks. Materi imbuhan ber- mendukung capaian ini melalui penggunaan kata turunan secara tepat dalam kalimat dan paragraf sederhana.

Rumusan diselaraskan dengan CP Bahasa Indonesia Fase B dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ber- dalam kalimat dengan benar.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: bermain susun kata dan kartu kalimatMeaningful: memakai kata ber- dalam cerita tentang kegiatan sehari-hariJoyful: bertukar cerita dan belajar dengan suasana menyenangkan

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik menganalisis penggunaan imbuhan ber- dalam kalimat, menentukan kata dasar, dan menjelaskan makna kata berdasarkan konteks.
  2. Peserta didik menyunting bentuk yang keliru lalu menulis paragraf pendek dengan beberapa kata ber- yang tepat dan bervariasi.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝٤

Latin: Allażī ‘allama bil-qalam(i).

Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”

Keterkaitan: membaca dan menulis membantu kita belajar serta menyampaikan gagasan. Pemahaman imbuhan ber- membuat kalimat yang ditulis lebih tepat dan mudah dipahami.

2. Pengajaran Materi

Guru membagikan potongan kata dasar dan kartu kalimat. Dalam kelompok kecil, murid memasangkan kata dasar dengan ber-, lalu menguji apakah kata yang terbentuk cocok untuk melengkapi kalimat. Murid membandingkan jawaban dan memberi alasan berdasarkan makna kalimat, bukan hanya menghafal bentuk kata.

3. Materi: menggunakan imbuhan ber- secara tepat

Awalan ber- ditambahkan di depan kata dasar dan ditulis serangkai. Makna kata yang terbentuk ditentukan oleh kata dasar dan konteks kalimat. Awalan ini dapat membentuk kata yang menyatakan melakukan kegiatan, memakai sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah/kebersamaan.

Makna dalam konteksKata dasar → kata ber-Contoh penggunaan
Melakukan kegiatanmain → bermain
lari → berlari
Setelah belajar, anak-anak bermain di halaman.
Memakai/menggunakansepeda → bersepeda
payung → berpayung
Rina berpayung saat berjalan dalam hujan.
Memiliki/mempunyaidaun → berdaun
buah → berbuah
Pohon mangga itu berbuah lebat.
Berada dalam keadaangembira → bergembira
istirahat → beristirahat
Kami bergembira setelah menyelesaikan tugas.
Jumlah/kebersamaandua → berdua
tiga → bertiga
Mereka bekerja bertiga membersihkan pojok baca.

Ingat bentuk khusus: kata dasar kerja membentuk bekerja, bukan berkerja. Kata dasar ajar membentuk belajar, bukan berajar. Bentuk seperti ini perlu diingat; jangan mengubah semua kata ber- dengan aturan yang sama.

Langkah menyunting kata ber-: (1) baca kalimat lengkap; (2) cari kata yang diawali ber-; (3) tentukan kata dasarnya; (4) tanyakan makna yang dibutuhkan kalimat; (5) periksa bentuk baku dan tulis serangkai.

Contoh soal 1 — Pilih berdasarkan konteks: “Karena hujan, Lani ___ saat berjalan pulang.” Pilih kata yang tepat: berpayung atau berambut.
Pembahasan: Jawaban berpayung, sebab konteks hujan memerlukan alat untuk melindungi diri. Berpayung berarti memakai/menggunakan payung.
Contoh soal 2 — Sunting cerita: “Dodi berkerja di kebun. Ia dan kakaknya berdua menanam bibit.” Temukan bentuk yang perlu diperbaiki.
Pembahasan: Berkerja diperbaiki menjadi bekerja. Kata berdua sudah tepat karena menunjukkan dua orang melakukan kegiatan bersama.
Tantangan “Editor Cilik”: Buat satu paragraf 3–4 kalimat tentang kegiatan di sekolah. Gunakan minimal tiga kata ber- dengan makna berbeda. Tukarkan paragraf dengan teman untuk memeriksa kata dasar, makna, dan bentuk bakunya.

4. Video Pembelajaran

Bab 3 Awalan Ber- / Bahasa Indonesia / Lihat Sekitar / Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka — video pembelajaran awalan ber-; halaman YouTube berisi judul, keterangan kelas, dan durasi video.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Dalam kalimat “Fajar berpayung menuju halte karena hujan”, kata berpayung bermakna …

A. memiliki banyak payung   B. menggunakan payung   C. membuat payung   D. menjual payung

2. Kalimat yang memakai bentuk kata baku adalah …

A. Kakak berkerja di perpustakaan.   B. Kakak bekerja di perpustakaan.   C. Kakak ber kerja di perpustakaan.   D. Kakak berkerjaan di perpustakaan.

3. “Pohon jambu itu berbuah lebat pada musimnya.” Makna berbuah dalam kalimat tersebut adalah …

A. memakai buah   B. memiliki/menghasilkan buah   C. bermain dengan buah   D. menghitung buah

4. Kalimat “Kami bertiga membuat majalah dinding” menjelaskan tiga orang yang bekerja bersama. Pernyataan yang tepat adalah …

A. bertiga menyatakan jumlah/kebersamaan   B. bertiga menyatakan memakai alat   C. bertiga berarti memiliki tiga majalah   D. bertiga menyatakan keadaan sedih

5. Perhatikan kalimat: “Murid-murid ___ saat kelompoknya berhasil menyelesaikan teka-teki.” Kata yang paling tepat adalah …

A. berdaun   B. bersepatu   C. bergembira   D. berpayung

B. Isian Singkat.

6. Kata dasar dari beristirahat adalah ….

7. Bentuk baku dari kata dasar kerja yang mendapat imbuhan ber- adalah ….

8. Pada kalimat “Mereka berdua membaca buku yang sama”, kata berdua menyatakan makna ….

C. Esai. Tuliskan alasan dan contoh kalimat.

9. Sunting kalimat berikut dan jelaskan dua perbaikan yang kamu lakukan: “Siti berkerja berdua bersama adiknya untuk merapikan buku.”

10. Buat paragraf 3–4 kalimat tentang kegiatan bersama teman. Gunakan tiga kata ber- dengan makna berbeda. Garisbawahi kata-kata tersebut, tuliskan kata dasarnya, lalu jelaskan maknanya dalam paragrafmu.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. B; 2. B; 3. B; 4. A; 5. C.

Isian: 6. istirahat; 7. bekerja; 8. jumlah dua orang yang melakukan kegiatan bersama.

Esai: 9. Contoh perbaikan: “Siti bekerja bersama adiknya untuk merapikan buku.” Perbaikan pertama: berkerja menjadi bekerja. Perbaikan kedua: kata berdua dihilangkan karena frasa “bersama adiknya” sudah menunjukkan bahwa Siti melakukan kegiatan berdua. Kalimat lain yang tetap benar dan tidak mengulang makna dapat diterima. 10. Jawaban beragam. Nilai ketepatan kata ber-, kata dasar, makna, dan keterpaduan paragraf.

Jawaban esai dapat menggunakan susunan kalimat lain selama bentuk kata dan maknanya tepat.

Kesimpulan

Imbuhan ber- ditulis serangkai dengan kata dasar. Maknanya dikenali dari konteks, seperti melakukan kegiatan, menggunakan sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah/kebersamaan. Bentuk khusus seperti bekerja dan belajar perlu diingat. Membaca ulang kalimat membantu kita menyunting kata dengan tepat.

Refleksi Pembelajaran

Pelajaran 1 · Matematika

Sifat-sifat bilangan dan operasinya

Identitas

Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.

Mata Pelajaran: Matematika

Hari / Tanggal: Kamis 5 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra

Materi: Sifat-sifat bilangan dan operasinya

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

CP Matematika Fase B mencakup pemahaman bilangan, termasuk menggunakan sifat-sifat operasi; murid juga mampu menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Materi pertemuan ini berfokus pada bagian tersebut.

Rumusan diringkas dari CP nasional 2025 untuk Fase B (kelas III–IV); keputusan perubahan CP tahun 2026 hanya mengubah CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid menggunakan sifat penjumlahan dan hubungan penjumlahan-pengurangan untuk memeriksa serta menyederhanakan perhitungan bilangan cacah.
  2. Murid menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan atau pengurangan bilangan cacah sampai 100 dan menjelaskan strategi yang digunakan.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: belajar melalui permainan kartu angkaMeaningful: mengaitkan hitungan dengan belanja dan benda sehari-hariJoyful: mencoba strategi bersama dengan suasana gembira

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengenali sifat komutatif, asosiatif, dan identitas pada penjumlahan, serta memahami bahwa urutan pengurangan mengubah hasil.
  2. Murid menggunakan hubungan kebalikan antara penjumlahan dan pengurangan untuk menemukan nilai yang belum diketahui sampai 100 serta memeriksa jawabannya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Ar-Rahman ayat 9

وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ ۝٩

Latin: Wa aqīmū al-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirū al-mīzān.

Terjemahan: “Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.”

Keterkaitan: berhitung dengan teliti dan memeriksa hasil membantu kita bersikap adil, misalnya saat membagi benda atau menghitung barang.

2. Pengajaran Materi

Guru memulai dengan kartu angka. Murid berpasangan, memilih dua kartu, lalu mencoba menukar urutan atau mengelompokkan bilangan untuk melihat apakah hasilnya tetap sama. Setelah itu, murid membahas teka-teki angka yang memiliki kotak kosong.

3. Materi: sifat operasi dan bilangan yang belum diketahui

Bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. Pada penjumlahan terdapat beberapa sifat yang memudahkan perhitungan:

SifatMaknaContoh
Komutatif (pertukaran)Urutan bilangan yang dijumlahkan dapat ditukar; hasil tetap.27 + 18 = 18 + 27 = 45
Asosiatif (pengelompokan)Pengelompokan bilangan yang dijumlahkan dapat diubah; hasil tetap.(12 + 8) + 5 = 12 + (8 + 5) = 25
Identitas penjumlahanMenambahkan 0 tidak mengubah bilangan.46 + 0 = 46

Perhatian: pengurangan tidak memiliki sifat komutatif. 42 − 17 = 25, tetapi 17 − 42 tidak sama dengan 25. Mengubah tanda kurung juga dapat mengubah hasil: (30 − 10) − 5 = 15, sedangkan 30 − (10 − 5) = 25.

Penjumlahan dan pengurangan saling berhubungan sebagai operasi kebalikan. Hubungan ini membantu mencari bilangan yang belum diketahui:

  • Jika □ + 24 = 61, maka □ = 61 − 24 = 37.
  • Jika 73 − □ = 29, maka □ = 73 − 29 = 44.
  • Jika □ − 18 = 26, maka □ = 26 + 18 = 44.
Contoh soal 1 — Persediaan buku: Perpustakaan memiliki 36 buku cerita dan menerima kiriman 28 buku lagi. Berapa jumlah buku sekarang?
Penyelesaian: 36 + 28 = (36 + 20) + 8 = 64. Jadi, ada 64 buku. Kita dapat memeriksa dengan 28 + 36 = 64.
Contoh soal 2 — Teka-teki: □ + 35 = 82. Bilangan apakah yang tepat?
Penyelesaian: 82 − 35 = 47. Pemeriksaan: 47 + 35 = 82. Jadi, □ = 47.
Tantangan “Temukan Angkanya!”
Buat satu kalimat matematika dengan kotak kosong, tukarkan dengan teman, lalu minta teman menjelaskan cara mengecek jawabannya. Pastikan semua bilangan dan hasilnya tidak lebih dari 100.

4. Video Pembelajaran

Sifat Operasi Hitung | Distributif, Asosiatif dan Komutatif — pengayaan mengenali sifat operasi hitung.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.

1. Nisa menghitung 38 + 26. Agar mudah, ia menukar urutan menjadi 26 + 38. Sifat yang digunakan adalah …

A. komutatif   B. identitas   C. pengurangan   D. pembagian

2. Rafi mengelompokkan 15 + 5 + 22 menjadi (15 + 5) + 22. Hasilnya 42. Alasan pengelompokan tersebut tidak mengubah hasil adalah sifat …

A. komutatif   B. asosiatif   C. identitas pengurangan   D. pembagian

3. Ibu memiliki 68 telur. Sebanyak 29 telur digunakan. Kotak kosong pada 68 − □ = 39 adalah …

A. 29   B. 30   C. 39   D. 97

4. Toko memiliki 47 pensil. Setelah menerima beberapa pensil, jumlahnya menjadi 82. Kalimat yang tepat untuk mencari pensil kiriman adalah …

A. 47 + □ = 82   B. 82 + □ = 47   C. 47 − 82 = □   D. 82 − 47 = 82

5. Dito berkata, “30 − 8 sama dengan 8 − 30 karena urutan bilangan boleh ditukar.” Tanggapan yang tepat adalah …

A. benar, semua operasi dapat ditukar   B. salah, sifat komutatif berlaku pada penjumlahan, bukan pengurangan   C. benar jika ditambah nol   D. salah karena 30 − 8 = 38

B. Isian Singkat.

6. 19 + 34 = 34 + □. Bilangan yang tepat adalah ….

7. □ − 27 = 45. Bilangan yang tepat adalah ….

8. Lengkapi strategi: 56 + 0 = □. Sifat yang digunakan disebut sifat ….

C. Esai. Tuliskan langkah dan alasanmu.

9. Perpustakaan kelas mempunyai 54 buku. Kelas menerima sejumlah buku hingga jumlah seluruhnya 90. Berapa buku yang diterima? Tuliskan kalimat matematika dan cara memeriksa jawaban.

10. Siti menyelesaikan 76 − □ = 28 dengan menjawab 48. Jelaskan mengapa jawaban Siti benar dan tunjukkan satu cara untuk memeriksanya.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. A; 2. B; 3. A; 4. A; 5. B.

Isian: 6. 19; 7. 72 (karena 45 + 27 = 72); 8. 56, identitas penjumlahan.

Esai: 9. 54 + □ = 90, jadi □ = 90 − 54 = 36. Pemeriksaan: 54 + 36 = 90. 10. Benar, sebab 76 − 48 = 28; pemeriksaan balik 28 + 48 = 76.

Jawaban esai dapat menggunakan strategi lain selama perhitungan dan alasannya benar.

Kesimpulan

Penjumlahan memiliki sifat komutatif, asosiatif, dan identitas. Pengurangan bergantung pada urutan bilangan. Hubungan penjumlahan dan pengurangan dapat dipakai untuk menemukan bilangan yang belum diketahui dan mengecek hasil.

Refleksi Pembelajaran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Ajar Kelas 4 Fatimah Az-Zahra Kamis 5 November 2026

  Pelajaran 1 · Bahasa Indonesia Imbuhan Ber- · Pertemuan Ke-2 Identitas Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesi...