Pelajaran 1 · Seni Rupa
Wawasan tentang seni cetak
Identitas
Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Hari / Tanggal: Rabu 4 November 2026
Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi: Wawasan tentang seni cetak
Pertemuan Ke: 1
Capaian Pembelajaran (CP)
CP Seni Rupa Fase B mencakup kemampuan mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada benda/karya, merefleksikan dan mengapresiasi karya diri serta teman dengan kosakata seni yang sesuai, mengenali dan menguji coba alat/bahan serta prosedur penggunaannya, membuat karya berdasarkan pengalaman dan pengamatan, serta menghasilkan karya yang mewakili perasaan atau harapan.
Rumusan diringkas dari CP Seni Rupa Fase B dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Tujuan Pembelajaran (TP)
- Murid menjelaskan hubungan teknik seni cetak/penggandaan dengan penyebaran gambar dan pengetahuan melalui penerbitan.
- Murid merancang dan membuat cetakan sederhana dengan bahan aman yang tersedia, lalu menjelaskan unsur rupa dan pesan karyanya.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: bereksperimen membuat pola cetakMeaningful: memahami bagaimana gambar dan tulisan dapat disebarkanJoyful: berkarya dan mengapresiasi hasil teman
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid mengamati contoh hasil cetak, mengidentifikasi cara gambar atau tulisan diperbanyak, serta menghubungkan penerbitan dengan akses masyarakat terhadap informasi.
- Murid memilih alat dan bahan, membuat rancangan pola cetak sederhana, menghasilkan karya, kemudian menceritakan pesan dan prosesnya.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).
Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ٤
Latin: Alladzī ‘allama bil-qalam.
Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”
Keterkaitan: tulisan membantu menyimpan pesan dan pengetahuan. Teknik cetak memungkinkan gambar atau tulisan diperbanyak sehingga dapat dibaca dan dipelajari lebih banyak orang.
2. Pengajaran Materi
Guru menunjukkan buku, kartu bergambar, kemasan, atau pola cetak sederhana. Murid mengamati bagian yang berulang dan menduga bagaimana gambar yang sama dapat dibuat berkali-kali. Guru mengaitkan pengamatan itu dengan buku dan bahan bacaan yang diterbitkan.
3. Materi: seni cetak, penerbitan, dan penyebaran ilmu
Seni cetak adalah kegiatan menghasilkan gambar atau tulisan melalui proses memindahkan bentuk dari suatu permukaan/cetakan ke media lain, misalnya kertas atau kain. Cetakan dapat digunakan berulang kali sehingga pola atau gambar yang sama bisa dibuat lebih dari satu.
| Istilah | Makna | Contoh sederhana |
|---|---|---|
| Cetakan/matriks | Permukaan atau alat yang membawa pola untuk dipindahkan. | Potongan kentang berukir sederhana, spons berpola, atau stensil. |
| Cetak | Proses memberi warna pada cetakan lalu menekankannya ke media. | Stempel warna pada kertas. |
| Penerbitan | Proses menyiapkan, memperbanyak, dan menyebarkan bahan bacaan atau informasi. | Buku, majalah, poster, dan lembar informasi. |
Sebelum teknik cetak berkembang luas, naskah atau gambar perlu disalin satu per satu dengan tangan sehingga memerlukan waktu. Berbagai teknik cetak memungkinkan salinan dibuat lebih banyak. Ketika teknologi penerbitan berkembang, buku, gambar, dan informasi dapat disebarkan kepada lebih banyak pembaca. Jadi, hubungan seni cetak dengan ilmu pengetahuan adalah: gagasan ditulis atau digambar → dibuat dalam bentuk yang dapat diperbanyak → diterbitkan dan disebarkan → lebih banyak orang dapat belajar.
Gambar cetak juga membawa informasi visual. Poster kesehatan, peta, diagram, sampul buku, dan ilustrasi membantu pembaca memahami pesan. Karya cetak yang baik mempertimbangkan garis, bentuk, warna, pola, pengulangan, keterbacaan, serta tujuan pesannya.
Langkah membuat karya cetak aman
- Tentukan pesan atau tema, misalnya ajakan membaca atau menjaga kebersihan.
- Rancang pola sederhana dengan bentuk yang mudah dikenali.
- Pilih bahan aman: spons, gulungan karton berpola, stensil kertas tebal, atau sayuran bertekstur. Jika memakai kentang/ketela, bagian pemotongan dilakukan oleh guru/orang dewasa; murid tidak memakai pisau tajam.
- Oleskan sedikit cat yang aman dan dapat dicuci pada permukaan pola.
- Tekan cetakan tegak di atas kertas, angkat perlahan, lalu ulangi dengan jarak atau warna yang direncanakan.
- Biarkan kering. Amati apakah pola terbaca dan apakah hasil cetak sesuai dengan pesan.
Unsur rupa yang diamati: bentuk (apa yang tercetak), garis (tepi atau arah pola), warna (warna yang dipilih), tekstur (kesan permukaan), dan pola/pengulangan. Setelah berkarya, murid dapat mengapresiasi dengan kalimat: “Saya melihat …; bagian yang paling jelas adalah …; pesan karya ini ….”
Jawaban: Satu pola/cetakan dapat digunakan berkali-kali sehingga kartu serupa dapat dibuat lebih cepat dan pesan menjangkau lebih banyak murid.
Jawaban: Bentuk dan tekstur urat daun, dibantu warna serta pengulangan pola.
4. Video Pembelajaran
5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.
1. Sebuah perpustakaan ingin membuat 40 penanda buku dengan gambar yang sama. Cara yang paling efisien adalah …
A. menggambar ulang satu per satu tanpa contoh B. menggunakan satu cetakan beberapa kali C. membuat setiap buku dari awal D. menulis pesan berbeda pada seluruh kartu
2. Mengapa teknik cetak membantu penyebaran ilmu pengetahuan?
A. karena salinan tulisan/gambar dapat dibuat lebih banyak B. karena buku menjadi tidak perlu dibaca C. karena semua informasi pasti benar D. karena cetakan menghapus isi tulisan
3. Untuk membuat pola bintang berulang dengan rapi, bagian yang paling penting dipersiapkan adalah …
A. cetakan/matriks berpola bintang B. kertas yang sudah dibasahi C. gunting berlari D. cat yang dituang berlebihan
4. Hasil cetak poster sulit dibaca karena tulisan tertutup banyak pola. Perbaikan terbaik adalah …
A. menambah pola di atas tulisan B. membuat pola lebih sederhana dan menyisakan ruang untuk tulisan C. menggunakan semua warna sekaligus D. mencetak tanpa melihat rancangan
5. Murid ingin mengukir kentang untuk membuat stempel. Langkah keselamatan yang tepat adalah …
A. mengukir dengan pisau tajam sendiri B. meminta bantuan guru/orang dewasa untuk memotong C. berlari sambil membawa pisau D. mengoles cat pada tangan lalu menepuk teman
B. Isian Singkat.
6. Permukaan atau alat yang membawa pola untuk dipindahkan saat proses cetak disebut ….
7. Sebutkan satu contoh bahan bacaan/informasi yang disebarkan melalui penerbitan: ….
8. Salah satu unsur rupa yang dapat membantu gambar cetak mudah dikenali, misalnya bentuk, garis, warna, atau ….
C. Esai. Sertakan alasan dan gagasanmu.
9. Kelasmu membuat poster ajakan hemat air yang akan ditempel di beberapa tempat. Jelaskan rancangan pola cetak yang akan kamu pilih, bahan aman yang digunakan, dan mengapa gambar serta tulisan perlu dibuat jelas.
10. Jelaskan urutan bagaimana sebuah gagasan dapat sampai kepada banyak orang melalui tulisan, teknik cetak, dan penerbitan. Berikan satu contoh informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
6. Kunci Jawaban
Pilihan ganda: 1. B; 2. A; 3. A; 4. B; 5. B.
Isian: 6. Cetakan/matriks; 7. buku, majalah, poster, atau lembar informasi; 8. tekstur atau pola (jawaban lain yang tepat juga diterima).
Esai: 9. Contoh: pola tetes air atau daun dari spons/stensil, cat yang dapat dicuci, diulang secukupnya; tulisan “Tutup Keran” dibuat jelas agar pesan terbaca. Kentang boleh digunakan apabila dipotong oleh orang dewasa. 10. Gagasan ditulis/digambar, disiapkan sebagai bentuk cetak, diperbanyak, lalu diterbitkan/disebarkan sehingga lebih banyak orang dapat membacanya; contoh poster cuci tangan atau buku pengetahuan.
Terima jawaban lain selama rancangan sesuai tema, aman, dan alasan tentang penyebaran pesan tepat.
Kesimpulan
Seni cetak memindahkan pola dari suatu cetakan ke media dan memungkinkan gambar atau tulisan diperbanyak. Penerbitan membantu menyebarkan bacaan dan pengetahuan ke lebih banyak orang. Karya cetak yang efektif memakai bentuk, warna, garis, dan pola secara terencana, serta dibuat dengan alat dan bahan yang aman.
Refleksi Pembelajaran
Pelajaran 1 · Imbuhan Ber-
Bahasa Indonesia · Pertemuan ke-1
Identitas
Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal: Rabu 4 November 2026
Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi: Imbuhan Ber-
Pertemuan Ke: 1
Catatan kalender: pada permintaan awal tertulis Selasa, sedangkan 4 November 2026 jatuh pada hari Rabu.
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, elemen Menulis menargetkan murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam serta menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif untuk menulis sesuai konteks. Pembelajaran imbuhan ber- mendukung capaian tersebut melalui latihan membentuk kata dan menggunakannya secara tepat dalam kalimat.
CP diringkas dari Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Perubahan CP tahun 2026 mencakup Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan rumusan Bahasa Indonesia ini.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan/imbuhan ber- dalam kalimat dengan benar, sesuai makna dan konteksnya.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: berlatih melalui permainan susun kataMeaningful: memakai kata ber- dalam cerita dan pengalaman nyataJoyful: belajar bersama dengan suasana menyenangkan
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenali imbuhan ber-, memisahkan kata dasar dan imbuhan, serta menyimpulkan makna kata ber- melalui contoh dalam kalimat.
- Peserta didik memilih bentuk kata ber- yang tepat, memperbaiki penggunaan yang keliru, dan menulis kalimat sesuai konteks.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).
Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ٤
Latin: Allażī ‘allama bil-qalam(i).
Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”
Keterkaitan: ayat ini mengingatkan pentingnya tulisan dalam belajar. Dengan memahami imbuhan ber-, murid dapat memilih kata dan menyusun kalimat tertulis dengan lebih jelas dan tepat.
2. Pengajaran Materi
Guru membacakan cerita pendek tentang kegiatan di sekolah. Murid menandai kata yang diawali ber-, lalu menyebutkan kata dasarnya dan menjelaskan maknanya berdasarkan kalimat. Setelah itu, murid mencoba menyusun kata ber- untuk melengkapi cerita sederhana.
3. Materi: memahami imbuhan ber-
Imbuhan adalah bunyi atau bentuk yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru dan menambah atau mengubah maknanya. Jika ditambahkan di depan kata dasar, imbuhan itu disebut awalan. Awalan ber- ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Makna kata ber- perlu dipahami dari kalimat. Makna yang sering dijumpai antara lain melakukan kegiatan, memakai atau menggunakan sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan tertentu, serta menunjukkan jumlah atau kebersamaan.
| Makna dalam konteks | Kata ber- | Contoh kalimat |
|---|---|---|
| Melakukan kegiatan | berlari, bermain, berenang | Rani berlari mengelilingi lapangan. |
| Memakai atau menggunakan | bersepeda, berbaju, bersepatu | Fahmi bersepeda ke taman. |
| Memiliki atau mempunyai | berambut, berdaun, beruang | Pohon mangga itu berdaun lebat. |
| Berada dalam keadaan | bergembira, bersedih | Anak-anak bergembira saat bermain. |
| Menunjukkan jumlah/kebersamaan | berdua, bertiga | Mereka bekerja berdua menyusun buku. |
Cara membentuk dan menggunakan kata ber-
- Temukan kata dasar, misalnya main.
- Tambahkan awalan ber- dan tulis serangkai: bermain.
- Masukkan kata itu ke dalam kalimat yang sesuai: “Kami bermain congklak saat istirahat.”
- Baca kembali kalimat dan pastikan bentuk kata serta maknanya tepat.
Perhatikan bentuk khusus: beberapa kata mempunyai bentuk baku yang perlu diingat. Kata dasar kerja membentuk kata bekerja (bukan berkerja). Kata dasar ajar membentuk kata belajar (bukan berajar). Bentuk kata lainnya tetap harus dipilih sesuai kata dasar dan kaidah bahasa Indonesia.
Pembahasan: Kata ber- adalah bersepeda. Kata dasarnya sepeda. Dalam kalimat ini, bersepeda berarti melakukan kegiatan dengan menggunakan sepeda.
Pembahasan: Belum tepat. Kata dasar kerja membentuk kata baku bekerja. Kalimat yang benar: “Ibu bekerja di kebun setiap pagi.”
4. Video Pembelajaran
5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban yang paling tepat.
1. Dalam kalimat “Aisyah bersepeda ke perpustakaan”, kata bersepeda paling tepat bermakna …
A. memiliki sebuah sepeda saja B. melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda C. memperbaiki sepeda D. menjual sepeda
2. Kalimat yang menggunakan bentuk kata baku adalah …
A. Ayah berkerja di kebun. B. Ayah bekerja di kebun. C. Ayah berkerjaan di kebun. D. Ayah ber kerja di kebun.
3. “Pohon jambu di halaman sekolah berbuah lebat.” Makna kata berbuah pada kalimat tersebut adalah …
A. sedang membuat buah B. mempunyai/menghasilkan buah C. memakai buah D. menghitung buah
4. Riko menulis, “Kami berdua mengerjakan poster.” Ia ingin menjelaskan bahwa dua anak bekerja bersama. Mengapa kata berdua tepat digunakan?
A. menunjukkan jumlah orang yang melakukan kegiatan bersama B. menunjukkan alat yang dipakai C. menunjukkan kegiatan berlari D. menunjukkan keadaan sedih
5. Setelah hujan reda, murid-murid ___ bersama di halaman sekolah. Kata ber- yang paling sesuai untuk melengkapi kalimat adalah …
A. bermain B. bersepatu C. berambut D. berbuah
B. Isian Singkat. Lengkapi jawaban dengan tepat.
6. Kata dasar dari bermain adalah ….
7. Bentuk baku dari ber + ajar adalah ….
8. Pada kalimat “Mereka bertiga membersihkan kelas”, kata bertiga menunjukkan makna ….
C. Esai. Tuliskan jawaban dengan alasan yang jelas.
9. Perbaiki penulisan imbuhan dalam kalimat berikut, lalu jelaskan kesalahannya: “Kakak berkerja di kebun. Sepulang kerja, Kakak bersepeda menuju rumah.”
10. Bayangkan kamu sedang mengikuti kegiatan di sekolah. Tulislah tiga kalimat pendek yang saling berkaitan dan gunakan sedikitnya tiga kata ber- dengan makna yang berbeda. Garisbawahi kata ber- yang kamu gunakan, lalu jelaskan maknanya.
6. Kunci Jawaban
Pilihan ganda: 1. B; 2. B; 3. B; 4. A; 5. C.
Isian: 6. main; 7. belajar; 8. jumlah tiga orang yang melakukan kegiatan bersama.
Esai: 9. “Kakak bekerja di kebun. Sepulang kerja, Kakak bersepeda menuju rumah.” Bentuk baku kata dari dasar kerja adalah bekerja, bukan berkerja. 10. Contoh: “Kami berkumpul di kelas. Siti berbaju olahraga. Kami bergembira saat bermain.” Makna: berkumpul = berada bersama; berbaju = memakai baju; bergembira = berada dalam keadaan gembira.
Jawaban esai dapat bervariasi. Nilai ketepatan bentuk kata, kecocokan makna dengan konteks, dan kejelasan kalimat.
Kesimpulan
Awalan ber- ditulis serangkai dengan kata dasar dan membentuk kata baru. Maknanya ditentukan oleh konteks, misalnya melakukan kegiatan, memakai sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah. Bentuk tertentu memiliki penulisan khusus, seperti bekerja dan belajar. Gunakan kata ber- dalam kalimat yang jelas dan sesuai makna.
Refleksi Pembelajaran
Pendidikan Pancasila: Hak dan Kewajiban
Identitas
Nama Guru: Dessy Puji Astuti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Hari / Tanggal: Rabu 4 November 2026
Fase / Kelas: B / 4 Fatimah Az-Zahra
Materi: Hak dan Kewajiban
Pertemuan Ke: 1
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, murid mengidentifikasi dan melaksanakan aturan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal; mengidentifikasi serta menerapkan hak yang didapat dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah. Materi ini berfokus pada hak dan kewajiban murid di lingkungan sekolah.
CP diringkas dari Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Keputusan No. 020 Tahun 2026 mengubah bagian CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan Pendidikan Pancasila. Naskah CP resmi 2025 · Perubahan CP 2026.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid dapat mengidentifikasi dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga sekolah.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: Murid mengikuti permainan kartu “Hak, Kewajiban, atau Keduanya?” berdasarkan situasi di sekolah. Meaningful: Murid menghubungkan materi dengan aturan kelas dan pengalaman nyata sebagai warga sekolah. Joyful: Murid bermain peran dalam kelompok untuk memperagakan perilaku yang menghormati hak dan menjalankan kewajiban.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid mengidentifikasi contoh hak dan kewajiban warga sekolah serta menjelaskan perbedaannya melalui situasi sehari-hari.
- Murid memilih dan mempraktikkan perilaku yang menjalankan kewajiban sekaligus menghormati hak orang lain di sekolah.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu kita bertambah menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Pencipta, Allah Maha Memelihara, dan Allah Maha Pemberi rezeki.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala — kutipan bagian relevan Surah Al-Mā’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā wa lā ta‘āwanū ‘alal-iṡmi wal-‘udwān.
“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Sumber teks, transliterasi, dan terjemahan: Al-Qur’an NU Online, Al-Mā’idah 5:2.
Keterkaitan: Warga sekolah hidup bersama dan saling membutuhkan. Menjalankan kewajiban, seperti menjaga kebersihan dan mematuhi kesepakatan kelas, merupakan bentuk kerja sama yang membantu setiap murid menikmati haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman.
2. Pengajaran Materi
Pengertian hak dan kewajiban
Hak adalah sesuatu yang patut diterima atau dinikmati seseorang. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan tanggung jawab. Di sekolah, hak dan kewajiban berjalan berdampingan. Hak seorang murid tidak boleh digunakan untuk mengganggu hak murid lain.
| Situasi sekolah | Contoh hak | Contoh kewajiban |
|---|---|---|
| Kegiatan belajar | Mendapat penjelasan dan kesempatan bertanya. | Mendengarkan saat orang lain berbicara dan mengikuti pembelajaran. |
| Lingkungan kelas | Menggunakan ruang belajar yang aman dan bersih. | Menjaga kebersihan dan merawat fasilitas bersama. |
| Pergaulan | Dihormati serta tidak dirundung atau dibeda-bedakan. | Menghormati teman, tidak mengejek, dan menyelesaikan perbedaan dengan santun. |
| Fasilitas sekolah | Menggunakan buku, perpustakaan, dan alat belajar sesuai aturan. | Mengembalikan barang pada tempatnya dan menggunakannya secara bertanggung jawab. |
Bagaimana hak dan kewajiban saling terkait?
Contohnya, setiap murid berhak belajar di kelas yang bersih. Agar hak itu terjaga, semua warga kelas berkewajiban membuang sampah pada tempatnya dan menjalankan piket. Kewajiban bukan hukuman; kewajiban membantu kehidupan bersama berlangsung tertib, adil, dan aman.
Langkah mengambil keputusan dalam situasi sekolah
- Kenali situasinya. Apa yang terjadi dan siapa yang terlibat?
- Tentukan hak siapa yang perlu dihormati dan kewajiban apa yang harus dilakukan.
- Pilih tindakan yang aman, adil, sesuai aturan, dan tidak merugikan orang lain.
- Jika masalah belum selesai, bicarakan dengan santun dan mintalah bantuan guru atau orang dewasa tepercaya.
Contoh Soal Materi
Contoh 1. Raka ingin membaca buku perpustakaan untuk tugas. Sebutkan hak Raka dan dua kewajibannya saat memakai buku.
Contoh jawaban: Raka berhak menggunakan buku perpustakaan sesuai aturan. Ia berkewajiban menjaga buku agar tidak rusak dan mengembalikannya tepat waktu.
Contoh 2. Setelah kegiatan membuat prakarya, kelas menjadi kotor. Beberapa murid ingin langsung bermain. Apa tindakan yang menunjukkan keseimbangan hak dan kewajiban?
Contoh jawaban: Murid membersihkan sisa bahan dan mengembalikan alat terlebih dahulu, lalu menggunakan waktu bermain sesuai kesepakatan. Dengan begitu, kelas kembali nyaman untuk semua.
Video Pembelajaran
HAK DAN KEWAJIBAN || PPKN KELAS 4 - BAB 2 || KURIKULUM MERDEKA
Video oleh BIMBEL ONLINE. Judul, deskripsi, dan topiknya diperiksa. Guru dapat meminta murid mencatat satu hak dan satu kewajiban yang dicontohkan dalam video.
Asesmen Formatif Berbasis HOTS
Misi kelas: Jadilah “Detektif Warga Sekolah”! Analisis situasi, tentukan hak dan kewajiban yang terkait, lalu pilih tindakan yang paling bertanggung jawab.
A. Pilihan Ganda
1. Saat diskusi, Dini ingin menyampaikan pendapat. Tindakan yang paling baik agar hak Dini dan teman-temannya sama-sama dihormati adalah …
2. Kelas mendapat hak menggunakan bola sekolah. Setelah bermain, bola tertinggal di lapangan. Kewajiban yang paling berkaitan dengan hak tersebut adalah …
3. Niko melihat temannya diejek karena berbeda bahasa daerah. Tindakan yang paling sesuai dengan hak dan kewajiban warga sekolah adalah …
4. Beberapa murid mengusulkan piket hanya dilakukan oleh murid yang duduk paling depan. Agar keputusan lebih adil, kelas sebaiknya …
5. Seorang murid merusak alat peraga saat bermain, lalu berkata bahwa ia tetap berhak memakai alat sekolah. Penilaian terbaik terhadap pernyataan itu adalah …
B. Isian
1. Sesuatu yang patut diterima atau dinikmati seseorang disebut ….
2. Kewajiban murid setelah meminjam buku perpustakaan adalah ….
3. Tuliskan satu tindakan yang dapat dilakukan jika hak seorang teman untuk belajar dengan aman terganggu.
C. Esai
1. Kelasmu memiliki hak menggunakan taman sekolah saat istirahat. Namun, setelah digunakan, banyak bungkus makanan tertinggal. Jelaskan hak dan kewajiban yang terlibat, lalu usulkan dua langkah agar taman tetap nyaman bagi semua.
2. Kelompokmu membuat aturan bahwa hanya murid yang aktif menjawab boleh memakai alat praktik. Apakah aturan itu adil? Jelaskan alasanmu dan usulkan aturan yang lebih baik.
Kesimpulan
Hak adalah sesuatu yang patut diterima, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan tanggung jawab. Di sekolah, hak belajar, merasa aman, dan menggunakan fasilitas berjalan bersama kewajiban mengikuti aturan, menjaga lingkungan, merawat fasilitas, serta menghormati hak orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar